السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 12 Desember 2009

YANG KECIL, PEMBAWA PETAKA

Banyak hal yang dimulai dari yang kecil berakibat besar, meminjam istilah “sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit”. Contoh perbuatan zina, sangat jarang sekali orang yang berani melakukan zina tanpa dimulai dengan hal-hal yang kecil (dosa kecil), mungkin awalnya dimulai dengan terbisa melihat perempuan dengan mata yang tidak berkedip, setelah itu menikmati kecantikannnya, dan ingin sekali lagi mengulangi untuk melihatnya dilain waktu, setelah berkali-kali, ketidak puasan it uterus mengembara, menarik hal yang lebih besar yaitu dengan ingin melihat yang lainnya, kemudian berkenalan, dan seterusnya.



Atau contoh yang lainnya,jika seseorang terbiasa dengan mengeluh ketika tertimpa musibah, setelah berlarut-larut keluhan demi keluahan ini berkembang menjadi sebuah kepesimisan yang akut,dan pada akhirnya bunuh diri.
.
Demikian juga, orang yang menulis dengan tekut, setiap hari satu baris, maka satu bulan bisa menjadi opini, atau setiap hari satu makalah mungkin satu bulan menjadi satu buku. Sedikit demiki sedikit akan menghasilkan sesuatu yang sangat besar…..

Satu titik, akan menjadi satu huruf, jika satu titik itu diulang-ulang, dan satu huruf itu menjadi kata, jika huruf itu digabungkan dengan huruf-huruf yang lain, dan kata-kata itu menjadi kalimat jika disusun dari satu kata dengan kata yang lain dan seterusnya.

Ada sebuah kisah yang menarik dari penakluk Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, penakluk pertama adalah Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki," kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya,Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu "." Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Contoh diatas sangat jelas, bagi orang-orang yang selalu mengabaikan dosa-dosa kecil (ma’siat), seperti melihat wanita, kemudian melihat film atau gambar porno….yang pada akhirnya berzina, mencicipi munuman keras…yang pada akhirnya..mabuk. sesuatu yang kecil dalam anggapan kita, dan kita terus melakukan itu, akan berakibat menjadi besar…..mengapa? karena sesuatu yang sedikit jika dikumpulkan menjadi banyak! Maka, jangan sekali-kali memulai untuk menikmati yang kecil (hal negative), maka pada saatnya ia akan membakar dan menghantam kita. Allah ‘alam

Ditulis sekitar satu minggu yang lalu · Komentari ·