السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 20 Maret 2015

KEBERMAKNAAN SETENGAH KATA

 

Halimi Zuhdy

“CAP, CIP,CUP”

Setelah shalat jamaah Dhuhur, Bapak Faishol Fatawi salah satu dosen Humaniora  dan Budaya sedikit bercanda pada saya untuk menuliskan kata “cup, cap, cip”, mungkin dengan kata aneh tadi bisa memberikan unpan dari pembaca, dengan sedikit guyon  saya menimpali, “ok” ini luar biasa memberikan makna untuk membuncah seribu keindahan. Dengan sedikit intrepretasi dari tiga kata itu (entah sudah bisa disebut kata atau belum, mungkin setengah kata), orang dapat menikmati hidup jika sudah melakukan tiga kata itu.
pertama adalah “Cap”, kata ini (ungkapan ini) saya maknai dengan ucapan, seseorang yang berintraksi dengan orang lain, tidak akan memberikan kebermaknaan jika tidak ada uncapan, atau sebuah intraksi tanpa ada kata-kata sulit untuk dipahami, maka “cap/Ucapan” sangat penting untuk dilakukan. Prinsip bahasa adalah “bahasa itu berkata” , artinya bahasa adalah ucapan, jika seseorang yang belajar bahasa namun tidak bisa berucap, maka kurang terpenuhi…karena inti dari bahasa adalah komunikasi yang didalamnya adalah ucapan….seperti  seseorang yang mencintai  kekasihnya namun tidak diucapkan, mungkin kekasihnya hanya sebatas bertanya-tanya…maka dengan ucap “cap” itulah ia mampu mengungkap makna tingkah yang ada dalam dirinya.
kedua adalah “Cup”, kata ini sering digunakan orang tua untuk anaknya yang masih kecil untuk memberikan kecupan cinta, atau kadang digunakan suami apda istrinya untuk kemesraan, “cup” dapat memberikan keteduhan karena menyentuhkan kulit dengan kulit yang kemudian menumbuhkan rasa cinta. Karena kata-kata yang tanpa aksi, hanya sebuah awang-awang tanpa bukti, keskipun aksi itu sendiri berbagai macam.

Ketiga adalah “cip”, meskipun ini ada kemiripan dengan “cuP’ tapi beda cara merasakan dan menikmatinya, kalau cup biasanya dengan bibir tapi kalau cip dengan lidah, artinya mencicipi…..
Ya..itu hanya interpretasi kecil-kecilan…….yang mungkin tidak terlalu bermakna, tapi intinya ungkapan apapun yang menurut orang lain tidak bermakna, tapi sebenarnya mengandung makna yang dahsyat…itu permainan kata para sastrawan yang dapat menggegerkan dunia.

CAP, CIP, CUP

Kau relakan dirimu untuk di cup
Dengan seribu cap
Cap..cap….cap…membuatmu terbuai semalam
Hanya demi nafsu yang terungkap
Kau cip..cip…malam itu bersama kumbang
Yang tak pernah bertanggung jawab
Kau sesal
Kau kalah
Kau galau
Kau kehilangan makna hidup
Karena kau menuruti nafsu “Cup dengan Cap..yang kemudian Cip”
Mudah-mudahan hari-hari itu
Tidak terulang kembali
Demi sebuah kemulyaan dan harga diri
Di hadapan Allah Sang Pematri
Kembalilah..bersimpuh
Untuk mencapai apa yang kau tempuh
Dunia akhirat tempat berlimbuh

malang