السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 28 Februari 2011

JEJAL-JEJAL HIJRAH



Halimi Zuhdy





Tongkat Musa mengajakku menjelajah

Mengarungi batera Iman

Sayap-sayap Jibril mengajakku

Terbang menemui Tuhan

Perahu-perahu Nuh mengajakku berlayar

Menemui umat-umat yang tersiksa

Unta Soleh mengajakku menjelajah dunia

memui rakyat-rakyat yang tertindas

Kerajaan Sulaiman mengajaku berpesta

Menundukkan kemurkaan dan kedoliman

Ikan-ikan Yunus mengajakku

Berdzikir tentang kuasa-Nya

Zam-zam hajar mengajakku menginjak cinta

Demi kedamaian

Dan Rasulku Muhammad mengajak berhijrah

Rasulku

Rasul di mana kau

Rasul jangan biarkan aku merana

Rasul jangan tinggalkan aku dalam kelam

Rasul jangan biarkan umatmu berantakan tak karu-karuan

Rasul hijrahmu dulu membawa revolusi

Rasul kuingin berhijrah denganmu

Tapi dimanakah kau kini wahai rasulku



Jejal-jejal langkahmu

Di padang pasir, menorehkan luka

Wajah indahmu terbakar matahari

Tubuhmu yang agung tertatih-tatih

Untuk sebuah perubahan

Kau korbankan waktumu, hartamu dan dirimu

Hanya untuk ku, untuk mereka dan untuk kita,

Kita yang kadang tidak menghargai sejarah dan pengorbanan



Langit dan bumi menjadi saksi

Saksi perjalananmu untuk menuju pencerahan

Kau tak pernah kenal lelah demi satu perubahan

Kau tak kenal haus demi revolusi

Kau tak kenal payah demi penyatuan diri, diri yang tak kenal pada diri sendiri



Hijrahmu kini, hanya menjadi sejarah

Termonomen dalam bingka-bingkai musium

Teretalase dalam teks-teks kuno bahkan teks-teks baru



Hijrah ya, kadang hanya dirayakan

Hijrah kadang menjadi momentum perkumpulan

Hijrah kadang hanya menjadi pesta kemakmuran

Hijrah kadang hanya menjadi ajang urakan



Masya allah…………..

Hijrah…

Hijrah lah….

Hijrah lah…..

Hijrahkan hatimu

Hijrahkan pikiranmu

Hijrahkan jasadmu

Hijrahkan dirimu,

Diri yang sok

Diri yang tak tahu diri

Diri yang mengaku paling mandiri yang tahu balas budi

Oh diri……..diri….diri…..



Ketika batu nisan berkata

“ku akan menjemputmu”

Ketika malaikat maut berkuasa

“ku cabut nyawamu”

Ketika seruling malaikat israfil berdendang

“ku lenyapkan alam-alam dhohir “

Kau tak akan dapat hijrah lagi,

Hijrahlah, dari kegelapan menuju terang

Hijrahlah, dari kemesuman menuju ketaatan

Hijrahlah, dari kedholiman menjumpai kesholihan

Hijrahlah wahai bandit-bandit kefanaan

Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang bersolek dan sok molek

Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang melacurkan wajah dengan mic up-mickap kesombogan

Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang menembar parfum-parfum kemaksiatan

Hanya demi keterpesonaan dan kehampaan

Atau kau wahai lelaki hidung belang, hijrahlah…mumpung langit belum runtuh

Hijrahlah wahai kau kaum adam yang selalu memburu nafsu-nafsu syaitan

Hijrahlah wahai kaum adam yang memamerkan wajah-wajah indahmu demi menarik seuntai rindu dari kegelapan



Malang, 2010

http://halimizuhdy.blogspot.com/