السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 28 April 2011

IMAM SUPRAYOGO, ALI MUAKHIR, ERSIS WARMANSYAH ABBAS dan MENULIS

Halimi Zuhdy

Menulis tanpa henti sampai maut menjemput diri
Tangan menari-nari, di atas kanvas kehidupan yang tak pasti
Menulis adalah pilihan yang berarti
Bagi para insan yang tahu bahwa hidup sangatlah berarti” Halimi Zuhdy

PROF. DR. H. IMAM SUPRAYOGO, dikancah nasional sudah tidak asing lagi, khususnya di kalangan Uneversitas Islam Negeri di Indonesia, beliau seorang motivator handal –aliran kata-katanya mengalir dengan deras, menembus batu-batu cadas, dan mampu membuat mata tak berkedip dengan olahan kalimat yang terurai rapi, penuh falsafah dan makna yang dalam.  Pria ini adalah sosok yang tidak hanya punya kelebihan dalam satu sisi, namun semakin dilihat dan diperhatikan, maka sisi-sisi lain bermunculan, di antaranya adalah keistiqomahannya dalam menulis artikel, tak ada jeda satu hari pun untuk berhenti menulis, anyaman tangannya terus bergerak membuat paragrap-paragrap tanpa henti, opini-opini terus bermunculan setiap hari, dengan bahasa lugas dan padat, tak butuh kerja keras untuk mendapatkan makna dari tulisannya. Maka tak heran jika tahun 2009 meraih prestasi dari MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai “Penulis Terbanyak di website tanpa henti selama setahun” sejak 11 Juni 2008 sampai 11 Juni 2009, sampai hari ini pun beliau juga tidak berhenti merangkai kata-katanya.

Dalam  dunia kepenulisannya sudah tidak diragukan lagi, ia seorang penulis produktif yang tak mengenal lelah, tumpukan buku dan artikel di ruang kerjanya tersusun dengan rapi, bukan milik orang lain, tapi hasil dari produktifasnya yang tinggi. Ia bukan hanya sosok yang gemar untuk menyuruh menulis, tapi ia adalah pelaku itu sendiri, sebagai penulis produktif.

Kuncinya : Terlalu banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan menulis, lebih-lebih bagi penulisnya sendiri. Melalui kegiatan menulis seolah-olah seseorang telah memberi sesuatu kepada orang lain. Padahal, pada saat itu sebenarnya keuntungan yang terbanyak justru akan diperoleh oleh penulisnya sendiri. Dengan menulis maka pengetahuannya menjadi terpelihara dan akan selalu bertambah. Selain itu, juga terbangun sillaturrahmi yang luas.


 Tuilsan saya yang lain : http://halimizuhdy.blogspot.com/2009/11/prof-imam-dan-harkah-menulis.html


ALI MUAKHIR pernulis produktif, juga peraih Musium Rekor Indonesia (MURI), ia sangat kreatif dan produktif dalam menulis, kalau Imam Suprayogo sebagai penulis artikel, ia sebagai penulis cerita anak, tak tanggung-tanggung hanya dalam satu bulan, mampu menerbitkan 30 judul buku anak-anak dengan kualitas yang bagus.
Ia suka menulis sejak usia belasan tahun, dengan prestasi yang seambrak singga tulisan ini dibuat oleh penulis, ia telah menerbitkan sekitar 300 judul buku anak-anak. Sungguh luar biasa!

Kuncinya : Menulis dengan semangat memberi, bercerita penuh cinta, melahirkan generasi semesta.


ERSIS WIRMANSYA ABBAS : mau kenalan juga……?
kalau Imam Suprayogo penulis Artikel, esai dan opini, Ali Muakhir penulis cerita anak, dan yang satu ini penulis tanpa henti tentang “menulis”, meskipun saya tidak pernah bertemu secara fisik dengan EWA (sebutan untuk pak Ersis, singkatan dari Ersis Warmansyah Abbas), tapi seakan-akan saya sudah sangat dekat dan akrab dengannya, ia selalu datang dengan tulisan-tulisannya ke FB saya, bercerita tentang menulis, mengurai ide, mengkritik teori, revolusi menulis dan lain-lain.

Tulisannya dimuat diberbagai media, buku-bukunya sudah puluhan, dan yang paling menyemut adalah tulisannya tentang menulis, ia dikenal dengan teorinya “EWA” menulis tanpa berguru, menulis apa pun yang ingin ditulis : tanpa memikirkan salah dan benar..yang penting menulis, gerakan menulisnya cukup membuat dunia maya semakin semangat menulis.

Meskipun ia belum pernah meraih prestasi dari Musium Rekor  Indonesia  (MURI), tapi semangatnya sungguh luar biasa, mungkin suatu saat bisa masuk MURI dengan katagori penulis “produktif tentang menulis”, mesmipun masuk MURI buknan segala-galanya, namun tidak ada salahnya jika para penikmat EWA berkenginan.

Ia bukan hanya gemar menulis, tapi juga gemar memotivasi untuk menulis, dan yang saya salut darinya adalah tak pernah berhnenti untuk mengirimkan tulisan, memotivasi menulis, dan membalas semua pesan…tidak mudah bagi seseorang untuk mengurai kata dan menjadikan kata untuk berkata, ia adalah orangnya.

Kunci : Menulis mengalir tak usah peduli dan takut untuk merangkai kata, tulis saja….!


Tulisan yang lain : http://halimizuhdy.blogspot.com/2010/08/ersis-dan-ledakan-karyanya.html

Dari ketiga penulis di atas kita dapat belajar untuk selalu semangat untuk menulis, menulis tanpa henti, berkarya demi bangsa, dengan niat untuk membangun peradaban lebih baik.


Untuk Pak Ersis Selamat bertemu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tanggal 5 Mei 2011, dan mudah-mudahan bertemu Rektor produktif menulis tanpa henti Prof. Dr. Imam Suprayogo….salam silaturrahmi.

Oh lupa ……..penulis paling produktif di Dunia adalah BARBARA CARTLAND   sepanjang hidupnya telah menulis 623 novel. Silahkan cari sendiri kehebatnya……ok. SELAMAT MENULIS


 http://halimizuhdy.blogspot.com/
http://sastrahalimi.blogspot.com/