السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 05 Desember 2009

SURAT UNTUK AKHWAT

Yang lagi dirundung kesedihan (ia mau bertaubat)

Lautanpun berdansa menyaksikan derai air mata


Derai kata ini kusulam tuk seorang sahabatiku yang sedang menggali cinta lewat rasa, namun yang terjadi adalah rasa yang tersayat, tersayat oleh goresan pena hitam, tersayat karena mata merah bak bara api yang ingin melahap kering-kerontang hati disekitarnya.

Aku tak tahu apa yang akan kutulis dilembaran sempit ini, namun aku akan mencoba mengaprisiasikan apa yang ada dalam otakku detik ini, saat ini…entah sahabatiku lagi tertawa atau lagi berderai mengalirkan mutiara-mutiara indah dalam kesedihan…, yang pasti kesedihan dan kegembiraan buatku adalah sama saja, hal itu hanya perubahan masa… karena manusia hidup adalah antara menangis dan bergembira, ketika aku gembira maka hatiku, perasaanku, sukmaku, rohku, tetap tak berkurang atau bertambah walau sedikitpun..demikian juga ketika aku gembira.. bibirku, hatiku, mataku, dan lidahku…juga tak berkurang atau bertambah…yang berbeda hanyalah waktu, karena waktu berputar seperti bumi mengelilingi matahari, hatiku perasaanku juga akan silih berganti..tinggal kita menunggu kapan kita sedih dan kapan kita akan bergembira…


Saudariku…FILLAH

Akhir-akhir ini…aku melihat kehampaan dalam senyummu, …aku melihat kekosongan dalam tatapan matamu, dan kelu lidahmu tuk bersilat. Aku tak tahu apa yang sedang kau rasakan saat ini…apakah kau dalam gelap sehingga butuh setitik sinar?, apakah kau dalam sedih hingga kalbumu memberontak?, apakah kau sakit?, apakah kau rindu pada seseorang?, ..aku tidak tahu, tapi kau tidak dapat membohongiku saat ini…karena aku tahu kau dalam keadaan delema, kau dalam keadaan sedih, kau dalam keadaan nyinyir senyiyir buah dalam karung, kau dalam keadaan sakit hati yang tersayat-sayat, dan kau tidak dapat mengilak dari sangkaanku…karena pandangan seseorang tidak dapat berbohong dan dibohongi…saudariku pandanganmu hampa, pandangan kosong…aku menjadi sedih, tapi aku tidak dapat berbuat sesuatu karena kau diam, karena sepi padaku, karena kau menyembunyikan diri dariku, karena kau menutupi kegelisahanmu padaku…tapi tak apalah mungkin suatu saat kau akan berderai dihadapaku, kau akan curah dihadapanku…aku hanya dapat menungu dan menunggu tinggal waktu yang mempertemukan kita untuk beruntai bersama, menangis bersama, sedih bersama, senyum bareng dan milankolis bersama.

Saudariku…..

Kesedihan dan kegalauan akan merayap pada siapapun, pada diriku, dirimu dan saudara-saudaramu yang lain. Kesedihan, tidak akan terlepas dari manusia kalau ia masih mengaku sebagai manusia, kesedihan tidak akan dapat dihindari jiika Allah sudah menimpakan pada kita, kesedihan terkadang bentuk ujian yang diberikan Allah, karena rindu dan cinta-Nya pada rintihan hamba-hamba-Nya untuk selalu menyebutnya….saudariku, biarlah kesedihan ada dalam otak kita tapi tidak masuk pada diri kita, hati kita apalagi pada prilaku kita, biarlah ia berlalu karena ada pepatah ”kesedihan sebenarnya adalah kegembiraan, karena yang membuat sedih hanyalah persaan kita dan kita yang membuat sedih maka sedih adalah gembira”, saudariku….biarlah kesedihan yang kamu rasakan saat ini, hanya sebagai batu loncatan untuk mencapai sebuah harapan dan cita-cita. Jendral Sudirman pernah berkata tidak ada kata menyerah bagi seseorang untuk mencapai suatu cita-cita dengan penderitaan, karena cita-cita yang semakin dekat untuk diperoleh, maka kesedihan dan kegelisahan semakin besar,” ” maka saudariku…pantang untuk bersedih hanya karena sesuatu yang kita sendiri tidak tahu mengapa kita harus bersedih. Biarlah sesuatu yang merisaukan hati kita…sebagai garam dalam hidup kita, biarlah sesuatu yang membuat dongkol hati kita sebagai pengalaman dalam perjalan kita menuju senyum mesra. Karena Halim yakin, tidak ada sesuatu yang abadi kecuali Zat-Nya. Sesuatu akan berubah-rubah sesuai dengan perputaran waktu..maka senyumlah… senyumlah.. senyumlah.. senyumlah saudariku aku juga akan tersenyum melihatmu tersenyum, dan kesedihan hari ini adalah kegembiraan hari esok, kesulitan hari ini kebahagiaan hari esok, kegagalan hari ini adalah kesuksesan hari esok, mendingan kita hancur hari ini sebagai pelajaran tapi kita menjulang tinggi setinggi harapan kita dikemudian hari…biarlah..biarlah ..biarlah yang lalu, berlalu. karena tidak akan kembali lagi, tapi, jadikan yang sudah lewat sebagai bahan intropeksi diri, kegalan masa lalu kita buat acuan untuk kesuksesan hari esok… bahasanya orang Erik From hidup tidak ada penyesalan yang hanya adalah cinta dan kasih sanyang, karena kesedihan yang berlarut hanya akan mengurangi hidup kita yang sempit ini.

