السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Rabu, 08 Maret 2017

Fatwa Cinta 45 : Rahasia Pakaian



Halimi Zuhdy


Pakaian bukan hanya benang-benang yang terajut, bukan pula polesan warna-warni dengan ukiran indah.

Ia tidak terbatas pelindung tubuh lagi, tetapi juga sebagai penanda batas-batas status sosial.

Pakaian bukan lagi sebagai pembalut tubuh tuk pelindung dari sengatan panas mentari dan cengkraman dinginnya malam, bukan pula hanya tuk menutupi aurat, tapi ia balutan kemewahan, kewibawaan, status kepangkatan, status diri tuk berada pada kemuliaan diri.

Pakaian dengan fenomenanya terekam dalam berbagai kisah cinta, murka dan angkara.

Kesedihan Ya'qub AS bermula dari pakaian Yusuf berlumuran darah, dengan sobekan tipuan yang dicipta dengan darah penghianatan, tapi pada akhirnya pakaian Yusuf pula yang memberi cinta dan kabar rindu, sehingga mata Ya'qub AS pun sembuh dari buta yang menjerat cinta, sobekan kainnya mampu menghapusnya.

Yusuf AS bertahta dan menjadi mulia, tidaklah secara tiba-tiba, ada kisah pakaian yang menjadi kisah pertaruhan cinta dan nafsu, yang berujung penjara. Sobeknya baju Yusuf AS di punggung adalah bentuk kekuatan Iman, lari dari pakaian yang mulai disingkap oleh Zulaikha, merayunya _haitalak_, pakaian transparanpun sebagai godaan. Tapi, Yusuf AS, tak bergeming, karena ia percaya _walibasuttaqwa dzalika khair_, baju ketakwaan adalah lebih baik.

Pakaian dengan berbagai aksesorisnya, ukirannya, mahalnya, modelnya, adalah tetap pakaian, tapi harkat yang sebenarnya bagaimana menjaga tubuh darj godaan dunia yang selalu membawa sengsara. Pakaian terbaik adalah takwa, membalutnya dengan sobekan sobekan kain sebagai materinya hanyalah bagian dari bagaiman tubuh tak celaka.

Mojokerto, 26 Peb 2017
*www.halimizuhdy.blogspot.com*