السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 30 April 2011

Ketidak Jujuran, dalam Penulisan Karya Ilmiah



Halimi Zuhdy

Ada beberapa Professor , guru dan dosen yang telah dicoret dari daftar kepegawaian dengan ancaman dipecat karena diduga kuat telah menggunakan karya ilmiah asli tapi palsu (aspal) dalam memperoleh kenaikan jabatan.  Bahwan fenomena ketidak jujuran ini merambah siswa dan mahasiswa yang setiap mengerjakan tugasnya mencari jalan pintas dengan meng-copy paste. Atau sebaliknya yang semula menjadi kebiasaan siswa dan mahasiswa kemudian merambah kedunia guru dan dosen. Sudah seperti  mastal dulu mana ayam dan telur, ya ..dulu mana ya?

Fenomena ini tidaklah asing di Indonesia, seakan-akan sudah menjadi hal yang biasa. Tidak pernah malu, bahkan terang-terangan seorang mahasiswa menyusun makalah, skripsi, thesis dan desertasinya dengan jalan yang memilukan, mereka tidak pernah berfikir bahwa karya yang mereka miliki adalah hak paten penulisnya, seakan-akan mencontek adalah perbuatan yang dianjurkan bahkan sesuatu yang mulia.

Dunia copy paste ini menjadi tidak seberapa, jika dibandingkan dengan dunia “laundry” , menyuruh orang lain untuk membuat skripsi, desetasi dll dengan sangu yang tidak sedikit, mungkin dunia ini kita sebut dengan pencurian intelektual. Seakan-akan intelektual bisa dibeli dengan angka-angka, dan hanya sebagai ajang transaksional.

Ada hal yang menarik, ketika saya belajar di King Saud University Riyadh, ketika beberapa tugas kuliah yang harus saya selesaikan dengan membutuhkan refrensi yang cukup, --kalau di Indonesia, sangat mudah, pergi ke perpustakaan, kemudian meminjam beberpa buku dan difoto copy-- tapi di sana tidak, bahkan untuk foto copy harus ada rekomendasi dari penulisnya kalau stoknya sudah habis, kalau masih ada tidak dibolehkan, dan tidak ditemukan beberapa tempat foto copy yang melayani foto copy buku utuh…sesuatu yang jauh berbeda dengan Indonesia, semua buku bisa di foto copy, bahkan naik cetak hari ini, besok sudah beredar cetakan versi copiannya…ini bisa di dapat di berbagai tempat, dan anehnya tidak ada yang merazia, ya..seperti legal, atau mungkin sudah  legal.he3.  hal ini (copy paste) bukan hanya berambah dalam ranah intelektual namun sudah memasuki ruang-ruang lain yang masih bisa di copy. Luar biasa negeri kita, kayaknya juga fenomena ini diajari oleh saudara jahnya Cina, yang pinter membuat tiruan berbagai produk dan lebih murah…..!!!.he3.

Sebenarnya tulisan ini adalah sebuah uneg-uneg (keresahan) saya hari ini, ada beberapa mahasiswa S2 yang  mengcopy paste buku saya  yang terbit 2009 “al-biah al-lughawiyah takwinuha wa dauruha fi al-iktisab al-arabiyah” , tanpa mencantumkan nama saya (penulis), bukan karena ingin namanya menjadi rujukan, tetapi perbuatan mereka yang tidakjujur dalam menulis skripsi atau thesis, mereka hanya pinter mengcopy tanpa mengubah satu huruf pun, ada yang menjadikannya sebagai latar belakang, teori, dan analisis.

Jika copy paste terus merambah siswa , mahasiswa, guru dan dosen , apa kata dunia,. Tingginya pendidikan akhirnya bukan menja jaminan keintelektualan seseorang, ia hanya sebagai jembatan meraih gelar, dengan embel-embel di belakangnya atau di depannya. Mungkin anggapan saya ada salahnya, tetapi itulah yang terjadi.
Segala sesuatu ada aturannya, demikian juga dalam penulisan karya ilmiyah. Beberapa hari ini saya membaca berita tentang plagitor baik di dunia fiksi atau non fiksi, sungguh banyak jalan untuk menjadi terkenal, meski pun dengan nebeng bahkan mencuri karya orang lain. Mencuri ilmu (membaca) tidak menjadi masalah, tetapi mencuri buku dan plagiator itu yang menjadi masalah.

Atas nama keresahan sebagai kaum akademisi, saya berdoa mudah-mudahan kita terhindar dari dunia copy paste, plagiator, dan dunia pencurian intelektual.

Malang, 29 April  2011