السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 12 Desember 2009

MENGGAPAI KETENANGAN HIDUP 1

Dzikir, wudhu, senyum, membaca, menulis, easy going, open maind dan berdo’a membuat hidup tenang dan bahagia.

Mengapa dengan Dzikir dapat menjadi tenang? Allah, adalah pencurah nikmat yang tiada tara, kita dapat bernafas dan menghirup angin dengan dengan leluasa, dapat bergerak bebas, berkedip, berbicara, tidur, berjalan, dan lainnya, yang kalau dihitung tidak akan pernah terditeksi, la tuhsho, nikmat Allah yang luar biasa yang tiada tandingnya. Dengan nikmatnyalah semua dapat berjalan dengan lancar, dengan nikmatnyalah semua dapat dapat menghirup kesegaran alam. Jika seseorang dapat merasakan nikmat yang dilimpahkan oleh Allah, kemudian ia mengiangat pada Dzat yang telah memberikan kenikmatan betapa indahnya hidup ini. meskipun sebagian nikmat diambilnya tidak ada penyesalan, karena semuanya hanya miliknya. Apalagi nikmat yang dirasan nikmat yang utuh. Al-hamdulillah. Maka, berdzikir adalah ketenangan karena hanya Dia, yang dapat menyembuhkan penyakit, menolong dari kesengsaraan dan mara bahaya, pemberi rizki, pengambun dosa, maka orang bibirnya selalu basah dengan berdzikir, ia akan merasakan nikmatnya pemberiannya, walau kadang pahit menurut orang lain. Ala bidzikrillahi tat mainnul qulub.



Wudhu dapat membuat orang selalu frees dan segar. Mengapa dengan wudhu? Tanaman yang tidak disiram dan tidak terkena air, maka tanaman itu akan layu dan kelihat tidak segar, bahkan akan kering dan mati. Musafir, dalam perjalanan yang kehausan dan tidak mendapatkan air maka ia akan meraung kehausan, atau pingsan bahkan juga meninggal dunia. Orang yang kesehariaannya, bekerja dan bekerja tanpa ada setetes air pun menyentuhnya maka orang tersebut kelihatan loyo dan tidak bergairah, bahkan ia akan selalu merasakan sumpek dan selalu kesal. Wudhu adalah penyegar bagi orang-orang yang loyodan tidak bergairah, Rasul pernah bersabda, jika seseorang dalam keadaan marah maka ambilah air wudhu, maka marahnya akan hilang. Wudhu dapat menyegarkan persendian-persendian, dan otot menjadi segar bugar. Oleh karena itulah, wudhu adalah syarat sahnya salat, salat tanpa wudhu tidak akansah salat seseorang. Sucikanlah dirimu dari noda-noda dunia dengan berwudhu !!!


Senyum akan membuat hati kita riang dan, membuat orang lain yang meilihat senyum kita akan merasa damai. Senyum bagaikan oese dikejahuan yang membuat hati seseorang dibuat indah dan gembira ketika melihatnya. Senyum bukti kedamaian dan kesejahteraan. Apa susahnya senyum, meskipun tanpa tenaga yang ekstra dan biayaan yang mahal senyumpun jadi. Bahkan senyum akan dapat menyegarkan urat-urat yang kendor manjadi tegar. Segarkanlah hari-harimu dengan senyum!!!


Membaca adalah kegemaran dan skill. Seseorang yang terbiasa membaca maka ia akan mersakan kenikmatan yang luar biasa, dan jika lupa membaca atau ada beberapa hal yang menghalanginya sehingga tidak membaca maka ia merasa lemes dan lesu. Karena dengan membaca dapat membuka cakrawala, seperti orang dalam hutan rimba yang hampir tersesat, dan dalam kegelapan, kemudian ia menemukan petunjuk untuk keluar dari arah itu, betapa gembiranya dan riangnya hatinya. Sama seperti orang yang lupa membaca maka ia akan merasa sumpek dan pusing, namun setelah membca ia menemukan kesegaran kembali dalam hidupnya. Bukalah cakrawal dengan membaca!!!

Easy going, mengalir apa adanya. Tidak terlalu ngoyu dalam bertindak, tetapi basit, sedang-sedang saja. Menjalani hidup seperti air mengalir. Ketika menghadapi suatu masalah yang cukup berat atau ringan, ia berusaha untuk tetap tenang. karena ia yaqin bahwa suatu masalah, tidak akan selamanya menjadi masalah, akan tetapi setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. kehidupan ini bagai roda, yang suatu saat akan ada di atas dan pada saat yang lain akan ada di bawah. Orang yang easy going, merasa bahwa kejadian-kejadian yang dihadapai adalah sebuah ketentuan. Artinya, Allah telah menentukan arah manusia. Selama manusia berbuat baik, maka ia akan berada pada rel yang baik. Kehidupan yang seperti itu, akan membawanya pada jalan ketenangan tidak terlalu memikirkan nasipnya, karena nasip yang menentukan adalah Allah. Ia hanya akan melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang ia hadapi sekarang juga. Dan orang yang easy going, akan menjalani hidupnya dengan hikmah. Artinya, segala sesuatu yang sudah terjadi maka itu adalah yang tebaik bagi Allah, karena ia berpandangan bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Sehingga kejadian yang dianggap kurang tidak baik menurut manusia terkaddang disisi Allah itu adalah yang terbaik, selama ia berada dalam koridor-koridor kebenaran. Ia akan merasa bahwa penolongnya adalah hanya Allah, Hasbiya Allah, wani’mal al-wakil ni’mal maula wa ni’ma al-nashir.