السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 15 Desember 2017

BERWISATA DI YORDANIA (Perjalanan Enjoy, Asyik, mudah dan menyenangkan)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Yordania menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh negara-negara luar, juga dari negara Indonesia, ada beberapa destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh parawisatawan, seperti; Petra (Batra'), Laut Mati (al-Bahr al-Mayyit),  Lembah Rum (Wadi Rum), Teluk Aqabah, Kerajaan Jaras, Benteng Aljoun, Gua Kahfi,  Kuburan para sahabat  Nabi, Masjid Malik Husain (terbesar di Yodania), Hercules Temple, Masjid Umayyad, Benteng Al Karak, Masjid Kuno (yang dibangun oleh Umar setelah mengalahkan Romawi Timur), Masjid Kuno Husain, Musium Angkot Raja (Mathaf Sayyarat Malik), Lembah Syuaib, gunung Amman, Kuburan Nabi; Syuaib dan Yusya' bin Nun, dan masih banyak yang lainnya. 


Yordania berada di Timur Tengah yang berbatasan dengan Suriah di sebelah utara, Arab Saudi di timur dan selatan, Irak di timur laut, serta Israel dan Tepi Barat di barat.

Ketika saya melalui beberapa destinasi wisata atau tempat-tempat bersejarah di Yordania, jadi teringat kebesaran Kerajaan Romania yang menjuntai dari Timur (Arab, Yordania) sampai Ke Italia. Puing-puingnya  masih banyak yang tersisa, bahkan seperti utuh, yaitu Roman Theater dibuat pada masa kekaisaran Marcus Aurelius (sekitar 169-177 M). Teater yang berukuran besar dan curam ini sanggup menampung 6000 penonton. Dibuat di bagian lereng, bangunan ini berorientasi di utara untuk melindungi penonton dari sengatan matahari, daerah ini berada di Ustul Balad Amman. Setelah itu saya mengunjungi masjid Husain, yang dibangun oleh tentara Umar bin Khattab, masjid paling awal di Yordania, dibangun setelah mengalahkan kekuasaan Romawi. Betapa tentara Islam waktu itu sangat luar biasa, mampu mengalahkan kekuasaan adidaya, yang dipimpin oleh  Khalid bin Walid. 

Bagi yang suka jalan-jalan ke Timur Tengah, terutama Yordania, maka bisa melakukan hal-hal berikut;
1. Menentukan negara yang dituju, misalnya Yordania. Menyiapkan paspor, atau kalau sudah punya, jangan lupa dilihat tanggal habisnya, minimal 6 bulan.
2. Pastikan dahulu, apakah negara yang dituju mewajibkan visa biasa (sebelum berangkat sudah ada visa yang diurus dikedutaan negara)  atau visa onreavel (bisa didapatkan di bandara setempat, negara yang dituju) . Jika visa biasa, maka harus diurus terlebih dahulu, sedangkan visa onraevel, hanya cukup bawa pasport  kemudian diberi visa. Lebih mudahnya dan lebih murah, membuat visa lewat internet. Kalau beli di visa Bandara Amman, sekitar 40 JOD (Sekitar 600-700 ribu). Di Yordania ada istilah _Jodan Pas_, visa yang harganya lebih tinggi, namun dapat memasuki berbagai destinasi wisata tanpa bayar.
3. Kalau ke Yordania dan ingin melakukan kunjungan ke negara lain, misalnya ke Saudi untuk umroh, maka jangan lupa, mengurus visa transit ( _Ta'asyirah murur_ ) di kedutaan Saudi yang ada di Jakarta, selain visit ke Yordania, nanti bisa Umroh di Makkah, dengan waktu transit tiga hari, menggunakan penerbangan Saudi Airline, dari Amman transit di Jiddah, keluar Bandara Jeddah untuk umrah, setelah itu langsung Jakarta. Atau langsung ke Turki, menggunakan visa onraevel, beli visa sekitar 35 USD.
4. Jangan lupa juga, menyiapkan pakaian sesuai dengan kondisi di Yordania, kebetulan saya berada pada musim dingin,  7 derajat. Maka, siapkan syal, sarung tangan, kaos kaki, dll. Sekalian bawa pelembab.
5.  Sebelum berangkat ke Yordan, dapat menukar uang rupiah (IDR) ke  uang Yordania (JOD) atau ke Dollar (USD). Di Yordania, termasuk krus paling tinggi di timur tengah, bahkan lebih mahal dari USD, 1 JOD sama dengan 19ribu. Atau bisa juga bawa ATM yang mengguankan label VISA, MAENSTRO, CIRRUS, dan mengambil uang di ATM (sharraf ali), otomatis keluar uang Dinar Yordania (JOD).
6. Tentukan destinasi wisata yang akan dituju, bisa menggunakan GPS, atau bawa peta wisata, agar sekali jalan dapat mampir ke berbagai tempat. Misalnya saya menuju Masjid Huasain, sekalian mampir ke Mathaf (musium) masjid (di dalamnya terdapat surat Nabi pada Heraqlius, Pohon Naungan Nabi, Rambut Nabi dll), kemudian Mathaf Sayyarah, dan ke Qoryah Tsaqafah, setelah itu ke Desa tertua di Yordan, ke Masjid Kuno, Tample Romania Amman, kemudian belanja di pasar tradisional.
7. Kendaraan bisa menggunakan Uber dengan tarif yang sudah tercantum, atau taksi. Bisa juga menghubungi orang2 Indonesia yang di Yordania untuk menayakan tentang informasi seputar kendaraan. Lebih baik cari info dulu, sebelum ke Yordan, terutama dari KBRI atau teman-teman mahasiswa di Yordan, PHMI.
8. Untuk penginapan, tarifnya bervareasi dari harga 475ribu, 900 ribu, standar 700 ribu.
9. Makanan juga bervariasi, makanan khas Yordan, Mansaf. Makanan lainnya;  Syurbah Adas, khumus, ful, tambah roti (khubz), Aruz, maqlubah, kabsyah, mandi, bukhari, dawali, zarbiyan, dan lainnya. Kalau mencari masakan Indonesia sulit sekali, bahkan tidak ada. Kecuali memesan terlebih dahulu pada orang indo di sina. Sedangkan minuman, seperti;Karkadi, bibzi, syai, muyah, khaziyah, dll.
10. Kalau sudah selesai jalan-jalan, dan ingin belanja untuk oleh-oleh, maka kalau di Amman, bisa mengunjungi pasar tradisional atau pasar yang bertebaran di Ustul Balad, jangan lupa ditawar, kadang harga ditinggikan. Lebih asyik, bawa gaet. He.
Selamat Menikmati wisata ilmiah di Tanah Syam (Yordania) 

Halimi Zuhdy
Amman 15/12/2017

www.halimizuhdy.blogspot.com