السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 12 Desember 2009

MENGGAPAI KETENANGAN HIDUP 2

Open maind, terbuka. Sikap terbuka, membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang tasamuh, toleran. Terbuka dalam hal apapun, kecuali yang memang menjadi privasinya, akan memudahkan dia bergaul dengan orang lain. Dan orang yang Open maind tidak akan pernah mempermasalahkan perbedaan-perbedaan yang terjadi disekitarnya, karena ia yakin bahwa hidup memang berbeda, sehingga ia memaknai hidup lebih enjoy dan tenang, serta tidak menuntut orang lain harus sama dengan dirinya. Ia akan selalu meminta pendapat orang lain terhadap apa yang ia akan lakukan, namun dia juga tidak akan ikut arus orang itu, kalau sekiranya pendapat itu tidak rasional dan kurang bermanfaat. Sebaliknya ketika orang lain, meminta masukan darinnya, ia akan memberikan saran, taushiyah sekedar apa yang ia perlukan. Akan tetapi saran itu tidak harus diikuti, tetap keputusan akhir dimemberikan padanya. Dengan sifat ini,

seseorang akan mudah diterima di mana-mana, karena orang merasa tenang berada didekatnya. Mengapa? Karena orang lain akan merasa bahwa ia tidak mungkin berbuat sesuatu yang macam-macam, diluar tindakannya. Open maind mengapa tidak!!!!

Berdo’a adalah bukti ketawadu’an seseorang pada Allah. Mengapa? Orang yang malas berdo’a (memohon) kepada Allah -meskipun tanpa sadar- ia merasa bahwa dirinya mampu, sehingga tidak membutuhkan pertolongan-Nya, kalau seseorang sudah merasa mampu tanpa pertolongan-Nya, maka sifat sombonglah yang ia milki. Karena, pada hakekatnya, apapun yang ia lakukan itu hanya atas pertolongan-Nya.

Do’a bukan sekedar menengadahkan kedua tangan keatas, tanpa ada pengaruh dalam jiwanya. Namun, do’a adalah komplikasi dari diri menuju hakekat Tunggal. Artinya, ia merasa segala apa yang diperbuatnya, tidak akan terlepas dari kehendaknya, dan hanya kehenda-Nya yang mampu memnolong seorang hamba dari apapun yang menimpanya.

Selain memohon pertolongan dan perlindungan dalam segala tidakannya, ia juga merasa bahwa nikmat Allah sangat besar yang diberikan padanya, sehingga ia dapat bergerak; makan, minum, melihat, membaca, menulis, berbicara, berjalan dan lainnya, Tanpa nikmat-Nya ia tidak akan dapat berbuat apa-apa, maka sebagai rasa bersyukur atas karunia yang dilimpahkan kepadanya ia berdoa dalam segala tindakannya. Allahhumm al-ij’alni min ibadika sholihin.!!!

Menulis, sangat bermanfaat bagi siapa saja, terutama, sebagai insan akademik. Menulis membutuhkan kemauan dan ketekunan, tanpa keduanya tidak akan pernah dapat menulis. Banyak orang yang memiliki kesempatan namun, kesempatan itu terkadang disia-siakan. Bagi seorang penulis, kesempatan itu adalah menulis. Orang yang gemar menulis, akan mempunyai kesenangan tersendiri. Mengapa? Karena Menulis adalah sifat kreatif dan produkti, yang tidak semua orang dapat melakukannya.

Banyak tokoh-tokoh agama seperti Imam Syafi’e, Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Hambal, Ibnu Taymiyah, Yusuf Qodawi, Nasr Hamid, tokoh sosiolag Ibnu Khaldun, kontowijoyo, tokoh politik Ali Syari’ati, M. Hatta dan lainnya, adalah bukti kekreatifan mereka dalam menulis, sehingga nama-nama mereka tetap terkenang sampai sekarang.