السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 14 Mei 2010

BELAJAR PADA SUJUD



(Sebuah gerakan menuju kerendahan diri dan pengagungan Tuhan)

Arogansi, kesombongan, keangkuhan selalu merajala lela dalam segala level dan masuk menelusuk pada kehidupan social, politik, ekonomi dan budaya manusia. Arogansi muncul karena adanya pengagungan diri, meskipun pada kenyataan dirinya hanya sebatas manusia yang tidak punya kekuatan apa-apa, hanya tercipta dari mani yang tidak pernah mahal kalau dijual, dijual pun mungkin tidak laku. Kesombongan tidak jauh berbeda, muncul karena merasa dirinya berada di awang-awang, terbang jauh menuju langit, meninggalkan bumi, tak tahu bagaimana kegersangan bumi, yang tahu adalah meraih bintang gemintang yang indah.


Kesombongan, kehebatan perasaan yang meninggi, yang pada hakekatnya tidak pernah bergerak melampaui batas kemanusiaan. Sombong, dirinya terlepas dari kearifan dan kelemahan diri, yang hanyalah kehebatan diri. Hebat bukan hanya dalam keduniaan yang mampu memberikan kesombongan, tapi dalam semua lini, sombong intelektual, jabatan, kekayaan, ibadah, kesalehan dll.


kesombongan ini akan memicu pada ketidaksetabilan diri, ia akan selalu marah apabila tidak dihormat –merasa dirinya sudah pantas untuk dihormat-, seperti para pejabat yang melihat cleaning service di kantornya , ia merasa dirinya pantas untuk memerintah, membentak, menghardik, dan marah-marah..seandaianya ia tahu bahwa itu hanya jabatan maka ia akan memberikannya kepada pak cleaningnya, karena ia tahu apalah arti jabatan kalau membuka diri dari celah syaitan, yang pada akhirnya akan membuat dirinya jauh dari tuhan. Kesombongan juga akan mengalami stress, apabila tidak ditempatkan pada tempatnya, tempatnya adalah kejayaan, jika ia tidak dijayakan, diangungkan, maka akan mengalami depresi, strok dan ketidak setabilan pikiran….ia tidak pernah tahu bahwa keangungan dan kehormatan hanya milik Allah, dan semuanya yang mengatur adalah Allah.


Seseorang yang selalu menyombongkan diri hidupnya akan menjadi hina, dihina oleh dirinya –karena ketidaksetabilan-, dihina oleh lingkungan –karena selalu arogan- dan hina oleh Tuhan karena hanya milik Tuhan (al-mutakabbir), maka jalan satu-satunya adalah pertaubatan diri, melemahkan diri, merendahkan diri, dari segala arogansi keilmuan, ibadah, jabatan dll.


Sujud, adalah sebuah gerak yang memberikan pelajaran bagi orang yang sombong. Orang sombong yang selalu mengagungkan pikirannya, wajah tanpan/cantiknya, ketajaman indranya dll lebih hina dari kemaluannya : dalam sujud kepalanya –yang berisi otak untuk berfikir-, berisi wajah cantik yang dipenuhi kesombongan, ada pada posisi lebih rendah dari pantatnya…seakan-akan pantat lebih mulia dari kepala dan isinya, bagi orang-orang yang menyombongkan dirinya, dirinya yang sebenarnya hanyalah ciptaan yang seharusnya selalu mengagungkan kebesaran Tuhan dan merendahahkan keberadaan dirinya yang lemah (dhaif), dirinya tidak bisa berbuat banyak, apalagi menganggapa hebat, karena ia hanya sebatas seorang pelayan tuhan, yang bertugas menjaga, memelihara dan berbuat baik di muka bumi, bukan menguasai bumi dengan penuh kesombongan diri. Allah a’lam