السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 20 Maret 2015

NASIB BANGSAKU

Halimi Zuhdy




Ku berpijak di tanah luhur
Berumput hijau nan subur

Kekayaan melimpah ruah
Tak habis walau dijarah

Berganti musim bergantipemimpin
Berganti rakyat semakin melarat

Rakyat sekarat, pemimpin nikmat
Nasib bangsaku semakin terlumat

Wakil rakyatku, beranjang sana ke luar negeri
Bermain-main, mencari pengalaman diri

Rakyat Indonesia
Bersatu kita teguh
Teguh dalam derita
Derita politik, budaya, ekonomi

Bercerai kita   runtuh
Runtuh dalam agama,dan rasa aman

Menjunjung martabat
Martabat bangsa luar
Menggerus isi perut bangsa kita
Mereka berpesta, kita menderita
Merekamerdeka, kita terdera

Wahai para pemimpin
Sadarlah
Kau dicipta untuk mencipta
Bukan untuk menebar petaka
Kau dipilih untuk memilah
Baik dan buruk….bersegeralah

Wahai rakyat Indonesia
Kita disorga, mengapa kita menderita
Kita dijarah, mengapa kita tak marah
Kita dijajah, mengapa kita berpesta
Kita dipecundangi, mengapa kita melindungi
Kita dikhianati, tapi kita selalu saja menikmati

Ha..ha…
Kita menjadi budak di negeri sendiri
Karena, negeri ini sudah tak punya nyali

Katanya “ini negeri nan subur”
Membawa hidp lebih makmur
Tapi….semua hanya impian,
Kalau kita tak pernah sadar….
Karena hidup adalah pilihan
Baik-buruk, pasti kita jalankan
Kebaikan adalah kepastian
bersama Allah sang penunjuk jalan

Malang, 27 Oktober 2010

Puisi ditulis, karena melihat para pemimpin yang keluyuran menikmati panorama keindahan diluar negeri, tak ada hadiah yang mereka bawa kecuali kesengangan, sedangkan rakyat berteriak dalam banyak aspek….dan negeri ini mempunyai kekayaan yang melimpah, tapi penjarahan oleh asih semakin parah.