السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 02 Desember 2011

BUDAYA YANG TERPEDAYA




Halimi Zuhdy

Gemah ripah loh jenawi
Wajah-wajah ceria melenakan  hati
dari kulit yang berbeda, menampakkan budi
pakaian adat yang terpancang
bukan tuk ego yang  terpasung
dari kemben sampai koteka
bukti budaya merdeka
walau mereka tak pernah ketawa
karena kutukan sang dewa

pesona tari : tari serimpi,topeng, patai, ledo
teregus, berganti Jazz, pop, rokk, R&B yang melenakan
ia tak lagi bermatra,
hanya sebagai pemuas nafsu belaka

pakaian bukan lagi untuk menutup
tapi hanya sebagai muslihat,
pemanggut mata yang tak pernah terkatup
membalut, kadang lepas seperti belut

budaya Indonesia terkilir
terangsung globalisasi  yang deras mengalir
bangga, adat yang menghilang
karena para cukong internasional mulai mengekang

toh….walau budaya masih bertahan
hanya sebagai kenangan,
bahwa kita pernah punya budaya
tapi, ia hanya sekedar wayang
untuk mempromosikan keindahan

mereka tak tahu, telah tertipu
budaya kita hanya sebagai hantu
tergerus Barat dan Timur, yang mulai menyatu

pilu kusaksikan, budaya yang menghilang
dari tanah kelahiran
berganti kostum-kostum yang pelacuran
dari tanah yang tak kukenal

atas nama kemajuan,
budaya tergadaikan
dari baju sampai celana dalam
meniru, seakan-akan tak pernah  terbudayakan

adat istiadat yang menghilang
ditelan keseronokan,
mengumbar kemewahan
bukan apa, tapi mengapa selalu terpromosikan

rumah-rumah Menang, Gadang, Seleso, Limas, panggung
berganti gedung-gedung  mewah,
berpoles ego dan imprialisme

makanan dengan seribu bumbu
dengan jampi-jampi penuh  rindu
Rendang, balado, asem, penyet, lento, kare, presto, gudeg, ronde, cingur
Mengeras di balik kulkas, teregut Seafood, Medonal, Kfc
Bangga, membeli dan menjual kapitalisme,
demi perut membusung, atas nama “investasi”

pasar-pasar Rakyat, terdampar
beralih Mall, yang menyengsarakan
took-toko kecil rakyat menghilang,
terjepit ruko, mini market, yang mengusai kedhaliman

sungguh, budaya Indonesia dalam  rengkuhan  keterasingan

Malang, 1 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar