السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 30 April 2010

MENGEMBARA DI HUTAN DUNIA

(selaksa rindu,)
Mengembara di hutan dunia,
dipenuhi kerakusan, ketamakan dan arogansi
walau cahaya lembut, kadang menghampiri
para pecinta kitab suci, yang masih tersusun rapi
dalam kalbu yang tak tertbiri

mengembara di hutan dunia
seakan berkarya dalam seribu nestapa
bagi yang tidak siap menempuh semesta
selalu, tak lebih hanya kecupan semata
yang memenuhi kerinduan dalam kekosangan jiwa

mengembara di hutan dunia
tersentak dengan durja
yang selalu menengerus kerongkongan
berteriak tanpak suara
diam tanpa bekas, sealu ada…ada-ada saja

mengembara di hutan dunia
perih, bagai sayatan pisau neraka
yang tak pernah diam, memilu dan meluka
torehannya, membuat pecandu tak berhenti berteriak….hampa

mengembara di hutan dunia
indah membawa pesona, karena tuhan selalu ada
dalam tidur dan jaga
menikmati luapan emosi, yang memuncak menidurkan benci
damai..karena tuhan selalu memantri.

Mengembara di hutan dunia
Penuh TEKA-TEKI

MALANG, 29 APRIL 2010

Minggu, 25 April 2010

MENCARI MUKA, MENEBAR SORGA

Sayup-sayup tawa berwibawa

Menelanjangi telinga

Tubuh separuh warna pun berkelebat

Menyusuri hati yang lagi merindu

Anggukan jabatan pun ia rengkuh

Anggukan uang ia belai

Siang-malam tak ada lelah

Menyusuri wajah-wajah yang punya kuasa

Membelai ucap dengan seribu kata dan janji

Menganggukkan rasa demi pundak yang semakin tinggi

Para pencari muka di sini dan di sana

Berkelebat

Ikhlas pun berupah warna

Bahkan menjadi hitam kelam

Yang ada hanya tipu, tipu kata dan tubuh berlakon malaikat

Yang sebenarnya adalah syaitan yang terus di laknat

Pencari muka

Yang suatu saat muka yang kau cari menjadi laknat

Dan hilang ditikam kiamat

Pencari muka

Sadarlah.......

Bahka mukamu, suatu saat akan dipertanggung jawabkan

Dihadapa muka yang sebenarnya.

Pencari muka

Carilah muka yang tidak pernah lapuk

Dan itu tempat mencari muka yang sebenarnya

Ketika muka-muka hancur

Muka-Nya abadi dan memberikan kesejukan.

Dan dihadapan Muka-nya kecintaan dan rahmat selalu mengalir.

Dan ingatlah,

mencari muka selain mukanya

hanya menambah kesengsaraan dan petaka

Bahkan kehancuran

Jumat, 23 April 2010

TIPS MENULIS PUISI

Puisi, sebagai wakil hati dan pikiran, atau ekspresi dari dalam diri seseorang. Tidak heran, jika puisi selalu memberikan kejutan-kejutan nada dan cinta, rindu dan kebencian, kasih dan permusuhan, juga sering menjelma kata-kata yang sangat menakjubkan, kadang sang penulisnya tidak merasa bahwa puisi terbang begitu tinggi tak kenal bumi, tapi terasa menyentuh bahkan tenggelam dalam perut bumi.
Terkadang ungkapan puisi keluar dengan rasa dan prasa, sehingga membuat hati merdecak begitu dahsyat, membiarkan angan melalang buana menemui malaikat yang selalu memberikan warna, menghentak-hentak seakan ia bergelombang bersama sunami. Puisi adalah warna perasaan kita, hentakan dan kesedihan hati terukir lewat baris-baris bermakna, membumbung memenuhi kertas putih yang kemudian menjadi begitu indah ketika terbaca, huruf demi huruf seperti gelombang bergumul bergulung menuju pantai asmara.
Puisi dengan berbagai ekspresi menunculkan sejuta aksi, puisi tanpa ekspresi pun akan memberikan ribuan kunci menuju pintu-pintu yang tak pernah rapat terkunci, terbuka masuk tanpa sang juru kunci yang melibatkan hati, pikiran dan aksi.Setiap insan yang masih punya kesadaran diri, ia akan mampu menyerap diri yang kemudian dimunculkan lewat hentakan hati, dan memunculkan aksi lewat hamparan tangan dan dengungan suara.
Bagi seseorang yang suka berekspresi lewat tulisan, ia akan menulikan seluruh prasaannya lewat tulisan. Tapi bagi penikmat puisi, ia dapat merenungi dan membaca bait-bait puisi orang lain. Bagi seseorang yang ingin menulis puisi tidaklah sulit, hanya membutuhkan 5 detik atau hanya 2 detik untuk mengungkapkan prasaannya lewat carik-carik kertas. Tidak butuh berfikir, ia hanya butuh untuk berdzikir, tidak butuh berdzikir ia hanya butuh mengukir, tidak ada ukiran tak akan pernah ada tulisan. Menulis puisi, membutuhkan penghimpunan rasa dan prasa yang kemudian menulis titik demi titik yang membaris bak penggaris, terbentuk meliuk seperti huruf, huruf tersusun indah menjadi kata “AKU” kemudia n “KAU” dan kemudia “SATU” dan ditambah satu lagi “KERINDUAN”….bergelombang menuju dermaga kalimat menjadi AKU dan KAU dalam SATU KERINDUAN…kalimat pun tertuang….dan silahkan tuangkan…tuangkan seribu huruf agar menjadi baris-baris….munculkan prasaan anda yang sudah mulai meledak tuangkan..dan tuangkan : JADILAH PUISI…………………..SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 17 April 2010

Menulis itu, Gampang



Menulis tidaklah sulit, asalkan ada kemauan, pasti ada jalan. Terkadang seseorang merasa tidak punya kemampuan untuk menulis, karena setiap kali ia ingin menuliskan atau ingin menurunkan idenya dari awing-awang pikirannya, tidak satu pun kalimat yang mampu ia telorkan dalam buku atau laptop, sampai-samapai ia kelelahan, dan bingung , kenapa tak satu kata pun yang mampu termuntahkan. Atau ketika sudah mampu menuliskan idenya satu baris, tiba-tiba mandeg, dan tidak dapat melanjutkan kata-katanya yang sudah terpola dalam pikirannya. Kejadian di atas, pasti dialami oleh semua orang yang ingin belajar menulis, atau orang yang sudah terbiasa menulis pun kadang masih mengalamanya, meskipun kadarnya berbeda. Jika hal itu terjadi jangan risau, asalkan dalam dirinya masih ada kemauan untuk menulis.

1. Kemauan

Jadi penulis bukan karena keturunan, atau bukan juga karena putra raja, atau bukan karena bakat. Menulis adalah kegiatan pembiasaan yang siapa pun mampu untuk menjadi penulis, penulis apa pun, seperti puisi, artikel, opini, berita dll. Yang paling fundamen dari kegiatan menulis adalah kemauan, seseorang yang tidak pernah terbersit kemauan untuk menjani penulis, maka tidak akan pernah mau menulis, atau orang yang tidak pernah terbayangkan untuk menulis, maka ia tidak akan mampu menulis, bagaimana ia menulis, membayangkan saja tidak. Seseroang yang sudah terbayang untuk menjadi penulis, maka akan tumbuh kemauan, kalau kemauan sudah meledak-ledak dalam dirinya, maka semuanya akan mampu untuk diwujudkan. Seseroang yang sudah ada kemauan dalam dirinya, dalam hal apaun insyallah, semuanya akan berjalan, tinggal bagaimana kemauan itu dipertahankan, dan mampu menjelajah dalam dunia kepenulisan. Kemauan, adalah motivasi awal untuk melangkan menuruni jenjang selanjutkan, tanpa kemuan mungkin semuanya hanya fatamorgana. Tapi selanjutnya, kemauan yang bagaimana, karena ada kemauan yang lembek dan ada kemauan yang keras (sungguh-sungguh), kemauan yang lembek tidak akan mampu menjadikan seseroang penulis yang handal, karena ia menulis hanya asal menulis, atau dengan kemauan yang lembek dia bahkan tidak mampu menggerakkan penanya pada kalimat-kalimat selanjutnya, karena kehilangan idea tau inspirasi, karena kelembekannya, ia menjadi prustasi dan kemudian terkolusi dan berhenti sama sekali. Bagi yang mempunyai kemauan keras, apapun yang menghadang ia akan tembus seperti air yang lagi kesurupan, meskpin di hadang oleh batu, besi, atau apa pun ia meresap dan membuat dingin apa yang ada dibaliknya, demikian juga seseorang yang mempunyai kemaun keras untuk menulis, maka tidak ada alas an baginya untuk berhenti, dalam kondisi apapun, ketika kehilangan ide ia segera lagi mencarinya, dengan membaca, merenung, diskusi, berdebat, dan apa pun ia kan perbuat asalkan penanya mampu mengalir dengan lancar.

2. Membaca

Kemuan keras dan menggebu-gebu tidaklah cukup , jika masih malas membaca. Membaca adalah energi yang mampu membangkitkan semangat menulis, seperti tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan air yang dapat menghijaukan dan memberikan buah, membaca juga bak manusia yang membutuhkan makan, pesilat dengan tenaga dalamnya, anak kecil dengan susunya, semuanya adalah energi pembangkit agar tetap bisa untuk menulis. Menulis tanpa membaca seperti suangai tanpa air, seperti samudera tanpa gelombang, ia tampu menghempaskan menuju dermaga. Membaca adalah energy yang luar biasa yang mampu membangkitkan pori-pori untuk menulis, dan dengannya tak ada alas an untuk tidak ad aide yang mampir, membaca juga memberikan sejuta inspirasi bagi seseorang yang ingin menulis, dan pada akhirnya ia tidak akan kehabisan kata-kata untuk ditungkan diladang kertas. Tapi, ingat buku bukan satu-satunya untuk memberikan energi, namun ia mampu memberikan sejuta energi untuk dapat merangkai dan menyulam kata.

3. Copy The master

Teman saya dalam menulis ia menggunakan istilah ATM (amati, tiru dan mulai), karena bagaimana pun manusia tidak akan langsung menjadi cerdas tanpa pengamatan dan juga tanpa meniru, meniru (copy) adalah kegiatan yang alamiyah dan manusiawi. Dalam tulis menulis, seseroang juga mengalami proses, dari merangkai kata demi kata, kalimat, paragrap yang pada akhirnya mampu membuat paragrap panjang, yang disebut dengan opini, makalah, esai dll. Ada kata-kata bijak, untuk menjadi penulis hebat maka ia harus membaca buku-buku hebat, dan meniru tulisan-tulisan penulis hebat, maka dikemudian hari ia akan menjadi hebat. Meniru atau Copy the master di sini, bukan untuk dipublikasikan, tapi hanya untuk latihan dan konsumsi sendiri, meniru juga bukan serangkaian kalimat sehingga menjadi sama persis dengan apa yang ada pada penulis, tapi yang ditiru adalah kerangkanya, idenya, bahkan cara tekniknya. pada akhirnya, tidak ada seorang yang mempunyai gaya kepenulisan yang sama persis, ia akan memiliki karakter sendiri-sendiri. Meniru tentu saja sah-sah saja “tapi jangan kopy paste lo” , meniru juga dimulai dengan pengamatan terlebih dahulu –ingat ATM-, gaya kepenulisan seseorang, bagaiaman a ia memulai tulisannnya pragraf perparaggraf, kemudian setelah mengamatinya dengan seksama, mulailah untuk menirunya, tulis dan tulis apa yang ada dibenak anda, dengan mencoba konsisten dengan buku yang anda, meskipun pada akhirnya anda akan menemukan karakter kepenulisan anda.

4. Mulailah

setelah memasuki ruangan yang tersinari sedikit cahaya, hendaknya anda tidak menyia-nyiakan untuk membuka apa yang anda inginkan, karena cahaya itu kadang tidak pernah kembali bahkan hilang ditelan masa, maka ketika cahaya kepenulisan itu mulai menerangi anda, cepat-cepatlah ambil balpoin dan secarik kertas, atau mulailah membuka laptop anda, tulisalah apa saja yang ingin anda tulis, jika anda hanya mampu menulis diskripsi anda, tulisalah…..jangan tunda lagi, apabila selesai menuliskan diskripsi tulislah sekeliling anda dengan bahasa anda, jangan terpengaruh dengan teori kepenulisan mana-pun, biarkan tangan anda mencari noktah-noktah pikiran yang lagi menggelora, jangan berhenti..terus lah mengeluarkan ide-ide yang terus berdesakan, karena sekali berhenti anda sulit untuk memulai, teruslah sampai anda kelelahan untuk menuliskan ide itu. Berusaha untuk memulai terkadang sulit, karena seseroang yang berani memulai, maka ia berani untuk mentukan pilihan, kalau sudah berani menentukan pilihan maka ia harus bernai melangkah dan melangkah…langkah yang sudah dipilih jangan didiamkan karena akan menjadi benalu dalam kepenulisan.

Bagaimana menurut Anda ?

Bersambung pada epesod kepenulisan selanjutnya…..



Rabu, 14 April 2010

PENULIS NARSIS


Berbagai media sering menyuguhkan opini, artikel, esai, puisi, cerpen dan lainnya, dan berbagai karakter penulis juga bermunculan, ada yang agamis, sekuler, liberal, fundamen, ecek-ecek, dan tak berpendirian. Ya itulah dunia, selalu menyuguhkan berbagai hal, dan memang tidak harus sama, karena air dari belahan bumi yang mengalir juga tidak sama tetapi tujuannya juga samudera, toh kalau sudah berada di samudera air apa pun berubah menjadi air tawar, demikian juga gelombang yang ada di lautan untuk menuju pantai saling saut meyaut, tidak hanya satu arah, maka dari berbagai karakter itu akan memunculkan gelombang dahsyat, biasa, dan malah tiada gelombang.
Penulis dari berbagai karekternya, seperti yang saya sebutkan, ada juga penulis yang saya anggap berani tapi juga kelewatan adalah para penulis narsis (itu pendapat saya lo), siapakah penulis narsis itu, mereka yang lebih mementingkan pemikirannya, pribadinya, kemauan hatinya dari pada melihat pendapat orang lain, bahkan moh (benar-benar tidak mau) akan pendapat orang lain, ia selalu mempertahankan pendapanya meskipun pendapatnya keliru, ia juga tidak mau dikoreksi oleh teman sejawat atau siapa pun yang ingin mengoreksinya, ia menganggap tulisannya adalah kebenaran yang harus diamini oleh orang lain, bukan ia mengamini pendapat orang lain, dan juga penulis narsis juga punya karekter selalu memunculkan kediriannya, dirinya yang sempurna, dirinya yang paling utama dan dirinya lah yang hanya mampu menulis ide tersebut. Penulis narsis, juga tidak pernah mau berempati dengan orang lain, meskipun tulisannya sering membuat orang lain marah, kacau balau, dan tidak pernah mementingkan lingkungan social atau tidak mau tahu apa yang akan terjadi, ia tidak mau tahu, yang penting ia menulis, menulis dan menulis, meskipun tulisannya kadang tidak ada manfaatnya.
Selain cirri diatas, penulis narsi memiliki cirri yang lain yaitu Perfersionis dan harus selalu menjadi pusat perhatian, terkadang menciptakan situasi yang memungkinkan dirinya menjadi pusat perhatian, dengan tulisannya ia selalu menciptakan keagungan diri, kesombongan diri, dan bagaimana orang lain mengakui kehebatan dirinya.
Penulis narsis seperti inilah yang membahayakan kelangsungan kehidupan yang harmonis, karena tidak memahami bahwa dunia ini terdiri dari berbagai komponen, dan semua ciptakan berkomponen, tidak hanya berdiri tegak dengan kediriannya, sedangkan penulis narsis tidak memahami komponen itu, maka yang terjadi adalah pengagungan diri, kalau pengagungan itu sudah melekat pada dirinya maka akan terjadi ketidak pedulian pada yang lain, jika tidak ada kepedulian, maka ha ini akan menyebabkan kerusakan yang sangat serius.
Media, tidak pernah salah dalam menyuguhkan berita, opini, artikel, dll, tapi yang salah adalah sejauh mana pemahaman kita pada media itu, dan bagaimana pula kita mampu menginterpretasikan apa yang ditulis oleh media, tapi media juga harus tahu diri apa berita apa dan tulisan apa yang pantas dikonsumsi oleh halayak dan dimana berita mana yang harus dikonsumsi oleh pribadipribadi tertentu, lah..ini yang sudah mulai hilang di Indonesia, anak kecil sudah terbiasa mengkonsumsi berita sek dll sehingga tidak sedikit anak yang baru bau kencur sudah pinter berbicara sek dan melakukan skandal sek dengan. Dan parahnya lagi jika media tidak mensaring siapa penulis yang narsis dan penulis yang anarsis.
Bagaimana menurut anda?


