Facebook Halimi Zuhdy
Minggu, 28 September 2025
Sirah dalam Syair: Jejak Nabi dalam Madih Nabawi
Selasa, 26 November 2024
Puisi Unik, Masa Ottoman dan Mamluk
Jumat, 13 Agustus 2021
Puisi Arab yang dianggap Paling Sulit
Rabu, 26 Mei 2021
Palestina, A'iruna Madafiukum
Selasa, 23 Juni 2020
Mata dan Penyair yang Majenun
Sabtu, 18 April 2020
Aku Mencintaimu Ya Rasul, Apakah Kau Menerima Cintaku?
Minggu, 15 Maret 2020
قصيدة "كورونا بيده"
Jumat, 08 September 2017
DARAH ROHINGYA, TAK AMIS LAGI
Halimi Zuhdy
Tubuh-tubuh tak berdosa dibantai
Anak-anak dibuat tumbal
Para Wanita, besar kecil dilacurkan
Setiap jengkal tanah, dihanguskan
Manusia bak bangkai, dibiarkan, tuk anjing yang datang
Rumah-rumah dibakar
Muslim-muslim terpanggang,
tak sempat mengerang
Mulut-mulut dibungkam
Sang Jendral beri penunjuk, "bakarlah"
Tidak seperti perang, tapi pembantaian besar-besaran
Bukan hanya kaum ekstrimis Budha, tentara pun menyerang
2013, sudah dibantai, Rohingya menjerit, dunia diam
2016, dibantai, diusir, ada suara samar
Kini, tahun ini, 2017, masihkah diam
Doa dipanjatkan
Harta dihantarkan
Diplomasi disungguhkan
Pemerintah, kuasanya digunakan
PBB turunlah tangan, mereka yang pembantai, penjarakan
Amerika yang biasa teriak, kini juga bungkam
Seperti banci, jika muslim dibantai dan diserang
Sungguh,
Rakhine jadi neraka jahanam
Siang kelam, mataharipun tenggelam
Anjing menggonggong, melolong dalam
Syuhada' siap jadi makan malam
Sungguh, ini kebiadaban
Atas nama apapun, manusia yang dibantai
Kami teriak, mereka bersorak
Kami menangis, mereka tambah bengis
Kami berdoa, mereka semakin berontak
Muslim Rohingya "begal" kata mereka
"Pendatang" kata mereka
Apakah kita dengar "kata mereka"
Dunia ini milik Tuhan,
Kalau ada hak milik dan pengakuan
Tak apalah, tapi janganlah membantai, menghancurkan
350 jiwa syuhadak, pekan ini
Genosida kata Turki
20 ribu terusir, Rohingya, dari bumi
Sungguh, kebiadapan tak kan berhenti
Kalau dunia masih diam dan mati
*Dosen Fak. Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang*
PP. Darun Nun Malang
www.darunnun.malang
https://www.instagram.com/p/BYjl6kcA91k/
Kamis, 06 Oktober 2016
PRAJAB; Menjabat “Pra” Jabatan
Selasa, 17 November 2015
Duka para Burung
Halimi zuhdy
Meriahnya gersang,
menorehkan duka burung burung yang tak lagi bernyanyi
Pagi Merangkai siul di krangkeng kemewahan
Wajahnya sendu,
berselimut pekat
Rumah rumah bertingkat,
merayakan hasrat,.
burung bungkam pengap di hotel ini,
kulihat burung burung besi berpesta,
membawa sejuta cita,
dengan angkuhnya berkata, "kubawa orang orang besar di dalamnya, menuntun dunia
Kamis, 01 Oktober 2015
Sajak-Sajak Halimi Zuhdy Jawa Post 27-9-2015
Selasa, 29 September 2015
Luka, Yang Kurindu
-maafka------------
maaf, aku pernah menggores luka yang telah luka
maaf, luka itu membuat seribu luka baru dalam batinmu
maaf, lukamu ternyata telah membusuk menjadi luka luka baru
dan sekali lagi saya mohon maaf, kalau luka itu membuat kau menjadi rindu padaku.
dan tolong maafkan aku, kalau hari ini luka itu sudah menjalan keseluruh tubuhmu,
jangan marah ya, dan sekali ini terima maafku, kalau luka itu telah membiru dan menjadi diriku ini,
terima kasih juga, kau mau untuk saya lukai dengan seribu jarum hatiku,
aku tak bermaksud melukaimu, hanya karena dengan luka itu, aku bisa masuk keseluruh tubuhmu.
maafkan luka
Rabu, 03 Juni 2015
KAWAH CINTA
Halimi Zuhdy
Kaulah penjaja cinta
yang tak pernah lelah
oleh terik mentari, hempas gelombang
tusuk duri, gersang gurun,
gelap malam, terjal Arjuna,
celoteh penguasa yang penuh dusta,
kau jajakan cinta pada Maha Cinta
Kau kumandangkan alunan cinta
Dari desa yang terpencil
Ke kota yang penuh bising
Bahkan ke manca negara yang tak pernah hening dan pesing
Kau alunkan kata-kata rindu
Lewat saja-sajak syahdumu



