السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 07 Mei 2018

KALAU BERAT, BERATKAN SEKALIAN!

(Kunci Meringankan Beban Hidup) 

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 56)

Nabi pernah mengatur 53 ekspedisi militer, 9 kali memimpin perang besar. Bisa dibayangkan, betapa luar biasanya Nabi SAW; berapa banyak dana yang dikeluarkan, berapa kekuatan yang dipersiapkan, dan itu hanya dilakukan 22 tahun dalam dakwahnya. 

Dalam perang dunia ke-2, mempersiapkan satu peperangan saja, membutuhkan tenaga hebat, dana besar, dan korbannya juga tidak sedikit, 21 juta jiwa, 27 ribu ton bom setiap bulannya. Periode 1940-1945, dana militer AS naik tajam dari $1,9 miliar menjadi $59.8 miliar. Ini sangat luar biasa. Bagaimana dengan 9 kali peperangan Nabi SAW pada masanya, dengan 53 ekspedisi? Betapa berat amanah dakwah beliau. Tetapi, beliau tetap segar bugar, kejiwaan beliau dan para sahabatnya berada pada puncak terbaik.


Satu tahun saja, beliau kehilangan dua orang terkasih, yang mendukung perjuangannya, secara fisik dan emosi, disebutlah tahun kesedihan, belum lagi cacian, hinaan dan intimidasi dari kaumnya. Tetapi, beliau selalu masih tersenyum.

Sungguh sangat berat amanah dakwah Nabi SAW, belum lagi sebutan; penyihir, peramal, dan lainnya yang disematkan.  50 mil perjalanan menuju Thaif untuk berdakwah, tapi lemparan batu, cacian, hinaan yang beliau peluk, darahnya menetes deras sampai sandalnya basah memerah.
Ujian kepada para Nabi sangatla berat, tetapi ujian kepadanya melebihi ujian para Nabi lainnya.
Mengapa Nabi Muhammad mampu melaluinya dengan senyum, seakan-akan tidak pernah ada beban dalam hidupnya, ternyata ada kuncinya dan obat meringankan, bahkan sebagai solusi dari setiap krikil tajamnya. 

Ketika Nabi SAW dalam kondisi sedih, Istri dan Pamannya wafat, ditambah dengan cacian, makian, dan blokade. Namun, Allah menambahkan beban berat untuk kekasihnya. Beban berat ini, tidak menambah beban berat pada Nabi, tetapi menambah ringan, bahkan setiap ada masalah, Nabi selalu tersenyum. Yaitu diwajibkan Shalat lima waktu, yang setara 50 rakaat. Hanya Untuk shalat, Nabi SAW diperjalankan, bertemu Tuhan, Shalat diwajibkan. 

Untuk lebih meringankan lagi, *diwajibkan kepada Nabi shalat Tahajjut*, bahkan kaki beliau sampai bengkak. Belum lagi, lamanya beliau shalat, surat Al Baqarah, Ali Imran, Al Nisa',  dan membacanya dengan tartil. Maka, kunci luar biasa, yang membuat senyum Nabi ada pada ibadah Shalat. "Semakin shalat, semakin ringan" 

Meringankan beban hidup, menyelesaikan masalah dengan mensujudkan diri kepadaNya. Karena, Dialah pemberi segala solusi, Allah Akbar. Kecillah semua masalah. 

Allah berfirman : _“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai pertolonganmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”_. (QS. 2 : 153).
Shalat tidak menjadi beban, tetapi dapat meringankan beban. Jika ada masalah, shalat dan sabar menjadi solusi terhebatnya. Jika hidup berat, beratkan (ringankan langkah) dengan shalat.
Allah 'Alam

Batu, 26/4/2018

Khadim PP. Darun Nun Malang (www.darunnun.com)
https://www.instagram.com/p/BiCLqmAH0vw/