السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Rabu, 10 Maret 2010

MENIRU KREATIVITAS TUHAN

Judul tulisan di atas adalah judul sebuah judul buku karangan Julia Camero dan Mark Bryan, The Artist’s Way : A Spritual Path to Higher Creativity. Di dalam buku tersebut sang penulis sungguh memberikan letupan-letupan kreativias, yang membuat pembaca mampu menari-nari dalam tidur maupun jaganya, sang penulis juga menghipnotis pembacanya dengan trik-trik yang sangat menarik untuk menjadi kreator dalam berbagai hal, terutama dalam seni. Setelah memberikan kata pengantar yang di antaranya isinya “manusia dituntut menjaikan dirinya sebagaimana mestinya untuk memenuhi takdirnya’ , “saya sendiri tak melakukan apa pun, Tuhanlah yang mewujudkan semuanya melalui saya” diakhir pendahuluan ia juga mengungapkan “ teori tidaklah sepenting praktik itu sendiri. Apa yang akan anda lakukan adalah menciptakan jalan-jalan dalam kesadaran anda agar dapat dilalui oleh daya kreatif yang sedang bekerja. Begitu anda bersedia meretas ini, kreativitas anda akan muncul. Dalam beberapa hal, kreativitas itu mirip dengan darah anda. Hany saja, darah adalah kenyataan tubuh fisik Anda dan bukan Anda yang menciptakan, sedangkan kreatifitas adalah kenyataan tubuh spiritual Anda dan Anda tidak perlu menciptakannya.

Setelah berkecipa berkecipu dalam gerak perjalanan hidupnya pada pengatar bukunya, kemudian sedikit-demi sedikit ia mengurai benang untuk menemukan daya kreativitas yang sesungguhnya setiap orang memilikinya, tinggal bagaimana ia mampu mengubah dirinya menjadi diri yang lain, atau mengembangkan dirinya tumbuh membunga menebarkan keharuman. Pada bab pertama, ia membukan dengan listrik spiritual : ia mengatakan “bagi kebanyakan orang, gagasan bahwa Sang pencipta menyukai dan mendorong kreativitas adalah pemikiran yang radikal.kita cendrrung berfikir, atau sedikitnya khawatir, bahwa impian kreatif itu menandakan sifat angkuh, sebuah sifat yang dilarang oleh Tuhan. Bagaimanapun, seniman kreatif di dalam diri kita adalah sosok batiniyah yang masih muda dan cenderung berpikir kekanak-kanakan. Potensi yang masih rapuh ini jangan sampai mati hanya karean kekhawatiran yang tidak tepat itu.
Buku ini The Artist’s Way : A Spritual Path to Higher Creativity cukup memberikan energi apalagi pada bab ke 2 :memulihkan rasa aman, memulihkan rasa beridentitas, memulikan rasa berdaya, memulihkan rasa kemungkinan, memulihkan rasa keberlimpahan, memulihkan rasa bersambungan, memulihkan rasa berkekuatan, memulihkan rasa kasih saying, memulihkan rasa melindungi diri, memulihkan rasa otonomi, memulihkan rasa berkeyakinan……dan selanjutnya pada kesempatan yang lain saya uraikan…..mudah-mudahan memberi inspirasi