السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 27 Mei 2011

Mengkonteks Perempuan,Perempuan Memuhasabah diri

Halimi Zuhdy


Kehidupan merupakan sebuah gerak, mengalir dan berombak. Kehidupan tidak selamanya mendesir seperti aliran air, dan juga tidak akan selamanya berombak yang dapat menghantam perahu, ia merupakan perpaduan antara aliran sungai dan ombak dilautan, atau menggunakan matsal lain, ia seperti roda yang terus berputar. Bergeraknya hidup, dipenuhi dengan gerakan lain di dalamnya, yaitu terciptanya lelaki dan perempuan. Lelaki dan perempuan sebagai musik padu, yang dapat memberikan lagu-lagu indah pada semesta, ia bukan dua tapi kesatuan yang satu. Ia langit dan bumi, tapi bukan dua, tapi bumi yang membutuhkan air hujan, dan langit yang menyerap hujan dengan mataharinya. Keduanya sebuah keindahan yang terus akan menghiasi dunia.

Judul di atas lebih mengarah pada perempuan, karena apa yang akan saya sampaikan adalah pesan Nabi untuk laki-laki yang ingin meminang perempuan atau  memilih perempuan sebagai teman dalam hidupnya, meskipun pada akhirnya keduanya adalah sebuah keutuhan. Ketika berbicara perempuan, maka di sana ada sosok yang juga terlibat, yaitu laki-laki.

Wasiat ini datang untuk mengingatkan bahwa musik itu menjadi tidak indah didengar apabila salah satu dari alat-alatnya tidak berfungsi denga baik (rusak), pesan Hukama’ itu adalah :  "Jangan engkau menikahi enam macam perempuan, yaitu ananah, mananah, hananah, hadaqah, basaqah dan syadaqah".

Larangan di atas menurut saya  sebuah harapan Hukama’ untuk menjadikan dunia ini seperti musik –artistik yang memberkan keindahan pada pendengaran dan pemainnya. Dan sebuah peringatan kepada kau perempuan untuk menjaga dirinya berbuat ananah, mananah, hananah, hadaqah, basaqah dan syadaqah. Sebagai sebuah pelajaran untuk perempuan yang seperti itu, maka laki-laki yang shalih tidak memilih perempuan yang kurang baik, kecuali mampu untuk memberikan kebaikan dan ketealdan sehingga terbentuk music-musik kehidupan yang harmonis.
Perempuan  yang dimaksud di atas adalah :

لا تتزوجوا من النساء ستة:  - لا أنانة "كثيرة الشكي والأنين" ، ولا منانة "من تمن على زوجها" ، ولا حنانة "من تحن لزوج آخر" ، ولا حداقة "تشتهي ما ليس عندها" ، ولا براقة "كثيرة الزينة"

1) Perempuan Ananah ( انانة ) : adalah perempuan yang suka mengadu, mengeluh, dan meratap diri. Lah, bagi seorang laki-laki yang ingin mencari pendamping hidup, hendaknya menhindari perempuan seperti ini, karena ia akan memberika aroma psimistik dalam membangun keharmonisan rumah tangga, selalu terbelenggu dengan keresahan dan ketidak puasan. Tapi, bagi lelaki yang tangguh dan merasa tangguh serta mampu merubah sosok pengeluh menjadi sosok yang optimistic, maka tangkaplah ia dalam asmara dan kawini untuk membetuk karakter building.
Bagi perempuan yang memiliki sikap seperti ini, hendaknya memuhasab dirinya, masih pantaskan dirinya untuk melanjutkan sikapnya, yang akan berpengaruh pada bahana rumah tangganya bahkan kehidpuan selanjutnya.

2) Perempuan Mananah ( منانة ): adalah sosok perempuan yang suka meniadakan peran suami dalam kehidupan rumah tangganya, ia menyepelekan suaminya, seakan-akan dimatanya kesuksesan yang diraih hasil kecerdasan dan kelihaian dirinya. perempuan seperti akan menjadi duri tajam dalam rumah tangga, ia selalu menusuk hati, dan membuat kekerdilan sang pemimpin rumah tangga, mengambil peran lebih dari apa yang harus dikerjakan bersama, atau pengambilan alih kekuasaan keluarga.


3) Perempuan Hananah ( حنانة ) : adalah perempuan yang pernah mencintai seseorang sebelum menikah dengan suaminya, dan kecintaannya selalu diutarakan kepada suaminya yang sekarang.
Perempuan yang suka mengungkit-ungkit atau membeberkan kasih sayangnya pada suami yang terdahulu, akan menjadikan keharmonisan keluarga berantarakan bahkan akan berakhir dengan peceraian. Atau perempuan yang pernah punya kekasih, dan ia sering membicarakan kekasihnya di hadapan suaminya, dengan menyebut beberapa kelebihannya, kehebatannya bahkan cintanya pada dirinya yang melebihi suaminya.  Termasuk yang tidak boleh juga adalah menyatakan kepada anaknya dari suami yang lain.

