السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Selasa, 13 April 2010

MENULIS DENGAN CINTA


Kegiatan menulis menurut kebanyakan orang sangatlah sulit, hal ini dibuktikan dengan berbagai survei bahwa dari tingkat yang paling bawah sampai perguruan tinggi pun, tidak semua pendidik senang atau merasa butuh untuk menulis, apalagi siswa atau mahasiswanya. ini terjadi karena ada streotip bahwa menulis adalah bakat, yang tidak setiap orang memiliki bakat tersebut. Jika menulis adalah bakat, maka tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi penulis, atau bisa menulis. atau ada anggapan, menulis itu sulit dan lain-lain. Tapi di sini saya tidak akan membahas menulis merupakan bakat atau bukan, tetapi bagaimana seseorang terangsang untuk menulis, dan bagaimana ia menulis dengan penuh cinta (senang hati), bukan karena terpaksa, atau dipaksa, atau bukan karena beban, atau diberi beban, bukan juga karena ketergantungan atau digantung (he..mati).




Menulis, tidak jauh berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang lain, seperti membaca, mendengarkan, berbicara, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya, kalau menulisnya petani adalah mencangkul, menggiring hewan, menanam pepohonan, dll sedangkan bagi buruh menulis seperti memikul barang, melipat, merapikan, dll, bagi ibu rumah tangga menulisnya adalah memasak, menjaga anak, mencuci, kemudian menjemur pakaian, kalau bagi bapak-bapak berdagang dll, masih banyak aktifitas yang sebenarny bisa dikatagorikan menulis, meskipun dalam aspek lain. Kkalau mereka bekerja dengan penuh senang hati, maka demikian juga dengan menulis, kalau petani tadi bisa mengcangkul setiap hari, mengapa menulis tidak .

Apabila menulis sudah menjadi sebuah kebiasaan tidak akan pernah menjadi beban, bahkan ketika ia tidak bisa melungkan waktunya untuk menulis seseorang bisa sakit, stress, dan merasa tidak ada cinta yang menggelora dalam dirinya. Kegiatan menulis bisa dilakukan oleh siapa saja tidak memandang akademisi, politikus, petani, buruh dll, asalkan ada KEMAUAN, ada pepatah lama ADA KEMAUAN PASTI ADA JALAN.

Tapi pertanyaannya, bagaimana merangsang untuk bisa menulis, jawabannya juga tidak terlalu sulit, selagi kita tahu manfaat menulis dan tujuan menulis, kalau tujuannya saja tidak tahu bagaimana kita mau menulis. Kemudian, ada pertanyaan lanjutan,setelah tahu mamfaat dan tujuan menulis, tapi ide-ide yang dikeluarkannya tidak ada, maka cobalah dalam banyak kesempatan untuk merangsang ide-ide muncul dengan menuliskan sesuatu. Gerakkan tangan Anda, rangsanglah pikiran anda untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan percepatlah menulis. Meminjam bahasa Mark Levy semakin cepat menulis maka semakin banyak ide yang akan dituliskan, semakin cepat menulis semakin terangsang ide untuk muncul. Dan seperti pernyataannya “seringkali saya ingin menulis, tapi apa yang akan saya tulis saya tidak tahu, tapi setelah saya ambil kertas dan pena muncullah ide-ide itu, bahkan sesuatu yang belum pernah saya pikirkan seketika itu berdesakan muncul.” Sebenarnya untuk memunculkan ide tidak lah terlalu sulit, asalkan kita mau membaca teks atau alam.

Kalau kegiatan menulis sudah kita mulai , maka selanjutkan bagaimana menulis dengan penuh cinta, hal ini tidak mudah memerlukan proses yang panjang, karena apa pun yang tidak dimulai dan diakiri dengan cinta akan hampa, dan apa pun yang dilakukan tidak dengan perasaan cinta, maka serasa hati dibelah menjadi dua (tidak ada kesatuan diri, antara kenikmatan dan kebencinat menjadi satu), di sini ada beberapa tipe, agar menulis menjadi senang, dan dipenuhi dengan perasaan cinta :

1. Tahu tujuan menulis
2. Tahu apa yang akan ditulis
3. Tahu mamfaat menulis (bisa menjadi cerdas : http://www.ppmi-riyadh.org/index.php?option=com_content&view=article&id=88:menjadi-cerdas-dengan-menulis&catid=40:self-development&Itemid=80)
4. Melepaskan belenggu ketika menulis
5. Jangan berfikir harus sempurna dalam menulis
6. Tidak harus menulis di depan laptop atau apa pun, menulislah ketika tangan dan hati sudah gatal
7. Jangan berhenti jika ide masih membeludak, dan jangan diedit, biarkan sampai ide-ide itu berhenti dengan sendirinya, kemudian edit, tapi ketika proses mengedit ide itu muncul kembali, biarkan ia mengalir dan mengalir..sampai menuju bahtera.
8. Jangan memikirjan judul, tapi ingatlah item apa yang saya akan tulis. Tidak harus memulasi dari, awal pragrab, bisa dari tengah, samping dan lainnya…sesukanya.
9. Jangan pernah berfikir, tulisannya harus dibaca orang.
Dan masih banyak tipe-tipe yang lain, bagaimana seseorang menulis dengan penuh perasaan cinta, sehingga di mana pun ia berada penuh dengan keceriaan, karena ia sebentar lagi akan menulis, menulis cinta dan kecintaan yang kemudian akan memunculkan kerinduan yang mendalam, pada akhirnya, menulis tidak pernah aka nada puasnya….silahkan menulis dengan Cintas.
Malang, 12 April 2010

Kalau ada kata-kata yang belum salah tulis, silahkan anda edit, kemudian tambahkan……tulisan ini tidak saya edit, saya selesaikan 10 menit, edit ya....