السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 18 Agustus 2017

SUNYI MELAHIRKAN PUISI

Halimi Zuhdy


Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari realitas-realitassekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya; kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair. Iaselalu hadir dalam lintasan senjarah, menjadi juang walau tidak pernahberjuang,menjadi senjata walau tidakmampu mematikan, atau hanya menjaditeman dalam sepi bagi yang selalu merasakesepian. 
Ia selalu unik dalamkehadirannya.

.
Puisi, tidak sebatas kata yang diikatkalimat, dipoles dengan titik dan koma, yang menjadi bait-bait indah disanggullarik, yang liriknya membariskan rasa, membuat prasa sendiri dalam tubuhnya. Fisiknya; kadang kurus, kadang gemuk, terkadang sedang. Kurus, gemuk dansedang tidak membuatnya harus  diet, tambah makana pala ginutrisi, ia selalumenjadi dirinya sendiri. Ia memliki cara gaya yang berbeda; metafora, simile,personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke,eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme,antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire,pars pro toto, totem pro parte, hinggaparadoks.

Rimanya berkelindan di antara huruf huruf, bermusik ria antara kata; di awal, di tengah, kadang di akhir. Terserah ah, di mana pun ia suka intuk berima. Karena dalam puisi tak ada paksaan, apalagi harus dipaksa, ia adalah sungai bandang yang bisa
menghentak, ia laut yang mampu mesunami, kadang angin yang semilir, kadang pula kapas yang manut pada angin.Terserahlah!!. Wajahnya juga berbeda-beda; di awali huruf sanggul, baris, di akhiri titik, kadang juga koma, atau tanpa titik dan koma.

Halimi Zuhdy
www.halimizuhdy.blogspot.com