السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 16 Desember 2017

ASHABUL KAHFI (Membening Diri, di Gulita Gua) (4)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

"Pelarian hakiki, hanyalah Allah. Bersembunyi bukan karena takut, hanya untuk berdamai dengan nafsu, memurnikan hati, tuk melihat cinta abadi"

Pemuda perkasa, dengan sejuta cita, ketampanan yang mempesona,  kekayaan yang mengkilap dirinya, gemerlap pesta membahana, semuanya ditinggalkannya. 

Megah dunia yang mengitarinya, jabatan yang di proklamirkannya, tak lagi mampu merayunya.
Di sekelilingi biduan dunia, pesta angkara, kesyirikan yang dilestarikan,
Kemaksitan yang ditontonkan, Penguasa dituhankan. Disaat itulah, para pemuda itu lari,  bukan karena takut dan tidak mau merubah angkara. Tapi tuk membeningkan diri, walau ruang gelap gulita, tak ada cahaya duniawi, tapi mereka yakin, di sinalah ada cahaya ilahi.

" Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu".(Akahfi,16).

Mengasingkan diri, bukan takut dikebiri, bukan pula tidak menghargai, tapi demi harga diri dihadapan Ilahi, bukan hanya pemuas nafsu manusiawi. Mereka yakin, Allahlah yang akan mengangkat derajad mereka. Dan dibahagiakan olehNya.

" Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya ".(Alkahfi:17)

Mereka; Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, selama 309 tahun ditidurkan oleh Allah. Sungguh luar biasa.
Setiap masalah, jika dipasrahkan setelah ikhtiyar kepada Allah, maka Allah memberikan solusi yang luar biasa, lebih baik dari pada mereka bayangkan. karena hanya kepadaNyalah tempat berpasrah dan memasrahkan diri. Mereka ditidurkan, ketika kemasiatan diperebutkan, agama ditidurkan, dan dunia dituhankan, di sanalah Tuhan mencari hamba yang masih percaya kepadaNya, dan diselamatkan.

" Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. ” (Alkahfi; 20)

Dihina bukan karena terhina, tapi hanya agar tahu, apakah emas masih berharga ketika di lumpur pekat melumuri. Gulita tidak selama gelap, gulitanya malam tuk mendekat pada Maha Cahaya. 

Halimi Zuhdy
Amman, Yordania
15/12/2017