السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Selasa, 11 April 2017

Fatwa Cinta 60: [Perempuan dan Tangisan]


Halimi Zuhdy

Menangislah wahai perempuan, 
selagi air mata itu mampu dialirkan

Menangislah wahai perempuan, 
selagi nafas itu berhembus

Menangislah wahai perempuan, 
selama rasa itu masih ada

Biarkanlah, orang sebut kau cengeng, karena air matamu adalah penawar rindu, karena air matamu mampu meluluhkan kalbu, karena air matamu mengurai segala empedu.


Tahukah kau, mengapa terkadang tak ada hujan dan badai, air matamu terurai? Tak ada sebab, ia mengalir seperti air.

Biarkan ia mengalir deras, asalkan rindu masih tersisa tuk mengadu, pada Maha Rindu.
Air mata yang menggenang, kadang mengandung penyakit, sebagaimana air yang tenang, tak mengalir, menyimpan seribu sakit.

Biarkan ia jatuh dari pipi yang diberkati, seperti air terjun yang menderas menuju samudera, bahteranya kerinduan padaNya.
Menangislah, karena beban itu begitu berat, Allah anugerahkan kau pundak yang kuat, agar mampu menanggung berbagai masalah yang menggunung, dan kau mampu mengajarkan pada dunia, betapa hidup penuh dengan berbagai masalah, maka harus mampu memanggulnya. Sebagaimana kau menggendong anak, tak terasa, karena ada cinta. Pundak lambang kekuatan bagimu, maka tak ada masalah yang tidak dapat kau panggul, semuanya akan selesai dengan IzinNya.

*Allah anugerahkan engkau lengan yang lembut,* agar dunia menjadi damai di tanganmu, kelembutan yang Allah berikan padamu, sungguh luar biasa, maka rengkuhlah segala amarah menjadi bunga, siksa menjadi cinta, bara menjadi surga. *Dengan lengan itu,* anak-anak dapat merasakan kelembutan dan kedamaian, dan juga mengajarkan bahwa hidup sekeras apapun harus dihadapi dengan kelembutan, seperti air, sepanas apapun bara, ia kan padamkan, sekeras apapun tembok menghadangnya, ia kan merasuk dan menyerap bahkan menghantamnya. Sungguh indah, Allah memberikan lengan lembut itu. Maka belailah besi seperti resi, dan menangislah agar lembut itu tambah mesra.

*Allah menganugerahi kau kekuatan rahim, agar dapat membawa anak dan melindungi.* sungguh, hanya kau yang mampu, sekuat laki laki, tidak akan mampu membawa beban berat itu, bukan hanya dengan kekuatan tapi kau bawa dengan cinta. Mengapa, agar kau dapat menanggung beban resah keluarga dalam rahim cinta, suami yang mengeluh, kau sampaikan dengan perasaan, anak anak yang mengaduh akan beri seribu senyuman, mereka yang berbuat gaduh kau taklukkan dengan segala rindu, karena kau sudah belajar, bahwa sembilan bulan pertapaan kasih sayang.
Allah anugerahkan engkau air mata yang melimpah, agar beban itu mengalir deras, bersamudera menghempaskan segala luka dan duka.

Kadang, kau dianggap cengeng, biarkan! Karena ia yang dapat menyampaikan segala rindu, menembus segala sekat hati, ketika anakmu lahir, kau menangis bahagia, ketika kau disakiti kau menangis duka, walau hanya sebatas antara, ketika anakmu juara, kau menangis penuh rasa, ketika anakmu gagal, kau menangis penuh optimisme.

_Menangislah wahai perempuan, selagi air mata itu ada. Dan tahajjutkan hati dan pikiran dikala gelap menghadang_. 

*Mengapa air matamu selalu subur, karena hatimu penuh tadabbur.*

Malang, 10 April 2017