السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Selasa, 26 April 2011

Menulis biasa, menjadi luar biasa!

Bagi seseorang yang suka menulis untuk mengembangkan imajinasinya dan memperkaya daya khayalnya, sangat tepat jika menggunakan teori  “apa pun”, maksudnya?….menulis apa saja yang penting tertulis tidak harus ada poin-poin, kerangka karangan atau apalah namanya yang dapat menyebabkan kemandekan berpikir, meskipun bagi sebagian orang kerangkan karangan adalah kunci untuk memunculkan imajinasi tingkat tinggi. Kalau saya sepakat dengan teori “apa pun” artinya apa pun yang muncul dalam otak atau dalam dunia ide, penting atau tidak penting, harus diuraikan dalam bentuk tulisan, dengan merajut kata-perkata menjadi kalimat, kalimat menjadi parangrap dan seterusnya…sehingga menjadi catatan-catatan bagi kita, atau menjadi opini yang layak dibaca…..kita ingat banyak orang besar yang tidak suka menulis artikel atau buku, tapi hanya suka menulis catatan pribadi tapi ternyata catatan-catatan hariannya m menjadi buku bestseller bahkan mega bestseller. Apa artinya, bahwa setiap ledakan ide yang ada dalam diri kita pasti ada maknanya, coba saja ketika kita menulis lintasan pikiran yang menurut kita hanya biasa-biasa saja, tapi menjadi luar biasa. Setiap percikannya mengandung api yang mampu membakar apa pun yang ada disekitarnya…bahkan mampu meledakkan gas kejumudan menjadi bom bagi kegersangan karya.

Kemarin (25 April 2011) anak saya yang masih berumur tiga tahun saya ajak keToko Buku  Toga Mas untuk melihat buku-buku baru, ternyata di deretan terdepan buku-buku bestseller bahkan mega bestseller terpampang buku-buku “aneh” , ada 13 wasiat terlarang, 10 jurus terlarang, 7 keajaiban rezeki,.buku yang sungguh mengisnpirasi, dengan izin-Nya, buku mega-bestseller 7 Keajaiban Rezeki telah mengajaibkan puluhan ribu orang di Indonesia, Malaysia, Singapura, Timur Tengah, sampai Amerika Serikat, dalam hitungan hari!! buku yang tidak seperti karangan para doktor dan professor yang ditunjang dengan penelitian ilmiah dengan kata-kata yang ilmiah pula dan hanya orang-orang yang berpendidikan tinggi yang mampu membacanya, dan membutuhkan waktu untuk membacanya, dengan tulisan-tulisan yang sudah tersusun rapi,  namun 3 buku tipis di atas tidaklah terlalu rumit seperti buku-buku hasil penelitian, ia hanya layaknya buku harian, tapi mengandung makna yang cukup dalam dan mampu memberikan motivasi yang dahsyat bagi  pembacanya, seakan-akan pembaca dibawa menuju sorga keimanan tingkat tingga dengan melakukan hal-hal yang kecil dengan menggunakan otak kanan agar menjadi sesuatu yang besar, tulisan-tulisan Ippho Santoso, menurut saya hanyalah catatan harian yang dipoles dengan pengalaman yang sarat dengan inspirasi global dan dibumbui motivasi tinggi dengan bahasa yang sederhana.
Selain tulisan Lippho masih banyak tulisan-tulisan atau catatan-catatan sederhana, bersahaja, dan sarat makna yang beredar dan menjadi mega bestseller di dunia, kemudian saya berfikir, bahwa menulis tidak harus berat-berat, tapi yang penting menulis, mengurai ide dalam lembaran-lembaran kertas, bermakna atau tidak, pasrahkan saja sama pembaca, bisa saja ia merupakan hal yang sangat indah bagi pembaca meskipun menurut kita hanya hal yang snagat sederhana….karena dalam setipa percikan ide ada sebuah kedahsyatan yang luar biasa…….

Akhirnya saya mencoba untuk menulis walau tak pernah ada ide, karena ketiadaan ide, adalah
keberadaannya….

Kaifa ro’yuk?