السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 11 Maret 2010

BERFIKIR BERBUAH “STRES” BERTINDAK, BERBUAH SUKSES

Tindakan mungkin tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak akan ada kebahagian tanpa ada tindakan. (Promod Batra, MBA)
Seringkali kita menjumpahi seseorang yang takut melangkah, karena dalam pikiran mereka adalah kegagalan dan kegagalan. Sedangkan mereka belum bertindak dan maju untuk melakukan apa yang mereka pikirkan, mereka hanya memikirkan kegagalan, keresahan, kesedihan, dan bahkan jurang sangat terjal selalu menghantuan pikiran.
Pikiran-pikiran ini sungguh memberikan dampak yang sangat buruk pada perjalanan hidupnya. Karena hidupnya dikejar-kejar dengan kegagalan, bukan sebuah keberhasilan yang gemilang. Pikirannya tersumbat oleh ilusi, terjerembab khayali, yang pada akhirnya berbuah emosi, yang dapat membutankan sang pemikir.




Sangat berbeda, bagi orang yang selalu berifikir sukses, alam menjadi cerah dipenuhi dengan sinar mentari, malam tak pernah gelap karena rembulan selalu bersinar dalam hati dan pikiranya, sehingga kesuksesan selalu bersamanya, ada ungkapan :jika kita berfikir sukses maka akan sukses, tapi jika kita berikir gagal akan menjadi gagal.
Tapi pikiran-pikiran itu tidak akan mampu melahirkan sesuatu, baik kegagalan atau kesuksesan, selama hanya menjadi pikiran yang tersimpan rapi dalam otak. Pikiran, juga tidak memberikan dampak yang serius dalam merubah diri, selama pikiran itu tidak berupa TINDAKAN. Ada pikiran yang kemudian menjadi pikiran, ada pikiran yang kemudian menjadi tindakan (action). Pikiran yang berbuah pikiran, akan memberikan pengaruh terhadap pikiran dan tubuh, jika pikiran itu tidak mampu membendung gejolak pikiran, dampaknya bisa stress atau bahkan struk.
Berbeda dengan pikiran yang melahirkan tindakan, seperti kata Promod Batta Tindakan mungkin tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak akan ada kebahagian tanpa ada tindakan. Setiap pikiran yang kemudian diikuti oleh tindakan akan berdampak pada dua pilihan : kegagalan atau kesuksesan. Dua hal ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena hidup itu memang sebuah pilihan, menjadi hidup atau mati, sukses atau gagal, maju atau mundur, bahagia atau sedih, cerdas atau bodoh, pilihan itu selalu ada dalam diri manuisa. Manusia tanpa pilihan, seperti sebuah kematian, yang tidak pernah ada gerakan apa-apa kecuali kematian itu sendiri, diam, senyap, sepi bahkan tak lagi ada gerakan apa pun (mati).
Pilihan dalam hidup adalah sebuah keharusan, tanpa pilihan, tidak akan pernah ada kemajuan, perkembangan dan kesuksesan. Pilihan-pilihan itu, dimulai dari sebuah pikiran, dan dari pikiran itulah membuah sebuah keputusan, antara maju atau mundur. Jika pilihannya mundur, maka dia tidak akan pernah tahu apa artinya maju, jika ia memilih maju, maka pilihannya adalah kenyataan (hidup atau mati, bahagia atau sedih).
Manusia, yang hanya dipenuhi dengan pikiran-pikiran dan angan-angan, dia tidak akan mampu menggerakkan dunia, dia hanya bisa membenamkan pikirannya dalam lamunan tanpa ujung, yang kemudian berubah menjadi benalu ganas, yang dapat menyerang otak, hati bahkan tubuh.
Pikiran dan tindakan adalah sebuah kesweimbangan hidup, hidup bukanlah hanya pikiran-pikiran dan juga bukan gerakan-gerakan, tapi hidup adalah pikiran dan gerakan, jika salah satunya tidak berjalan maka hidup menjadi timpang.
Tindakan yang saya maksud adalah gerakan (action) menuju sebuah hasil, seperti berfikir kemudian ia tungkan dalam tulisan, ucapan, dan bahkan tindakan,dan juga berfikir yang akan berdampak pada pengembangan hati dan pikiran itu sendiri.
Untuk menuju sebuah kesuksesan, tidak hanya terlena dalam pikiran, kemudian melayang-layang dalam angan yang pada gilirannya adalah sebuah hayalan. Tapi pikiran harus selalu dikembangkan yang pada akhirnya berbuah tindakan, tindak pikir, tindak hati, tindak gerak.
Pikiran tanpa tindakan hanyalah hayalan, tindakan tanpa pikiran sebuah petaka yang menghancurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar