السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 23 Mei 2016

Hindari 3M, Lakukan 3K

(Untuk Orang Tua dalam Mendidik Anak)

Hindari 3M;

1. MENGKRITIK
Selalu mengkritik anak akan menimbulkan ketakutan, ketidakpercayaan diri, bahkan orang tua yang selalu mengkritik anaknya dalam berbagai aktifitas, akan tumbuh dalam diri anak tersebut sifat "penakut", jika sifat tersebut tertanam dalam diri anak, ia akan takut melangkahkan kakinya, takut bermimpi, takut berkreasi bahkan takut untuk melakukan sesuatu yang biasa apalagi yang luar biasa. Dan selalu mengkritik anak akan menghancurkannya dari dalam.

2.MEMBANDINGKAN
Orang tua hendaknya tidak selalu membandingkan anaknya dengan saudaranya, temannya, tetangganya dan orang lain. Karena setiap anak dilahirkan berbeda dengan kemampuan berbeda pula. Membandingkan dengan orang lain hanya akan menjadikan anak marah, jengkel, bahkan ia takut menjadi dirinya sendiri, ia akan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, selalu mengukurnya, kalau tidak sama, ia bingung, takut salah, dan menjadi orang yang lemah. Maka tanyakanlah padanya?"Apa yang biasa kamu lakukan, apa yang akan kamu lakukan?"

3.MENGELUH
Orang tua hendaknya tidak selalu mengeluhkan keberadaan dirinya terhadap anaknya, misalkan "saya sudah siapkan semua fasilitas, sekolah bagus, makanan, motor, mobil, tapi kenapa kau masih seperti ini, ayah sudah capek dengan kamu, kamu kok belum rajin, tidak pernah dapat rangking dll". Jika keluhan orang tua  selalu dilontarkan  pada anak, ia akan merasa serba salah dan selalu merasa berdosa, anak akan ciut dalam bergaul, dan akan mengurangi semangatnya, meskipun tujuan kita untuk menyemangati, tapi kita keliru. Mengeluh hanyalah sifat para pemalas.


Maka, gantilah dengan 3K. 

1.KESUKSESAN
Fokuslah  pada keberhasilan anak, jika ia berhasil dalam hal apapun, maka doronglah dan kuatkanlah dengan pujian dan  kegembiraan. Seperti anak yang mulai memakai baju sendiri, "wah anakku tambah pintar". Anak mulai shalat, "Masyallah, kamu hebat banget, nanti tambah disayang Allah dan orang tua". Anak rajin mengerjakan tugas sendiri, "ciri ciri orang sukses sepeti kamu ini". Atau anak perempuan yang sudah belajar memakai hijab, "Anak Sholehah, dan anak hebat selalu memakai hijab lo, dan calon penghuni sorga". Dan berbagai contoh lainnya. Doronglah anak agar selalu fokus pada kesuksesannya dan yakinkan bahwa ia bisa, jika ia melakukan kebaikan kebaikan pujilah dan kuatkan dengan kata kata yang mampu mempertahankan kebaikan tersebut.

2.KEBAIKAN AKHLAK
Kunci keberhasilan seseorang seringkali diukur dengan banyaknya prestasi akademik, jabatan, kekayaan, tapi kadang orangtua jarang peduli bagaimana akhlak anak benar benar manjadi sebuah kewajiban untuk selalu diperhatikan, bahkan kesuksesan orang tua, jika anaknya  mampu meniru kebaikan kebaikan/akhlak yang baik dari orang lain. Maka orang tua, selalu memantau prilaku anaknya, baik cara makannya, minumnya, berpakaian, dan juga bergaul dengan orang lain, dan yang paling utama orang tua benar benar menjadi tauladan dalam berakhlak yang baik. "Sebaik baik kalian, adalah berbuat baik kepada keluargamu (Hadits)" artinya, jadilan teladan bagi anak anak, jangan biarkan anak mencontoh prilaku orang lain yang tidak baik,sehingga berakibat rusaknya moral dan kemudian sulit untuk diperbaiki.

3.KELEMBUTAN
Berlaku lembutlah dengan anak anak, karena dengan sikap lembut, perkataan lembut, akan menumbuhkan kasih sayang diantara keluarga, dan dengan sikap inilah akan dapat memperhalus budi mereka.
“Maka dengan rahmat dari Allah engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada-Nya (QS. Al­i Imran: 159)

Halimi Zuhdy 

PP.Darun Nun Malang

Diadaptasi dari maqulah Syekh Khulfan dalam Annaml wan Nahl.