السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 04 Agustus 2016

ISTAFTI QOLBAK, Mintalah Fatwa pada Hatimu

Halimi Zuhdy

Banyak orang merasa kesepian ketika ditinggal oleh tunangan, keluarga, orang tua, saudara dan teman-temannya. Kesepian karena merasa tidak ada yang menemani, bahkan apapun yang ia miliki; Hp, Televisi, buku, juga tidak mampu diajak berdialog apalagi menghibur dirinya. Semua menjadi sepi, senyap.....dunia seperti kehilangan keindahan, kemolekannya, kemesraannya, ia hanya menemukan kegersangan, kejumudah, kegelisahan tanpa henti, Apalagi di tengah malam yang sepi, hanya temaram lampu yang menghias, ia hanya berteman dengan kegalauan dan kegelisahannya....tak pernah ada solusi, menangis sekuat diri.

Saya jadi teringan hadis Nabi “istafti qalbak”, mintalah fatwa pada hatimu, ini sebuah pesan yang luar bisa, yang mampu membongkar kebekuan, kesepian, bahkan kegelisahan. Pesan yang sering dilupakan ini akan menjadi jawaban dari sebuah kesepian, kegelisahan dan kebekuan. Seseorang yang selalu ingat pesan tadi, tidak akan pernah merasa kesepian. Ia hanya akan merasakan bahwa ada sesuatu yang paling akrab dalam dirinya, menamani dalam setiap geraknya, bahkan lebih dekat dan lebih setia dari yang lainnya, yaitu HATI.
 
Hati bisa diajak untuk berdialog, hati juga bisa dimintai pendapat, dari pesan teks di atas (istafti qolbak), ia lebih bisa memberikan solusi, bahkan lebih tepat, lebih bisa memberikan solusi dari orang-orang yang berada di sisi kita. Pertanyaannya, "Hati yang bagaimana yang mempu memberikan solusi"?

 
Hati yang mampu memebrikan solusi adalah hati yang terasah nuraninya, cayahanya berkilau, ma'rifah, bahkan mampu memberikan benderang bagi kegelapan dirinya dan orang lain. hati yang sudah terasah nuraninya (yang memiliki pancaran) akan mampu menjawab kegelisahan, kesusahan, dan juga mampu menjawab segala permasalahan hidupnya, dan ia juga akan mampu membuat bangkit seseorang untuk lebih tegap berdiri, lebih gagah beraksi. hati juga bisa dibuat pantulan diri, berkaca diri, dan membaca diri dan orang lain. Kalau hati yang gelap, tidak mampu menjadi teman, bahkan tidak bisa untuk dijadikan dialog. ia akan selalu disesaki dengan persoalan tanpa solusi. maka, membutuhkan hati yang lain untuk dipancarkan pada dirinya.

Hati yang bening akan teman yang paling indah, dapat diajak berbincang, guyon bahkan dimintai fatwa. Ia tidak akan berbohong, tetapi selalu saja kita bohonginya.he.he. Kalau ini, mah...banyak sekali yang melakukan.

Kalau semua orang mampu berbicara dengan hatinya, kemudian berbicara kepada orang lain dengan isi hatinya, pasti diterima, karena hati adalah gambaran yang luar biasa, maka ada istilah “berbicara dari hati kehati”, pasti maqbul. Tidak akan pernah mengingkari, dan pasti merasuk...memgapa?..karena hati yang jernih adalah kebenaran itu sendiri...! Di sini hati menjadi tempat bertanya bagi kita kala harus memutuskan sesuatu. Selain merupakan sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas, dan belas kasih,[ Syekh Ragip] hati juga bisa mengetahui apa yang diingkari oleh pengetahuan rasional. [Kabir Helminski].

Kalau ada yang merasa kesepian, berbicaralah dengan hatinya: dijamin ramai tapi damai, kalau ingin berbicara dan tidak mendapatkan teman....berbicaralah dengan hatinya....! kalau mau bertanya..bertanyalah pada hatinya....insyallah jawabannya terbaik......!

Kata Imam Al-Ghazali : pancaindra manusia bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap ke dunia luar. Tetapi, yang lebih menakjubkan lagi, hatinya memiliki jendela yang terbuka ke arah dunia ruh yang tak kasatmata; kadang-kadang bisa ia dapatkan isyarat tentang masa depan. Hatinya ibarat cermin yang memantulkan segala sesuatu yang tergambar di lawh al-mahfûzh .
 
http://halimizuhdy.blogspot.co.id/