Selasa, 13 April 2010

MENULIS DENGAN CINTA


Kegiatan menulis menurut kebanyakan orang sangatlah sulit, hal ini dibuktikan dengan berbagai survei bahwa dari tingkat yang paling bawah sampai perguruan tinggi pun, tidak semua pendidik senang atau merasa butuh untuk menulis, apalagi siswa atau mahasiswanya. ini terjadi karena ada streotip bahwa menulis adalah bakat, yang tidak setiap orang memiliki bakat tersebut. Jika menulis adalah bakat, maka tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi penulis, atau bisa menulis. atau ada anggapan, menulis itu sulit dan lain-lain. Tapi di sini saya tidak akan membahas menulis merupakan bakat atau bukan, tetapi bagaimana seseorang terangsang untuk menulis, dan bagaimana ia menulis dengan penuh cinta (senang hati), bukan karena terpaksa, atau dipaksa, atau bukan karena beban, atau diberi beban, bukan juga karena ketergantungan atau digantung (he..mati).




Menulis, tidak jauh berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang lain, seperti membaca, mendengarkan, berbicara, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya, kalau menulisnya petani adalah mencangkul, menggiring hewan, menanam pepohonan, dll sedangkan bagi buruh menulis seperti memikul barang, melipat, merapikan, dll, bagi ibu rumah tangga menulisnya adalah memasak, menjaga anak, mencuci, kemudian menjemur pakaian, kalau bagi bapak-bapak berdagang dll, masih banyak aktifitas yang sebenarny bisa dikatagorikan menulis, meskipun dalam aspek lain. Kkalau mereka bekerja dengan penuh senang hati, maka demikian juga dengan menulis, kalau petani tadi bisa mengcangkul setiap hari, mengapa menulis tidak .

