السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 14 September 2017

KEBANGGAAN ITU, SIRNA

(Apa yang paling patut dibanggakan, kalau semua harus selesai) 

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 31)

Apa yang dapat dibanggakan di dunia ini? Tidak ada satu pun yang dapat dikekalkan, semuanya akan sirna bersama waktu.

Kekuatan, akan melemah seiring urat-urat yang mengendur. .
Kecantikan, ia akan sirna, tak sedikit para ratu kecantika dan para pemoles diri yang bunuh diri, tak puas lagi, karena waktu tak muda lagi.

Keterkenalan, pada masanya kan selesai, ketika orang menyanjungnya ia gembira, setelah itu selesai bersama senjanya. .
Kecerdasan, tidak sedikit menjadi pikun. Berfikir pun tak kuasa, lupa pada hakekat dirinya.


Kekuasaan, hanya nunggu waktu terjungkal, seperti Fir'aun merasa Tuhan, tenggelam dan selesai.

Jabatan, kan digantikan pejabat berikut, tak abadi. Hari ini bangga, besok terluka, karena jabatan hanyalah Amanah Tuhan, suatu saat diambilnya. Maka berimanlah. .
Apa pun, tidak ada yang bisa dibanggakan dengan penuh, semuanya akan sirna, binasa dan berhenti. .

Matahari akan menyelesaikan tugasnya, jika senja mulai bertandang, petang bergelap malam, rembulan pun tertawa. Apa yang dibanggakan bulan, kalau fajar datang tersenyum, bersama sejuta sinar pagi. Matahari bergembira.

Apa yang dapat dibanggakan?
Ketika rasa sudah hilang, tua sudah mulai mendera, sakit mulai meresap, sahabat mulai tak rekat, tangis selalu menguap, peluh sudah serap, mata mulai tak menatap, keriput menetap, rambut tak lagi gelap, gigi tak mengerat, apa lagi yang diharap?

Semuanya tinggal menatap, kapan Allah mengirim Malaikat. Walau mati tidak menunggu masa senja, tapi ia waktu yang paling banyak dicecap.

Berbangga, karena nafas masih bisa bertaubat dari dosa-dosa yang mengerat. Berbangga, karena menjadi muslim yang selalu merasa nikmat.
Berbangga, karena Al Qur'an menderang hati, adakah yang lebih pantas dibanggakan selain keduanya, menuntunnya tuk menuju keimanan, keimanan pada Qada' dan Qodar Tuhan, ia pun menjadi tenang karena Tuhan telah menentukan. Apa yang harus digaduhkan dan dibanggakan di dunia, kalau Allah sudah merencanakan. Iman kepada Akhirat, puncak dari kesufiaan, ia kan kembali pada pembalasan, mengapa ia harus lalai, mengapa harus dengki, iri, sombong dan penyakit hati lainnya.
_"Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa-apa yang mereka kumpulkan."_ (Yunus: 58). Berbanggalah akan pemberian Allah; Hidayah dan Al Quran menurut Ibnu Kasir, dengan hidayah dan agama yang benar yang datang dari Allah hendaknya paling dibanggakan dan paling patut dibuat gembira, karena itu lebih tepat untuk dibanggakan. Keduanya, lebih baik dari kenikmatan apa pun di dunia yang sebentar dan fana.

Apalagi yang dipantaskan tuk bangga, kalau hidup ini hanyalah sementara, dan umur tidak ada yang memastikan tuk lama.
Yang Allah, jika hidup ini sudah kau berikan pada kami, maka berikanlah hidup ini atas namamu, karena tak hidup, jika kau cabut nikmat iman dalam kehidupan ini.