السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 11 Maret 2010

HIKMAH SHALAT BERJAMAAH

1. Bekerjasama dan rukun antar umat islam

Tidak diragukan, bahwa berkumpulnya umat Islam lima kali dalam sehari di masjid, akan memberikan dampak dalam hubungan persaudaraan, kedekatan, dan dapat menghilangkan berbagai noda diantara jamaah, sehingga jiwa mereka menjadi halus dan lembut, sebagaimana yang diceritakan oleh Siti A’syah bahwa rasulullah bersabda : al’arwahu junudun mujalladah “bahwa jiwa adalah tentara yang patuh, jika ia sudah mengenal maka akan menjadi lembut, jika berhianat maka akan memusuhi.

Dengan saling mengenal dan saling mengasihi maka akan tercapai apa yang diinginkan dan akan tumbuh ikatan kasih sayang di dalam hati mereka, maka mereka akan saling mengunjungi dan saling berkasih sayang karena Allah, mengapa karena dalam sholat tubuh mereka saling berdekatan dan jiwa mereka saling merasakan keindahan antara satu dengan yang lainnya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, oaring-orang mukmin dalam hal kasih sayang, dan tolong menolong seperti satu jasad, apabila salah satunya mengeluh sakit maka anggota tubuh yang lain juga merasakannya.




2. menghilangkan perpecahan dan strata social di antara masyarakan
Dalam shalat manusia sama, tidak ada perbedaan antara yang satu dengan lainnya, ketika mereka berbaris dalam satu shaf (barisan) maka disana tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, pedagang dan pekerja, pemimpin dan rakyat, mereka menuju satu ketaatan. Dan dahi mereka bersujud dalam satu posisinya hanya kepada Allah, semuanya berasal dari satu yaitu dari adam, dan tidak ada yang lebih istimewa atau diistimewakan dari mereka kecuali ketakwaannya. dari Khudaifah, Rasullah bersabda : semunya dari anak adam, dan adam diciptakan dari debu.

3. Berkumpul dalam hati seorang pemimpin
Diantara hikmanya shalat jamaah, belajar mematuhi perintah pemimpin yang mereka pilih, mereka yang melakukan shalat jamaah, mengikuti pemimpin mereka (imam) dan mereka tidak mendahuli ucapan dan perilaku, mereka senang mematuhi sistem dan keseragaman, serta merasakan indahnya sebiuh komunitas dengan satu orang pemimpin karena mereka senang pada Allah
Rasullulah menggambarkan penduduk sorga, bahwa hati mereka di atas hati seorang pemimpin, dari Abi hurairah : kelompok yang pertama kali masuk sorga adalah berbentuk bulan di malam purnama, indanya melebihi pelanit di langit yang lagi bersinar dan dan hati mereka berada di hati seorang pemimpin.