Bagi perempuan, jika memang suaminya yang dahulu atau mantan kekasihnya melebihi suaminya yang sekarang, maka hendaknya bersabar dan mengambil hikmah, bahwa setiap orang memiliki perbedaan dan setiap perbedaan memiliki kelebihan. Tidak ada orang yang sempurna di muka bumi ini, ketika kita melihat kekurangan orang lain, hendaknya bagi seorang istri menutupi dengan kelebihan dirinya, atau jika kedua-duanya tidak memiliki itu, mungkin ada hikmah di balik ketidakadaan sesuatu dalam diri keluarganya, dan harus saling meyakinkannya bahwa kelaurganya paling harmonis yang pernah ada di muka bumi ini. Suami yang sering dibandingkan dengan orang lain maka akan menimbulkan keiriaan dan dendam, pasti suatu saat akan terlampiaskan dengan pertengkaran atau percekcokan dengan mantan atau bahkan dengan sang istrinya.

Bagi Suami, jika sang istri suka membandingkan dirinya atau sering mengungkapkan kasih saying mantannya kepada dirinya, hendaknya bersabar dan berilah penjelasan untuk tidak mengungkapkan itu dihadapnya, karena akan menimbulkan disharmonisasi. Dan sebagai pemimpin, selalu bersikap tegas dan tangkas tanpa harus berbuat onar apalagi keras kepada istri, ia hanya bisa dilunakkan dengan hati dan perhatian yang lembut.

4) Perempuan Hadaqah ( حداقة ) : adalah perempuan yang suka melihat sesuatu atau menebar bandangan kesetiap penjuru, lalu hatinya terpaut untuk memiliki apa yang dilihatnya, dan memaksakan keinginannya pada suaminya untuk membelikan barang yang disukainya.

Perempuan yang memiliki sifat seperti ini akan selalu menjadikan suaminya seperti boneka, seakan-akan ia adalah seorang ratu yang memiliki otoritas penuh atas kehendak dirinya, akan menganggap suaminya sebagai staf rumah tangga yang selalu mendampingi dan wajib mengaulkan keinginnya tampa banyak berfikir dampak negative atau positifnya. Perempuan “manja” bukan tidak boleh, tapi bagi yang terlalu manja dan mengakibatkan sang suami minder atau pusing seribu keliling dikarenakan kantong kosong, akan mengakibatkan suami tidak kerasan di rumah bahkan senang berjalan sendirian daripada bersama istri yang bawel, cerewet dan terlalu manja.

Bagi perempuan, jika memiliki sifat seperti di atas, dan suka menebar padangan keberbagai pelosok pasar, supermarket, mall, dan lainnya. Hendaknya merubah dirinya untuk selalu menundukkan pandangannya, disamping menjaga hati, juga menjaga keharmonisan. Untuk merubahnya mungkin tidak mudah, harus melalui beberpa tahap, dan setiap tahap diniatkan untuk keharmonisan rumah tangga dan menjaga iman. Yang penting juga menjaga keuangan agar tidak boros, karena Allah tidak suka kepada hambanya yang boros.

Bagi suami, apabila memiliki istri yang suka jajan, belanja, dan membelalakkan matanya keberbagai penjuru, hendaknya selalu meminta kepada Allah agar istrinya diberikan pandangan kesejukan dan pandangan kearifan,dan yang paling penting adalah selalu menasehatinya dengan menselipkan beberapa ayat atau hadis yang menyatakan ketidak senangan Allah pada seseorang yang boros dan suka menghambur-hamburkan harta.

5) Perempuan Baraqah ( براقة ) : hal ini memiliki dua macam :

Pertama perempuan baraqah adalah perempuan yang suka menghias dirinya (bersolek), mempoles wajahnya dengan berbagai jenis alat kecantikan, kadang tidak puas dengan bulu-bulu yang adadi wajahnya ia cukur sampai tipis, ada pula yang sampai operasi plastik. Tubuhnya ia balut dengan perhiasan, baju-baju yang seksi, atau tidak seksi tapi sangat mahal, seakan-akan ia adalah sang ratu yang setiap hari harus tanpak cantik dihadapn semua orang, tidak ingin dilihat sebagai perempuan kampungan atau perempuan biasa-bias. Namun, dibalik itu semua, hanya untuk orang lain bukan untuk sang suami.  Dia suka berbelanja peralatan kecantikan dan suka menghambur-hamburkan uang demi memoles dirinya, dan tujuannya jelas sebagai kedok kebahagiaan rumah tangga, tapi nyatanya ketika berada di dalam rumah ia jarang dan bahkan tidak pernah bersolek, tapi ketika keluar rumah semua peralatan kecantikan dari ujung rambut sampai ujung kaki ia pakai.

Kedua perempuan baraqah  adalah perempuan yang suka muring-muring dan marah apabila dia makan bersama, ia hanya ingin makan seorang diri tanpa ditemani siapa pun, sifat keegoisannya sangat tampak jelas. Ia tidak menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan, dia suka menyendiri dan sulit berbagi.

6) Wanita Syadaqah ( شداقة ) : adalah perempuan cerewat, yang selalu mengomentari setiap apa yang dilihat, dibaca dan didengarkan. Suka membicarakan dirinya, tetangganya dan kelaurganya. Apabila berbicara suka menguasai keadaan, dan tidak mau kalah dalam farum apapun. Apabila bertanya tidak cukup sekali dua kali, ia semakin banyak bertanya jika dijelaskan, dan ketika tidak jelas juga berkomentar.

Malang, 27 mei 2011
http://halimizuhdy.blogspot.com/