السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 07 Mei 2018

LA TADRI

(Di Rarim Rahasia, Pulang Rahasia)
Halimi Zuhdy

Hari ini dikejutkan dengan kematian Mahasiswa UIN Malang, M. Iqbal, mahasiswa TI, kecelakaan di depan UIN. Sabtu kemarin, Dosen kami di almamater yang sama, Dr. Mujaid, kelahiran 1974, dosen Syariah juga dipanggil oleh Allah. Dan di grup IKA UIN Malang, juga tersiar Bapak Misyanto, Alumni IAIN Malang (skrg UIN), jurusan Tadris Bahasa Inggris, mantan kepala MAN 2 Probolinggo, dipanggil oleh Allah


Mudah-mudahan beliau, diberikan tempat yang indah di SisiNya.
Kematian datang silih berganti, tak mengenal tempat, tak pula mengenal waktu. Kematian sangat dekat dengan kehidupan, ia tak memilih usia tuk dilesatkan; ada yang masih dalam rahim, ada yang baru satu detik keluar dari rahim, ada pula yang belum lama dirahim, digugurkan. Tidak menunggu tua, tidak pula menunggu sakit, karena kematian bukan karena tua dan sakit. Ia adalah kehedak Sang Khaliq. Ia rahasia yang paling rahasia, agar manusia selalu waspada, bahwa ia akan datang tetiba, walau tak pernah merasa.

Kematian selalu unik, tapi nyata, dan ia benar-benar akan datang, pada siapa pun; Nabi, raja, kyai, pengusaha, dokter, tabib, dukun, guru, tukang sapu, pejabat, artis, dan siapa pun yang masih bernafas, ia akan datang tuk menderangkan kematian. 

Kematian nyata dan sangat nyata, dekat dan sangat dekat, ada yang masih menulis status kematian temannya, ia sudah tak bernafas. Ada yang baru hadir dari menshalati saudaranya, ia pun dishalati, ada pula menghadiri kematian, ia pun tiada. Berhembus terakhir, terkadang tak berpesan apapun.
Kematian itu selalu datang, tak mengenal tempat; tidak mati di darat, ia mati di pesawat. Tidak mati di rumah sakit, ia mati di bukit. Tidak di rumah, tapi di sawah. Terkadang dijaga ribuan tentara di Istana, ia mati begitu saja. Kadang di bungker, di benteng, sudah tak bernafas lagi. 

"Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya)_  [QS al-Hijr/ 15: 5]. Ia datang tanpa izin, walau kadang ada tanda, tetapi tidak ada yang kuasa tuk menolaknya. 


Selalu Allah memilih tempat bagi siapa pun dan apa pun di Mayapada, tuk dilesatkan ke Mayanyata, akhirat. 

Walau kematian belum diharapkan, tetapi ia akan datang, seperti Umar bin Khattab yang menghunus pedangnya, bagi orang memberitakan kematian Sang Nabi, tapi Nabi sudah benar-benar wafat, walau Umar belum percaya. Secinta apapun ia, kematian akan segera datang. Abu Bakar berpidato ketika Nabi wafat, “Siapa saja yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa Muhammad telah tiada. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu hidup dan tidak akan pernah mati.”

Kematian pun datang, bagi yang mengaku Tuhan; Fir'aun, Namrud, Alan John, David Cores, Jim Jones,  Vissarion dan lainnya. Ia tak kan pernah kekal, karena kematian adalah kepastian.
 كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ
Setiap yang berjiwa akan merasakan mati_ [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57]. 

Semuanya yang berjiwa, tak terkecuali apa pun dan siapa pun. Ia akan merasakan kematian. _Mati dan akan hidup lagi_. Merasakan, berarti akan mengalami kematian, merasakan seperti mencicipi, tidak semuanya, ia akan  datang setelah kematian dan mengalami kehidupan lain.

Merasakan, berarti ada setelah merasakan rasa lain yang akan diberikan, sebuah janji di akhirat nanti. Di sinilah semuanya tampak akan diuji, bagaimana ia menjalani kehidupan menuju kematiannya.
Mati bukanlah akhir segalanya, tapi untuk hidup kembali, menuai dari hasil kreasi dan cipta diri, ketika masih berada di dunia fana ini. Balasan dari semua prilaku, akan tersaksikan di fase ini. 

Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang mengetahui keghaiban dan yang nyata. Lalu Ia akan beritakan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan [QS. Al-Jumu’ah/62: 8].

Ya Allah panggil kami, dalam keadaan berbuat baik, dan masukkan kami pada golongan orang-orang baik.