السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 16 Agustus 2010

BERCINTA DI BULAN RAMADHAN

Halimi Zuhdy


Puasa begitu dekat di hati mengalir membasahi seluruh tubuh,membuatnya berbunga-bunga ibadah, menghembuskan angin sorga, selaksa airmengalir deras menembus waduk-waduk, ia lebih terasa dekat bukan karena tidakada suap makanan yang masuk dalam usus, bukan pula karena air yang tidakmengalir ketenggorokan, tapi karena ia memberikan kekuatan untuk mendekat,mendekat pada maha yang Maha mendekat.



Puasa adalah kekuatan, tapi tubuh-tubuh teler,mengeler, meronggokdi kasur-kasur, kadang Subuh pun ia tak lagi dapat mendongakkan kepala untukmengaji, ia hanya mengosongkan perut dan tenggorokan, tapi aliran ayat-ayat takpernah merasuk nusuk membasahi hati yang begitu kering, ia semakin kering danmengeringkan hatinya dengan mulut yang tidak bisa diam dengan ghibah, namimah,dan fitnah. Mata bersinar, tapi kadang terbalalak jika melihat aurat-aurat yang terbuka lebar, ia pun tak mampuberkedip, menusukka matanya pada keindahan tubuh yang semakin tumbuh, telingapun tertutup rapat mendengarkan wasiat-wasiat takwa, meskipun perut kerontakbertapa.



Puasa adalah keindahan, tapi kadang keindahan lenyap, olehkebohongan-kebohongan yang semakin merayap, lapar tak mampu membedung, karenahati sudah terlalu penuh oleh rajutan-rajutan dosa, yang tak ada usaha untuk menghilangkannyauntuk menuju takwa, ia semakin gila menemui budak-budak nafsu berhala, berhalauang, berhala manusia dan berhala-hala lain yang semakin tidak merasa begitudekat dengan manusia.



Ramadhan saatnya bercinta yang sesungguhnya dengan mahaPecinta, ia akan begitu dekat dengan para mukmin, jika mukmin semakin gilaberlari ada-Nya, lapar ia suguhkan sebagai sebuah pengorbanan, haus ia jalanidemi sebuah ibadah, hari-harinya terikat buan karena kekangan, ia dijerat olehaturat demi sebuah kebaikan, ternyata benar, puasa semakin membuat dirinyasemakin menemukan kebahagiaan yang tiada tara, puasa bukan untuk Tuhan, tapi demisebuah kebaikan dirinya dan orang lain, Tuhan tetap besar walau manusia-manusiatak berpuasa, kerena ia maha Besar dan Kuasa.



Ramadha hri-hari bercinta denga-Nya, menemuinya dalam shalat,berdendang dengan ayat-ayat, bersedih atas nama kemanusiaan melihat sebuah keperihatinandiri dari kemiskinan. Mata, hati, pikiran dan seluruh gerak tubuh hanya menemui-Nya,puasa adalah saatnya menemuinya dan membersihkan hati, pikiran dan tubuh untukmenemukan sorga-Nya. waantashumu khairal lakum, inkuntum ta'lamun