السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 20 September 2010

SEKILAS CINTA


Beberapa hari saya nguping cerita teman tentang kisah sinetron KCB (ketika cinta bertasbih) yang tayang setelah Maghrib, yang saya sendiri jarang bahkan tidak tahu alur cerita yang sering ditayangkan di waktu yang cukup mengganggu aktivitas ibadah (setalah maghrib sampai Isya’ adalah waktu-waktu yang sangat kondusif dari berdzikir, berdoa dan mengajar ngaji untuk anak-anak dll), dan saya lebih suka mendengarkan kisah itu dari teman-teman, meskipun tidak seindah melihat tayangannya. Yang saya tangkap dari cerita teman itu, adalah kisah yang cukup menarik dengan alur yang apik, dan ending yang kurang begitu menggoda. Tapi apa pun yang terjadi itu adalah hasil ulah sutradara atau hasil kreasi penulis cerita, yang kadang melihat sebuah realita atau melihat dengan khayali tinggi, semuanya adalah cerita dunia yang sulit untuk ditebak, tapi pada kenyataannya cerita yang sering tayang di sentron sering juga kita mampu menebaknya, karena kisa-kisah itu sering dialami oleh manusia. Tapi karena perasaan kita yang sering didahuluan, seakan-akan cerita itu adalah keluar biasaan, yang sebenarnya cerita kita sehari-hari adalah yang lebih luar biasa, coba kita renungkan cerita kita entah dengan teman, anak dan istri…kemudian dituliskan mungkin menjadi sinetron juga.he3..betul kale ye


Memang semua cerita yang cukup indah adalah cinta, yang selalu memberikan haru biru dalam kehidupan, baik kenestapaannya, keindahannya, keharuannya, kesumpekannya, dan kegembiraannya. Cinta yang dimaksud adalah cinta pada siapa pun, karena manusia juga lahir atas nama cinta. Sungguh keindahan itu kadang tidak mampu diungkapkan dengan suara, tulisan, bahkan perilaku, kadang ia begitu indah hanya dengan dihayalkan, ya..itulah macam-macam ekspresi cinta, ada yang suka untuk diungkapkan untuk menerima keindahan lebih, ada juga yang takut karena takut menerima sunami balasan, atau malah diobral agar diakui.


Sebenarnya tulisan ini, berangkat dari cerita KCB (sekali lagi saya tidak begitu tertarik bukan karena isinya karena waktunya yang kurang pas, yang saya sendiri akhirnya tidak bisa menonton), berangkat dari omong-omong kecil (santai) dengan sang zaujah, saya tanya dia “bagaiana kalau seandainya saya menikah lagi” dia menjawab “masih mau menikah menikah lagi?”

Saya “kalau ada izin dan waktu mendukungnya..hee..hee”

Zaujah “silahkan”

Saya “ah..guyon mah, tar saya dihukum”

Zaujah “mengapa harus dihukum, wong itu adalah ketentuan dan syari’ah, kalau saya mencegah atau melarangnya, berarti sama saja saya melanggar hukum”

Saya “wah serius banget nick”

Zaujah “tidak juga, karena cinta itu bukanlah tubuh, bukan uang, bukan mobil, bukan tanpan, bukan manis, bukan jabatan, bukan apa pun, cinta itu adalah keindahan hidup”

Saya “he..luar biasa dikau mah”

Zaujah “tidak juga, karena prinsip saya semuanya yang etrjadi di dunia adalah sebuah keindahan, apa pun yang terjadi kalau itu sudah Takdir, berarti itu adalah keindahan dan harus disyukuri”

Saya “saya, hanya yamzah (guyon) kok” tapi itu bisa terjadi pada siapa pun, memang saya tidak pernah berfikir untuk menikah lagi, kalau satu sudah membuat seribu cinta, mengapa harus menambah satu lagi yang tidak jelas kecintaanya..he3, kalau zaujahku sudah memberikan segalanya tidak hanya tubuh, pikiran, hatinya bahkan ruhnya sudah menyatu, apa saya masih layak untuk menum madu, meskipun madu itu enak, apalagi keikhlasan menikah tidak seperti sang Rasul Muhammad, yang menikah bukan karena nafsu tapi kerena cinta, cinta pada Allah, cintanya pada istirinya semuanya karena Allah, tapi kalau saya, dengan keimanan yang snagat tipis, bahkan lebih tipis dari kulit bawang, apa masih layak untuk menikah lagi, apalagi harta masih belum begitu meledak-ledak.he3……


Obrolan kecil terus mengalir dengan nyaman dan renyah…dengan keu-keu hari raya yang masih tersisa


Yang asyik lagi istri saya bilang “bi, tadi saya bicara bahwa “cinta itu bukanlah tubuh, bukan uang, bukan mobil, bukan tanpan, bukan manis, bukan jabatan, bukan apa pun, cinta itu adalah keindahan hidup” seandaianya saya cinta tubuh jenengan saya rugi, karena tubuh akan selalu berubah bahkan akan hancur, kalau karena uang saya juga bisa cari uang, dan uang tidak pernah abadi, sia pun bisa mencari uang…..juga bukan karena mobil, kerena sekarang dari yang miskin sampai yang kaya sudah biasa memiliki mobil, sudah bukan hal yang aneh dan ajaib, …tau bukan karena tanpan, jenengan juga tidak amat-amat tanpa..he3…suatu saat ia akan menghilang, bahkan akan kripun dan ketampanan itu akan lenyap begitu saja…….apalagi cinta diukur dengan jabatan, tidak ah…jabatan itu sanya satu detik, setelah itu lenyap dan bahkan kita tidak pernah merasa bahwa jabatan itu sebenarnya adalah neraka……..buktinya banyak pejabat-pejabat yang masuk bui gara-gara terlalu menikmatinya…….cinta itu adalah sebuah kenikmatan bi, dari mana? Dari yang Maha Cinta, ia yang selalu mengalirkan pada kita cinta-cinta itu, maka harus disyukuri kita masih bisa selalu bercinta, subhanallah…mudah-mudahan cinta itu tidak hanya menjadi cinta tetapi cinta itu membuahkan sorga, baik di dunia atau di akhirat.


Saya “amin”….mah kemaren say abaca karya Ibn Hazm tentang cinta, dalam bukunya ia berkata “cinta jangan karena sebab, kalau sebab hilang cinta itu akan lenyap”

Bersambung tidak ya….tidak usah ah, hanya untuk kalangan sendiri saja (saya dan istri)..he3.


Selamat Hari raya, selamat Syawal untuk Para Salikin TORIQAT SASTRA

Setipa hari, setiap bulan, setiap tahun adalah keselamatan untuk kita semua. Amin.





Halimi Zuhdy