السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 08 April 2010

SI BOCAH, PEROKOK DAN TUKANG MISUH



Akhir-akhir ini lagi marak diceritakan diberbgai media seorang bocah yang masih berumur 4 tahun gemar merokok dan mengucapkan kata-kata cabul, yang jarang sekali diucapkan oleh anak-anak sebayanya, semua orang yang ada disekelilingnya resah dengan ulah anak kecil tersebut, dan anak-anak mereka dilarang untuk bermain dengan si bocah. Si bocah menjadi terkenal gara-gara muncul di yutube, tapi sekarang sudah diblokir gara-gara tidak sesuai dengan kode etik yutube, sekarang si bocah sangat terkenal, beberapa pihak telah menemunya dari DPRD sampai kak Seto dari Komnas Perlindungan Anak (PA), tapi apa yang terjadi, ketika mereka ke sana kata-kata kotor muncul dari si bocah “J*****K” yang belum tahu arti kehidupan itu.



Mengapa bocah yang masih bersih itu bisa menjadi sangat binal dan cuek denga lingkungan sekitarnya, apa yang sebenarnya terjadi? Kalau kita sering membaca tentang dunia anak-anak di media fenomena si bocah tadi hanyalah sebagaian dari ribuah bahkan jutaan bocah yang lebih menghkawatirkan, seperti suka ngesek, membunuh, dll…..dari mana mereka belajar, apakah sudah mendapatkan ilmu dari dalam kandungan atau mereka baru terlahirkan dari bumi kemudian orang-orang yang ada disekelilingnya mengajarkan seperti itu, atau ada hal-hal yang lain, yang membuat bocah-bocah itu menjadi tidak bermoral.
Untuk menjawab fenomena si bocah, kita bisa mengunakan pendekatan Sosial, dari beberapa pendekatan yang ada, seperti pendekatan Psikologi, Agama, Ekomomi, budaya dll, namun satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.
Dalam pendekatan social kita kenal dengan istilah lingkungan (bi’ah), dan lingkungan ini sangat berpengaruh besar dalam membangun dan menciptakan karakter anak, jika lingkungan baik maka akan tercipta di didalamnya orang-orang yang baik, tapi sebaliknya jika lingkungannya jelek maka akan muncul darinya anak-anak yang berperilakuan jelek. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SA W bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296). Tidak ada seorang “anak “ yang terlahir dalam kondisi pendendam yang kemudia ia tumbuh beringas dan penjadi pembunuh, tidak ada anak terlahir dengan pikiran ngesek, tapi menjelang umur 5 tahun dia sudah bisa melakukan hubungan sek, dan juga tidak ada yang terlahir dengan mulut-mulut kotor yang dipenuhi dengan kata-kata kotor pula, tapi tidak sedikit diumurnya yang masih belia kata-kata itu muncul seperti kasus si bocah dari Malang selain suka merokok dan suka berkata-kata kotor.
Dalam lingkungan yang terdekat adalah komponen orang tua, peran orang tua sangatlah berpengaruh besar bagi terbentuknya karakter anak, jika orang tuanya terbiasa berbicara kotor, maka anaknya tidak akan jauh dari berbuatan si orang tua, demikian sebaliknya. Jika orang tuanya perokok, maka nakanya juga demikian. Kasus si bocah di atas, ternyata kedua orang tuanya perokok berat, dan ibunya ketika dalam keadaan depresi berat ia suka berteriak-teriak dan berkata kotor.
Bagi orang Tua, hati-hati menjaga si buah hati, dan buatlah lingkungan yang indah, damai penuh dengan moral spiritual.