السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 20 Maret 2015

JEJAL-JEJAL HIJRAH

Halimi Zuhdy

Tongkat Musa mengajakku menjelajah
Mengarungi batera Iman
Sayap-sayap Jibril mengajakku
Terbang menemui Tuhan
Perahu-perahu Nuh mengajakku berlayar
Menemui umat-umat yang tersiksa
Unta Soleh mengajakku menjelajah dunia
memui rakyat-rakyat yang tertindas
Kerajaan Sulaiman mengajaku berpesta
Menundukkan kemurkaan dan kedoliman
Ikan-ikan Yunus mengajakku
Berdzikir tentang kuasa-Nya
Zam-zam hajar mengajakku menginjak cinta
Demi kedamaian 
Dan Rasulku Muhammad mengajak berhijrah
Rasulku
Rasul di mana kau
Rasul jangan biarkan aku merana
Rasul jangan tinggalkan aku dalam kelam
Rasul jangan biarkan umatmu berantakan tak karu-karuan
Rasul hijrahmu dulu membawa revolusi
Rasul kuingin berhijrah denganmu
Tapi dimanakah kau kini wahai rasulku

Jejal-jejal langkahmu
Di padang pasir, menorehkan luka
Wajah indahmu terbakar matahari
Tubuhmu yang agung tertatih-tatih
Untuk sebuah perubahan
Kau korbankan waktumu, hartamu dan dirimu
Hanya untuk ku, untuk mereka dan untuk kita,
Kita yang kadang tidak menghargai sejarah dan pengorbanan

Langit dan bumi menjadi saksi
Saksi perjalananmu untuk menuju pencerahan
Kau tak pernah kenal lelah demi satu perubahan
Kau tak kenal haus demi revolusi
Kau tak kenal payah demi penyatuan diri, diri yang tak kenal pada diri sendiri

Hijrahmu kini, hanya menjadi sejarah
Termonomen dalam bingka-bingkai musium
Teretalase dalam teks-teks kuno bahkan teks-teks baru

Hijrah ya, kadang hanya dirayakan
Hijrah kadang menjadi momentum perkumpulan
Hijrah kadang hanya menjadi pesta kemakmuran
Hijrah kadang hanya menjadi ajang urakan

Masya allah…………..
Hijrah…
Hijrah lah….
Hijrah lah…..
Hijrahkan hatimu
Hijrahkan pikiranmu
Hijrahkan jasadmu
Hijrahkan dirimu,
Diri yang sok
Diri yang tak tahu diri
Diri yang mengaku paling mandiri yang tahu balas budi
Oh diri……..diri….diri…..

Ketika batu nisan berkata
“ku akan menjemputmu”
Ketika malaikat maut berkuasa
“ku cabut nyawamu”
Ketika seruling malaikat israfil berdendang
“ku lenyapkan alam-alam dhohir “
Kau tak akan dapat hijrah lagi,
Hijrahlah, dari kegelapan menuju terang
Hijrahlah, dari kemesuman menuju ketaatan
Hijrahlah, dari kedholiman menjumpai  kesholihan
Hijrahlah wahai bandit-bandit kefanaan
Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang bersolek dan sok molek
Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang melacurkan wajah dengan mic up-mickap kesombogan
Hijrahlah wahai perempuan-perempuan yang  menembar parfum-parfum kemaksiatan
Hanya demi  keterpesonaan dan kehampaan
Atau kau wahai lelaki hidung belang, hijrahlah…mumpung langit belum runtuh
Hijrahlah wahai kau kaum adam yang selalu memburu nafsu-nafsu syaitan
Hijrahlah wahai kaum adam yang  memamerkan wajah-wajah indahmu demi menarik seuntai rindu dari kegelapan

Malang, 2011