السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 23 Januari 2017

IBU, Penggerak Karakter (Cerita Luar Biasa)



(1)

Suatu hari, seorang guru bertanya kepada murid- muridnya,

"nanti kalau sudah besar cita citanya apa?"

Jawaban mereka bervariasi, ada yang ingin jadi; pilot, dokter, arsitek dan sederet cita-cita seputar pekerjaan tersebut, tetapi ada satu di antara para murid yang memiliki cita-cita berbeda, yaitu cita citanya ingin jadi Sahabat. semua murid tertawa mendengarkan cita-cita murid tadi, karena merasa aneh dan mungkin lucu.

Sang guru juga kaget, mengapa ia ingin menjadi Sahabat, kok tidak ingin jadi; pilot, dosen, dokter,guru, dll.

"kamu ingin jadi apa? kata sang guru mengulangi pertanyaannya.

"Ingin jadi Sahabat Nabi pak" jawabnya

Sang guru tambah heran

"mengapa kau ingin jadi sahabat? tanya gurunya.

"karena setiap sebelum tidur, Mama selalu bercerita tentang para sahabat, ia hebat, mereka cinta sama Allah dan akhlaknya baik, maka saya ingin menjadi seperti mereka."

Sang guru tiba-tiba berlinang air mata, karena ia tahu di belakang anak ini ada ibu yang luar biasa, dan tujuannya luar biasa. dan ia membuat sosok anak seperti itu.

(2)
Seorang guru Pengajar Pendidikan seni meminta siswa-siswinya untuk menggambar pemandangan musim semi

Tiba-tiba, salah satu siswi menyerahkan hasil lukisannya, ia menggambar mushaf, sang guru sangat heran.

"Gambarlah musim semi bukan menggambar mushaf, apa kau tidak mengerti!"kata sang guru

Jawaban yang tak disangka, dan benar benar membuat tamparan di wajah sang guru

Ia menjawab " Al Quran (mushaf) adalah musim semi hatiku, begitulah ibu mengajarkan"

Luar biasa, pengajaran yang sangat dahsyat, bentuk pengajaran apa seperti ini ?

Mutarjim: www.darunnun.com


IBU
Ibu, sangat berperan dalam menciptakan sebuah cita-cita anak, gerakannya dan pikirannya akan mudah terbentuk sebagaimana ibu menggerakkan dirinya.
Setiap orang besar, sosok ibu adalah cerminannya, ia tidak hanya merawat jasadi, tapi juga rohani.

Maka, bagaimana ibu merangkai tanaman karakter anak di taman rohani tuk membunga akhlak dan menumbuhkan buah spiritualitas, di situlah ibu dan masyarakat akan menuainya keindahannya.

Menuju Fatwa Cinta, Halimi Zuhdy, 22/01/2017