السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 07 Agustus 2010

Ersis dan Ledakan Karyanya




Sekitar tahun 2007-an, saya mulai berkenalan dengan rangkaian kata pak Ersis yang sungguh membuat otak mulai berputar dan tangan menari-nari untuk berkarya seperti beliau. Tulisan-tulisannya sungguh selalu memotivator para perangkai kata untuk selalu berkarya, menemukan makna, berfikir dan menuliskan apa yang dipikirkan, bahkan orang yang tak puny a ide pun ia support untuk selalu menemukan ide dengan sendirinya tanpa dipaksa apalagi memaksa.

Tulisan-tulisannya kian genjar, tak mengenal waktu dan tempat, setiap komputer terjaring dengan internet tulisannya nongol duluan dilayar, setiap kata yang terangkai selalu memberikan warna yang luar biasa, selalu mengajak orang untuk menulis…menulis…dan menulis, tak pernah ada pertanyaan yang tidak terjawab, keluahan menulis pun dari berbagai orang, ia selalu meresponnya, seakan-akan hidupnya adalah rangkaian kata yang selalu berjalan, mengalir dari ketinggian otak menuju bahtera kalimat, yang kemudian terlihat wacana yang cukup indah dan memberikan aroma yang semerbak, orang-orang pada suka menjaringnya untuk mendapatkan tulisan-tulisannya.

Kalau tahun 2005, pak Hernowo sangat cemerlang dengan tulisan-tulisannya, yang menggenjot siswa, guru, mahasiswa, dosen, pengusaha, da’I untuk menulis dan berhasil, tidak sedikit tulisan-tulisannya yang mampu membakar anak Indonesia untuk berkarya, kemudian muncul generasi-generasinya yang juga luar biasa, kemudian muncul 2006 seorang Jonru, dan tulisannya sekarang semakin menggila dengan jejaring yang tersebar diseluruh ruang-ruang web, tapi Pak Ersis agak berbeda dengan mereka, ia lebih gila dan garang dalam menelorkan tulisan-tulisannya, tak pernah tahu teori (bahkan mungkin tidak mau tahu), ia berjalan dengan kecematan luar biasa untuk selalu menemukan kata, dan benar, kata-katanya bergitu mengalir deras. Puluhan buku yang ia tulis (meskipun saya belum pernah membaca bukunya), tapi saya selalu menikmati tulisan-tulisannya di Internet, yang cukup memotivasi saya untuk tidak lelah apalagi berhenti untuk menulis.

Ketika seseorang mau membaca tulisannya, belum selesai bernafas tulisannya muncul lagi dengan gaya yang tidak “beraturan” (karena ia memiliki revolusi menulis tersendiri), ia selalu memanjakan otaknya untuk meledak dan menghantam pena yang memuncratkan darah hitam segar, dan mengepul makna-makna yang indah dari ledakannya. Terkait dengan teori pak Ersi pernah menulis “Dengan seikit ‘gagah’ (dasar tidak tahu mau, kali) ‘mencipta’ cara menulis mudah, terkadang dilabeli sebagai ‘Revolusi menulis’ bertitel Ersis Writing Theory (EWT). EWT menempatkan aktivitas menulis dalam bangun mindset mudah dan memudahkan. Ratusan tulisan tentang menulis, dan telah menjadi lebih belasan buku, membahas hal dimaksud. Ada memang pembaca yang merasa tersentil urat malunya, ada pula yang tersenang, dan ada pula yang merasa tersindir. Tergantung masing-masing pembaca.
Kayaknya pak Ersis juga tidak pernah mengeluh dalam berkarya, buatnya berkarya adalah sebuah surga yang harus ditempati dan dinikmati, yang di dalamnya dipenuhi berbagai keindahan, mengapa harus dikeluhkan, karena berkarya adalah kehidupannya.


Kalau saudara penasaran dengan pak Ersis silahkan buka : http://webersis.com/....dan bercengkrama dengan tulisannya yang selalu mengalir di : http://www.facebook.com/profile.php?id=1022283614