Saudariku…yang aku sayangi fillah

Hari ini, detik ini pula…..hancurkan kesedihanmu menjadi kerinduan yang mendalam pada si Dia, karena dalam sanubari kita, antara rindu dan kesedihan tidak akan bersatu dan menyatu, ketika rasa rindu muncul maka kesedihan akan hilang namun sebaliknya ketika rasa sedih menyelimuti kita maka kerinduan akan lenyap bagai air diatas bentoel. Rindukanlah Dia… Dia yang membuat sedih….rindukanlah Dia..Dia yang membuat gembira, karena semuanya dialah yang mensetting. Kita hanya bisa mempleaning , namun keputusan terakhir ada ditangan-Nya. Tangan yang melebihi tangan-tangan manusia, Tangan yang menghampar dengan rahmat dan hidayahnya, ketika manusia menghamparkan tangannya dengan kekhusyuan apapun yang dimintanya Tangan-Nya akan bergerak dan memberikan rahmat-Nya pada siapapun, itulah Tangan diatas tangan, maka lebih baik minta pada Tangan diatas tangan ketimbang, kita minta dan mengeluh pada tangan diatas tangan (t kecil adalah manusia ), Rasul pernah bersabda kemulyaan orang mu’min adalah apabila ia menahan dirinya untuk meminta dan mengharap pada manusia” “ . Saudariku……Dialah pembuat rindu dan cinta diatas bara. Maka mintalah cinta pada-Nya, karena cinta manusia tidak akan abadi dan akan berubah rubah namun cinta-Nya akan abadi. Rasul pernah berdo’a “Allahumma Inna nasaluka hubbaka wa hubaman yahibbuka wa al-‘amala aldzi yu qorribuni ila hubbika dan Allahumma ij’al hubbaka ahabba ilaina min nafsina wamin mail baarid.

Saudariku…..Fillah

Apa yang saudari rasakan …..saat ini, kalau lagi sedih… menagislah!!! dengan keras..tapi jangan sampai ada yang tahu…., atau lagi gembira..maka ketawalah ..tapi awas jangan sampai ada yang tahu, biarlah semuanya buyar dan bubar….kegembiraan hanya sesaat dan kesedihan hanya sesaat tapi penyesalah akan abadi jika kita salah langkah. Tokoh budha setelah ia mengubur dirinya selama sepuluh hari dipeti mati dan ditanam dibumi….ia berkata “kehidupan ini sia-sia” setelah ia merenung dan kontemplasi dalam peti mati, ia merasakan bahwa ia akan kembali pada Dzat yang maha kuasa…yang tidak pernah kekuasaannya terkurangi oleh keseombongan dan keangguhan manusia. Mengapa ia mengatakan hidup ini sia-sia, karena jika hidup ini hanya untuk bermain, bersedih, bergembira, bersenang-senang tanpa maksud dan tujuan maka semuanya akan hampa….karena titik terakhir adalah titik Tuhan setelah menjadi baris. Kesombongan diri, pujian manusia, penghormatan manusia..adalah cobaan hidup, anggaplah pujian mereka sebagai ancaman dan penjara…jangan pernah ingin dipuji dan disanjung manusia karena itu penjara…mengapa penjara? Karena kalau kita tidak dipuji atau disanjung kita akan marah, mangkel dan muring-muring…namun jika kita memberikan sesuatu pada panusia tampa mengharapkan apapun maka disanalah kemerdekaan kita dengan prinsip “dipuji atau tidak saya tetap hamba Allah”. Yang Halim rasakan adalah ketika rasa ingin pujian menggrogoti pikiran Halim, hati Halim, otak Halim, maka Halim tidak tenang dan selalu susah karena seluruh perbuatannya enddingnya adalah pujian (manusia) sehingga Halim merasa terpenjara…namun setelah Halim menganggap bahwa cemoohan, pelecehan, celaan dan pujian itu hal biasa dan memasrahkan pada siDia baru Halim menjadi tenang, karena pujian yang haqiqi adalah pujian dari-Nya. Manusia memuji detik ini, detik berikutnya akan lenyap. Namun pujian-Nya kekal selama-lamanya……baraka Allah fiki . Amen. Biarlah mereka mencela Halim dan memuji Halim namun Halim tidak akan terpengaruh dengan itu semua…ketika kita dipuji maka ucapkanlah al-hamdulillah…(pijian yang pantas hanya untuk Dia) ketika kita dicela atau lecehkan dibicarakan dll maka pasrahkanlah pada-Nya karena Ia lebih tahu dari kita.

Saudariku ….fillah

Saudariku..fillah biarlah lautan berdansa, burung bercengkrama, rumput-rumput bergoyang, langit mendung namun tetaplah hati kita, pikiran kita dalam tenang setenang rindu dalam cinta yang bermuara pada kasih dan sayang..mintalah pujian dan sanjungan dari-Nya. Ingat pesan Halim terakhir….kesedihan itu tidak ada yang ada hanyalah cinta dan kasih sayang.

TTD
Halimi ZUhdy