السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 30 Desember 2017

SURAT SANG NABI (7)(Kalimat yang mengilat)



IG @Halimi Zuhdy3011

Bardakwah tidak harus menguras darah, memoncong senapan, berteriak membakar kobar. Berdakwah seperti pahatan-pahatan batu, yang diukir lembut, ada yang menjadi kapaknya, menjadi tangannya, mengkhyal seninya, dan ada pula yang menjadi angin tuk mengkhabarnya "Pahatanku, ukiran terbaik dunia, lihatlah". 

Berdakwa, tidak harus sama; ada yang bisa orasi, bisa mencipta puisi, berprilaku akhalqi, menulis kata seksi,  bedialog penuh semangat diri, debat tuk mengurai arti, sampai pedang siap menulis darah sebuah harga mati. 

Surat Nabi Muhammad kepada Heraclius, Raja Romawi, adalah bukti, betapa hebatnya kaliamat-kalimat Nabi, seperti menusuk lembut hati sang Raja, membuat anyaman-anyaman rasa, terperangah dan sulit tuk berdusta. Kalimat, walau hanya kata, ia mampu memberi makna sejuta, surat yang hinggap di tangan Raja, menggetarkan seisi istana, bahkan mampu menggetarkan jagat kekuasaanya.


" Bismillahir rahmanir rahiim…
  Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya

  Kepada Heraclius, raja Romawi
 Salaamun ‘ala manit-taba’al huda, amma ba’du
 (keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, selanjutnya)

Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya Anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepada-Mu dua kali. Jika Anda berpaling (tidak menerima) maka Anda menanggung semua dosa kaum Arisiyin. Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64).
(Rawayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dll)

Seruan kuat, dari seorang yang tidak memiliki kekuasaan, tapi ia memiliki kekuatan iman, percaya kepada Tuhan, bahwa siapapun ia, jika sudah tidak beriman, mengajaknya adalah sebuah keniscayaan, Surat adalah kalimat tajamnya tuk menyadarkan Raja pada keesaan Allah,
"Masuklah Islam, nisacaya Anda akan selamat..... Tidak kita sembah kecuali Allah..
Tegas, tangkas, jelas dan tak bertele. 

Maka, marilah berdakwa sesuai dengan kekuatan kita, ada yang mampu mengalirkan kalimat tuk mengukir iman, lakukanlah.....!!! siapa tahu setiap kalimat yang kita tujukan atau bahkan tak ada tujuannya, mampu menyadarkan seseorang tuk kembali padaNya, biidznillah. Karena ruang-ruang kosong selalu butuh angin tuk mengisinya.
---------------------------------------
Gambar di atas, adalah Surat yang dikirimkan kepada Raja Heraclius.
Dari Musium Amman Yordania, 12/2017