Apabila menulis sudah menjadi sebuah kebiasaan tidak akan pernah menjadi beban, bahkan ketika ia tidak bisa melungkan waktunya untuk menulis seseorang bisa sakit, stress, dan merasa tidak ada cinta yang menggelora dalam dirinya. Kegiatan menulis bisa dilakukan oleh siapa saja tidak memandang akademisi, politikus, petani, buruh dll, asalkan ada KEMAUAN, ada pepatah lama ADA KEMAUAN PASTI ADA JALAN.

Tapi pertanyaannya, bagaimana merangsang untuk bisa menulis, jawabannya juga tidak terlalu sulit, selagi kita tahu manfaat menulis dan tujuan menulis, kalau tujuannya saja tidak tahu bagaimana kita mau menulis. Kemudian, ada pertanyaan lanjutan,setelah tahu mamfaat dan tujuan menulis, tapi ide-ide yang dikeluarkannya tidak ada, maka cobalah dalam banyak kesempatan untuk merangsang ide-ide muncul dengan menuliskan sesuatu. Gerakkan tangan Anda, rangsanglah pikiran anda untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan percepatlah menulis. Meminjam bahasa Mark Levy semakin cepat menulis maka semakin banyak ide yang akan dituliskan, semakin cepat menulis semakin terangsang ide untuk muncul. Dan seperti pernyataannya “seringkali saya ingin menulis, tapi apa yang akan saya tulis saya tidak tahu, tapi setelah saya ambil kertas dan pena muncullah ide-ide itu, bahkan sesuatu yang belum pernah saya pikirkan seketika itu berdesakan muncul.” Sebenarnya untuk memunculkan ide tidak lah terlalu sulit, asalkan kita mau membaca teks atau alam.

Kalau kegiatan menulis sudah kita mulai , maka selanjutkan bagaimana menulis dengan penuh cinta, hal ini tidak mudah memerlukan proses yang panjang, karena apa pun yang tidak dimulai dan diakiri dengan cinta akan hampa, dan apa pun yang dilakukan tidak dengan perasaan cinta, maka serasa hati dibelah menjadi dua (tidak ada kesatuan diri, antara kenikmatan dan kebencinat menjadi satu), di sini ada beberapa tipe, agar menulis menjadi senang, dan dipenuhi dengan perasaan cinta :

1. Tahu tujuan menulis
2. Tahu apa yang akan ditulis
3. Tahu mamfaat menulis (bisa menjadi cerdas : http://www.ppmi-riyadh.org/index.php?option=com_content&view=article&id=88:menjadi-cerdas-dengan-menulis&catid=40:self-development&Itemid=80)
4. Melepaskan belenggu ketika menulis
5. Jangan berfikir harus sempurna dalam menulis
6. Tidak harus menulis di depan laptop atau apa pun, menulislah ketika tangan dan hati sudah gatal
7. Jangan berhenti jika ide masih membeludak, dan jangan diedit, biarkan sampai ide-ide itu berhenti dengan sendirinya, kemudian edit, tapi ketika proses mengedit ide itu muncul kembali, biarkan ia mengalir dan mengalir..sampai menuju bahtera.
8. Jangan memikirjan judul, tapi ingatlah item apa yang saya akan tulis. Tidak harus memulasi dari, awal pragrab, bisa dari tengah, samping dan lainnya…sesukanya.
9. Jangan pernah berfikir, tulisannya harus dibaca orang.
Dan masih banyak tipe-tipe yang lain, bagaimana seseorang menulis dengan penuh perasaan cinta, sehingga di mana pun ia berada penuh dengan keceriaan, karena ia sebentar lagi akan menulis, menulis cinta dan kecintaan yang kemudian akan memunculkan kerinduan yang mendalam, pada akhirnya, menulis tidak pernah aka nada puasnya….silahkan menulis dengan Cintas.
Malang, 12 April 2010

Kalau ada kata-kata yang belum salah tulis, silahkan anda edit, kemudian tambahkan……tulisan ini tidak saya edit, saya selesaikan 10 menit, edit ya....

Minggu, 11 April 2010

FANA DAN KEFANAAN

Tulisan ini saya dedikasikan pada orang-orang yang tidak ingin meninggal dalam kondisi kelaparan, pada manusia yang selalu memangsa hak keabadian yang tak pernah abadi, pada manusia yang selalu berperang dengan prasangka abadi dan tidak pernah tahu keabadian yang benar-benar abadi, pada manusia yang siang malam mencari sesuap keutuhan dirinya.


Kau lihat segenggam emas
Kau perlihatkan segunung mutiara
Kau terperangan dengan bahtera dunia
Kau tidak salah
Karena kau punya nafsu yang menggelora



Kau kerahkan kerah bajumu
Memoles wanita pujaan nafsu
Kau kerahkan keringat dinginmu
Menemukan pria tanpa baju
Kau tahu itu dunia, tapi kau tak pengenal kefanaannya

Siang malam, kau belagu
Mencari dunia, yang tak pernah tahu
Ke-tahu-an mu hanya tahu
Tapi tak tahu kedalaman yang Maha Tahu
Kerena Ia adalah penentu umur dunia yang sekejap itu
Tapi, kau terlena dengan sorga dunia, yang telah mengukir kalbu
Jika kau tahu, kau hanya sedetik terbelenggu
Kau akan terlempar di bukit yang berbatu
Atau, kau akan tenggelam dalam sorga penuh rindu

Dunia kau pertaruhkan
Demi nafsu yang terangkai
Dalam hati, pikiran bahkan badanmu
Tak lagi tahu
Kau hanya sekejap, kemudian menemukan maut-mu

Semua yang berujud
Akan fana
Yang kau sangka abadi, tak lebih dari sebagai abdi
Fana dalam kefanaan adalah hekekat diri
Mengapa mengunggulkan diri
Kau hanya sepatu, yang tak pernah naik dari kaki
Jika wajah hatimu hanya sekedar pencari hati
Bukan penemu diri
Kau tak akan pernah menemukan ke-dirian-mu
Jika kau masih berada dalam keabadian diri

Malang, 10 April 2010

Kamis, 08 April 2010

SI BOCAH, PEROKOK DAN TUKANG MISUH



Akhir-akhir ini lagi marak diceritakan diberbgai media seorang bocah yang masih berumur 4 tahun gemar merokok dan mengucapkan kata-kata cabul, yang jarang sekali diucapkan oleh anak-anak sebayanya, semua orang yang ada disekelilingnya resah dengan ulah anak kecil tersebut, dan anak-anak mereka dilarang untuk bermain dengan si bocah. Si bocah menjadi terkenal gara-gara muncul di yutube, tapi sekarang sudah diblokir gara-gara tidak sesuai dengan kode etik yutube, sekarang si bocah sangat terkenal, beberapa pihak telah menemunya dari DPRD sampai kak Seto dari Komnas Perlindungan Anak (PA), tapi apa yang terjadi, ketika mereka ke sana kata-kata kotor muncul dari si bocah “J*****K” yang belum tahu arti kehidupan itu.



Mengapa bocah yang masih bersih itu bisa menjadi sangat binal dan cuek denga lingkungan sekitarnya, apa yang sebenarnya terjadi? Kalau kita sering membaca tentang dunia anak-anak di media fenomena si bocah tadi hanyalah sebagaian dari ribuah bahkan jutaan bocah yang lebih menghkawatirkan, seperti suka ngesek, membunuh, dll…..dari mana mereka belajar, apakah sudah mendapatkan ilmu dari dalam kandungan atau mereka baru terlahirkan dari bumi kemudian orang-orang yang ada disekelilingnya mengajarkan seperti itu, atau ada hal-hal yang lain, yang membuat bocah-bocah itu menjadi tidak bermoral.
Untuk menjawab fenomena si bocah, kita bisa mengunakan pendekatan Sosial, dari beberapa pendekatan yang ada, seperti pendekatan Psikologi, Agama, Ekomomi, budaya dll, namun satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.
Dalam pendekatan social kita kenal dengan istilah lingkungan (bi’ah), dan lingkungan ini sangat berpengaruh besar dalam membangun dan menciptakan karakter anak, jika lingkungan baik maka akan tercipta di didalamnya orang-orang yang baik, tapi sebaliknya jika lingkungannya jelek maka akan muncul darinya anak-anak yang berperilakuan jelek. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SA W bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296). Tidak ada seorang “anak “ yang terlahir dalam kondisi pendendam yang kemudia ia tumbuh beringas dan penjadi pembunuh, tidak ada anak terlahir dengan pikiran ngesek, tapi menjelang umur 5 tahun dia sudah bisa melakukan hubungan sek, dan juga tidak ada yang terlahir dengan mulut-mulut kotor yang dipenuhi dengan kata-kata kotor pula, tapi tidak sedikit diumurnya yang masih belia kata-kata itu muncul seperti kasus si bocah dari Malang selain suka merokok dan suka berkata-kata kotor.
Dalam lingkungan yang terdekat adalah komponen orang tua, peran orang tua sangatlah berpengaruh besar bagi terbentuknya karakter anak, jika orang tuanya terbiasa berbicara kotor, maka anaknya tidak akan jauh dari berbuatan si orang tua, demikian sebaliknya. Jika orang tuanya perokok, maka nakanya juga demikian. Kasus si bocah di atas, ternyata kedua orang tuanya perokok berat, dan ibunya ketika dalam keadaan depresi berat ia suka berteriak-teriak dan berkata kotor.
Bagi orang Tua, hati-hati menjaga si buah hati, dan buatlah lingkungan yang indah, damai penuh dengan moral spiritual.


Senin, 05 April 2010

SAJAK YANG TERLUPAKAN


sajak patah di ranting-ranting rembulan.
sayapnya
tak mengepak.
gerimis tenggelam kesunyian
melambai.
amboi katamu.
makna telanjang, hanya sehelai huruf di balik layar.
sajak berkabut.
ditutupi ilalang.
kata-katanya merangkai pentas,
menari-nari dalam ruang dan waktu
titik-titik pun menyerap di pangkuan
menelaah kehidupan yang mulai carut marut oleh kata



titik tak lagi setia menemani kata
apalagi koma yang mulai mencerainya
kata pun pilu tak lagi menemukan sorga kalimat
yang mampu membelah dunia yang mulai bengkak oleh opini
kata bingung, pada siapa ia mengadu untuk bermuara
titik dan koma pun tak tega, ia dating dengan seribu cinta
meskipun sempat terlupa, tapi semuanya masa lalu
selamat berpesata kata dengan buaian titik dan koma

hidup antara cinta dan kebencian untuk menemukan kalimat yang terbuai kata.

Malang, 05 April 2010

Jumat, 02 April 2010

SESOBEK CINTA


Terlena dalam dekapan malam
Bersama kumbang menggapai harapan
Harapan hampa, yang tak pernah kekal
Memalsukan diri, mencari ketenagan
Yang semakin hari, tak pernah kunjung datang

Seribu janji, tak satu pun tertutupi
Karena kumbang hanya penabur janji
Demi nafsu birahi, ia singgahi walau tahu itu duri
Tak pernah mengenal Tuhan, karena sudah kerasukan syaitan
Mudah-mudahan cepat sadar, karena kiamat pasti dating
Datang berdendang, menimbang para pencari Tuhan dan Syaithan





Malam, yang penuh bunga tak pernah dilewatkan
Asal ada kata “ia” dari para penikmat
Sesobek “cinta” yang terteteskan
Bahtera kehormatan lenyap dalam sekejap

Sungguh, hanya Iman yang mampu mengendalikan
Demi masa depan yang penuh keindahan

Malang, 01 April 2010