السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Rabu, 08 April 2026

Perbedaan "Al-Sama'" (السماء) dan "Al-Samawat" (السموات)


Halimi Zuhdy

Dalam tradisi tafsir dan kajian bahasa Al-Qur'an (Ulumul Qur'an), presisi kata adalah hal yang fundamental. Salah satu tokoh dalam kajian stilistika bahasa Al-Qur'an (Uslub al-Qur'an) adalah Dr. Fadhil Al-Samarra'i.
Kita diajak untuk melihat bagaimana Al-Qur'an menggunakan terminologi yang berbeda untuk konsep yang sekilas tampak serupa. Seperti
"Al-Sama'" (السماء) - Makna Polisemi. Dalam Al-Qur'an, kata ini sering kali menunjukkan makna yang jamak atau luas (lebih dari satu makna).
Makna linguistik utamanya adalah "segala sesuatu yang berada di atas kita" (كُلُّ مَا عَلا وَارْتَفَعَ عَنِ الأَرْضِ).
Penggunaannya dapat meluas untuk merujuk pada: atap fisik (سقف), awan (سحاب), hujan (مطر), hingga ruang udara/atmosfer (فضاء/جو).

"Al-Samawat" (السموات). Dalam penggunaan Al-Qur'an, kata ini lebih konsisten dan spesifik. Ia merujuk pada konstruksi kosmik yang khusus: tujuh lapis langit yang diciptakan Allah (السموات السبع).

"Al-Sama'" memiliki cakupan semantik (ruang lingkup makna) yang lebih luas dan umum, sementara "Al-Samawat" lebih terminologis dan spesifik.

Halimi Zuhdy 

#TafsirAlQuran #LinguistikAlQuran #FilsafatBahasaArab #DrFadhilAlSamarrai #IlmuSyarie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar