السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Rabu, 10 Agustus 2016

CARA MUDAH DAN CEPAT MEMBACA KITAB KUNING





 Selalu ada yang menarik, ketika melakukan sesuatu, mencoba yang baru, membongkar yang lama dimodifikasi kembali, atau yang lebih menarik adalah berani untuk berbeda dengan merasakan hasilnya. Sesuatu tidak harus tetap, istiqomah, dan paten. Karena sesuatu yang dianggap bagus, belum tentu selamanya bagus, bisa saja ada yang lebih bagus, walau anggapan bagus dan lebih bagus sesuai dengan selera yang menilainya.

Kita sama-sama mengetahui, bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, bahkan sesuatu yang dianggap sempurna, selalu tampak kekurangannya. Maka alFaqir beberapa tahun terakhir memperhatikan beberapa metode Membaca Kitab Kuning yang dianggap bagus oleh orang, tertanyata hasilnya diluar kenyataannya, atau kurang memuaskan, baik bagi pengguna dan juga bagi tutornya. Ketidakpuasan yang saya maksud, adalah ketika metode ini saya ujicoba sendiri setelah mengikuti serangkaian pembelajaran yang harus ditempuh, ya…metode itu hanya menjadi serangkaian seremonial tetapi kurang memuaskan. Tetapi, saya sangat salut bagi pendidik, guru, ustadz, kyai yang selalu mencari metode terbaru dalam mempermudah atau mempercepat bisa membaca kitab kuning, Karena tidak semua orang memiliki ide dan kemudian dituangkan dalam satu buku, yang kemudian diujicobakan, ada yang berhasil, ada pula yang tidak berhasil.


Di sinilah yang saya maksud, bahwa tidak ada metode membaca kita kuning yang paling bagus, semuanya bisa bagus, atau semuanya biasa-biasa saja. Karena, sebuah metode ketika diujicobakan pada komunitas tertentu hasilnya luar baisa, tetapi ketika komunitas yang lain menggunakan, hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Maka, saya memiliki kesimpulan, relativitas metodelogi. Artinya, kita tidak harus puas dengan metode tertentu, kita harus selalu mencoba, berkreasi, dan beraksi, untuk menemukan metode yang “paling bagus” sesuai dengan keinginan santri, siswa atau mahasiswa, walau tetap saja tidak ada kesempurnaan dalam metode yang kita ciptakan, ya..minimal kita telah berbuat untuk umat untuk membisakan membaca kita kuning.

Alfaqir, dalam hal ini mencoba menggabungkan beberapa pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain dalam belajar membaca kita kuning, ada yang merasa kesulitan dalam membaca dan memahami, ada yang kesulitas memahami saja, ada yang membacanya kesulitan tetapi cepat memahami isi atau kandungannnya. Dan ada pula yang hanya belajar teori atau kaidah-kaidah saja tanpa banyak membaca kitab, ia sangat menguasi ilmu nahwu dan sharaf, tapi masih kesulitan membaca kitab.  Ada pula yang tidak peduli denga kaidah Nahwu dan sharraf, dan membacanya juga kesulitan, ada yang bisa membaca, fasih memberikan arti tetapi sulit memahami,  dan lain sebagainya. Maka saya, mempunyai kesimpulan dalam pembelajaran Membaca Kitab Kuning ini dalam tiga hal; Tadriby (tadhbiq), Nadzary, dan Siyaqi. Insyallah dengan memahami tidak hal ini santri atau siapa pun yang ingin belajar Kitab Kuning akan lebih mudah dan cepat. Wallahu ‘alam bishawab.

Tentang “Tadriby (tadhbiq), Nadzary, dan Siyaqi (Natasi) akan saya jelaskan dikesempatan yang lain. 

Halimi Zuhdy