السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 08 Juli 2023

Menginjakkan Kaki di Bekas 5 Peradaban Besar Dunia, Turkiye

Halimi Zuhdy

Sudah lama sekali ingin menginjakkan kaki di tanah seribu budaya ini. Ingin melihat sejarah panjang dari berbagai peradaban yang pernah hadir di wilayah yang terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Laut hingga daerah Balkan di Eropa Tenggara. Negeri yang dijuluki Gerbang Barat dan Timur, karena Negara ini berada di posisi geografis yang sangat strategis antara benua Eropa dan Asia. Posisi ini menjadikan tanah Bisyarah Nabi ini sebagai gerbang utama dari peradaban Barat dan Timur. 
Dulu, tahun 2010, penulis sudah hampir berangkat, hanya tinggal satu langkah, tapi gagal. Penelitian tahun 2010 lalu sempat meneliti tentang Pengaruh Sastra Arab terhadap Sastra Turki, dan juga pernah menulis penelitian tentang pembelajaran sastra Arab bagi non-Arab (Turki) di Univeritas Istambul. Tahun berikutnya, pindah ke Yordania dan beberapa negera lainnya. Tahun 2019 penulis mencoba lagi, menulis proposal penelitian kolaborasi Internasional tentang Kekhilafahan Turki, dan diterima, ketika siap berangkat tiba-tiba dibatalkan, karena corna hadir begitu mengejutkan. Gagal lagi. Alhamdulillah, tahun 2022 mencoba lagi, dan diterima tentang moderasi beragama di Turki. Dan kini, penulis berada di Turki, siap-siap meneropong sedikit tentang Turki. Asyik Kan!!

Niat penulis ke luar negeri bukan hanya visit (siyahah), tapi bagaimana mendapatkan banyak cerita dan menemukan sesuatu yang berharga. Biidznillah, terget ke luar negeri setiap tahun bisa tercapai, tentunya cari yang gratisan lo.wkwwk. gratis dengan usaha maksimal. Al-insanu buttafkir wallahu bittaqdir.

Beberapa tulisan yang akan hadir, ketika penulis berada di Turki, tidak akan mengupas tentang hasil penelitian, karena ia punya cerita sendiri, apalagi sudah jadi buku dan jurnal. Penulis Hanya akan bercerita perjalanan di Turkiye, tentang sedikit hal yang diketahui, terutama terkait dengan budaya, bahasa, sastra, dan wisata (tempat-tempat bersejarah dan kuliner). 

Kurang asyik rasanya bila hanya melihat Turki hari ini. Maka perlu ditilik, kapan negeri ini hadir?!. Turki adalah sebuah negara yang memiliki sejarah panjang dan peradaban yang kaya. Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki telah menjadi pusat peradaban lintas masa selama ribuan tahun. Dalam Tarikh Jumhur Al-Turkiyah dan Tarikh 'imran Turkiyah Abra al-zaman, dapat diketahui periode penting dalam sejarah Turki dan peradaban yang berkembang di dalamnya. Dimulai dari peradaban Kuno Anatolia. 

Anatolia adalah wilayah yang sekarang merupakan bagian dari Turki, telah menjadi tempat tinggal bagi berbagai peradaban kuno. Salah satu peradaban paling awal di wilayah ini adalah peradaban Het yang berkembang pada milenium ke-18 SM. Mereka diduga sebagai nenek moyang bangsa Het yang terkenal dalam mitologi Yunani dan legenda Troia. Kemudian, Anatolia juga menjadi pusat bagi peradaban Hatti, Hittite, Phrygia, Lydian, dan Lycian. Kota-kota seperti Troya, Efesus, dan Halicarnassus adalah contoh-contoh terkenal dari masa lalu kuno Anatolia. Selain orang-orang Turki, ada juga bangsa Kurdi, dan keturunan lainnya di wilayah ini. 

Selain peradaban Anatolia, adalah Kekaisaran Romawi dan Bizantium. Pada abad ke-1 SM, wilayah Anatolia menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Anatolia menjadi salah satu pusat penting dari Kekaisaran Romawi Timur yang dikenal sebagai Bizantium. Ibukota Bizantium, Konstantinopel (sekarang Istanbul), menjadi salah satu kota terkaya dan terpenting di dunia kuno. Bizantium melestarikan banyak elemen budaya Yunani dan Romawi, sambil mengembangkan tradisi dan warisan budaya yang unik. Penulis pernah merambah, bagaimana bekas-bekas Romawi di beberapa negera Arab, sungguh menakjubkan. Romawi dan Bizantium pernah hadir di Turki.

Berikutnya, adalah Kesultanan Seljuk. Pada abad ke-11, suku Turkic Seljuk memasuki Anatolia dan mendirikan Kesultanan Seljuk Raya. Kesultanan Seljuk menggabungkan elemen budaya Turkic dengan budaya Arab dan Persia, menciptakan perpaduan unik yang memengaruhi seni, sastra, dan arsitektur. Salah satu contoh terkenal dari masa ini adalah Masjid Agung Seljuk di Kota Konya dan gerbang monumental Alanya. Ingin sekali, melintas di Konya tempat Jalaluddin Rumi disemayamkan. Tapi, belum ada kesempatan.

Dan yang paling luar biasa adalah hadirnya Kekaisaran Ottoman, atau Utsmaniyah. Ottoman atau Ustmaniyah ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Osman. Pada abad ke-13, Kesultanan Seljuk Raya di Anatolia digantikan oleh Kekaisaran Ottoman yang berbasis di wilayah yang sekarang menjadi Turki modern. Kekaisaran Ottoman berkembang pesat dan menjadi salah satu imperium terbesar dalam sejarah dunia. Selama berabad-abad, Kekaisaran Ottoman mengendalikan wilayah yang luas di Eropa, Asia, dan Afrika. Istanbul menjadi ibukota dan pusat kekuatan kekaisaran ini. Seni, arsitektur, dan sastra Ottoman mencerminkan campuran budaya Turkic, Arab, Persia, dan Yunani. Tidak ada yang abadi di muka bumi, kekaisaran Ottoman atau Ustmaniyah runtuh pada awal abad ke-20. Dan baru kemudian muncul Republik Turki modern yang didirikan pada tahun 1923 di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Atatürk. 

Atatürk memimpin transformasi besar-besaran di negara ini, termasuk penghapusan sistem kekaisaran dan pendirian negara yang sekuler. Dia juga meluncurkan serangkaian reformasi sosial, politik, dan budaya yang bertujuan untuk modernisasi Turki. Selama periode ini, Turki mengadopsi alfabet Latin, dan banyak perubahan lainnya terjadi dalam politik, pendidikan, dan masyarakat Turki. Ini yang menarik untuk penulis ulas, kemana bahasa Arab? Yang selama masa Ottoman berkibar!. Insyallah kajian berikutnya. 

Dan kini, Turki atau Turkiye terus menjadi negara yang penting secara geopolitik dan memiliki peradaban yang kaya lintas masa. Dari peradaban kuno Anatolia hingga Kekaisaran Ottoman, warisan budaya Turki terlihat dalam seni, arsitektur, bahasa, dan tradisi yang berbeda. Kombinasi elemen budaya Turkic, Arab, Persia, dan Yunani telah menciptakan identitas unik bagi negara ini, yang terus berkembang hingga saat ini. Allahu'alam Bishawab. 

#NgajiTurki1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar