السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Minggu, 17 Desember 2017

PETRA; KEAJAIBAN RASA (5)(Megah Penuh Misterius)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Masuk 7 keajaiban dunia, semua mata terpaku, menyaksikan pahatan-pahatan batu, di punggung gunung yang beku. 

312 SM, kerajaan Nabatean menciptakan laku sejarah ini, entah bagaimana ukiran dicipta, rasa diolah, tangan menari dengan kyalan tinggi. Seperti Piramida dan Tajmahal, ia menyejarah. Jika piramida dibangun untuk tuhannya, ada kekuatan penyucian pada keghaibannya. Jika Tajmahal dicipta atas sebuah cinta pada kekasihnya, rindulah yang mengukirnya. Jika Petra dibangun atas  dewa-dewa dan keramat ruh raja-rajanya, ada keyakinan yang merasuknya. Jika Ka'bah dibangun atas perintah TuhanNya, maka ada rindu dan cinta, yang tidak hanya bangunan yang terpahat, tapi hati penuh harapan akan surgaNya, kebahagian yang merayunya.

Kekuatan apapun yang dibangun di Petra, dengan arsitektur terbaik dunia, dengan penguasa yang paling dihormat, berhala-berhala yang menjaga penuh setia, kaum yang penuh kebanggaan. Tapi Sang Maha Kuasa berkehendak, ia pun  kelam. 106 Masehi masa terbenamnya Kaum Nabatean, Romawi mensunami Petra, jalur perdagangannya melemah, mereka bangkrut, surut dan tenggelam. Sekitar tahun 700 M, sistem hidraulik dan beberapa gedung utamanya hancur menjadi puing. Petra tak lagi mementari, ia lanyap dalam sejarah dunia,  hanya menjadi dongeng dan mitos belaka.
Baru bersinar lagi, halayak terhenyak, ketika diungkap oleh Johann Bruckardt pada 1812, ada sebuah bangunan indah, "kota bunga" menyebutnya, bebatuan warna-warni, terpahat indah, dipeluk gunung, irigasi tertata rapi, seperti sengaja dibuat kerajaan raya. 


Keindahannya, belum bisa terucap, kecuali menyusuri sendiri lembah Musa, berjalan memasuki pintu utama, akan disapa bebatuan besar dengan ukiran indah, ada terongan panjang, ada kuburan ular dan tempat jin, terus diguyur indahnya bebatuan diiringi sepoi padang pasir di atasnya, mata terkantuk; biara, kuil,  dan pekuburan di lubang-lubang dinding batu, dan diapit gunung Harun (di sana ada pemakaman Nabi Harun), ada pula gedung theater megah seakan mengajak untuk berlaga rasa.
Sebelum menuju khaznah (Treasury) yang kira-kira panjangnya 43 m dan lebar 30 m, kita kan menyusuri lorong yang dihimpit bebatuan dengan ketinggian 90 m, dengan ornamen megah disepanjang jalan.

Bebatuan yang mekar seperti bunga, tiang-tiang Romawi yang kekar, Theater Roman dengan 3000 kursi, gereja Besantyum, pemujaan tuk para dewa, gunung tumbal (madzbah), bangunan ular, pekuburan tentara Romawi, raja dan putri. Dan ada Istana, Terikalinium, ma'bad asad, semuanya seakan-akan mengajak berkhayal masa lalu, apa yang pernah terjadi di sini (Petra), antara; Islam, Kresten, Yahudi, Paganisme. Antara; kekuasaan, keangkuhan, percintaan, seni, dan kekayaan. Antara Musa,Harun, Nabatean, Romawi, dan kisahnya bersama Fir'un di Mesir.
Itulah sejarah dengan artefak yang unggul, menyisakan sihir. Tapi, sihir sesungguhnya, jika kita "bersyukur", kaki telah dijejakkan di muka bumi oleh Allah, dan memahat rasa cinta pada manusia serta senyum tercipta, dengan Tuhan sebagai labuhan utama. 

"Tidak harus membangun Petra untuk dikenang, tapi cukuplah membangun kebaikan dan mencari ridha Tuhan, kenangnya abadi di Kayangan"

Halimi Zuhdy
Petra Yordania, 16/12/17