السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 14 Desember 2009

MENULIS BEBAS

Tidak ada manusia yang berhasil tanpa lelah
Tidak ada manusia yang memperoleh kesuksesan tanpa proses
Tidak ada manusia yang mendapatkan keberhasilan tanpa disiplin



Tulisan ini masih pentil,yang saya unggah dari buku harian,hanya untuk berbagi....mungkin ada secangkir kopi tubruk yang dapat dimunum di siang hari (2005)

Aku kadang tidak mengerti akan keberadaanku sendiri. Sering sekali bertanya tentang dirinya sendiri, mengapa aku seperti ini? mengapa aku seperti ini? apa sebenarnya yang harus aku lakukan? Aku bingung!! aku sering membeli buku “motivasi” , agar aku terus termotivasi, benar, satu hari dua hari aku benar-benar termotivasi, namun setelah beberapa hari, motivasi itu hilang, dan edialisme yang aku bangun pun lenyap, keinginan yang aku impikan tidak lagi aku kerjakan, plening yang aku siapkan bubar. Aku akan mengadu pada siapa? Aku punya Allah swt tempat mengadu, tapi aku belum bisa merasakan, kehangatan-Nya, kerena mungkin aku kurang dekat padanya, tapi tidak dapat aku pungkiri bahwa Dialah satu-satunya tempat mengadu saya. Dan aku harus mengadu pada-Nya, karena tidak yang dapat menolong selain-Nya.
Aku hanya ingin disiplin, aku hanya ingin disiplin, tetapi mengapa sulitnya bukan main, apa yang harus aklu lakukan agar aku selalu istiqomah (disiplin). Ya..Allah swt ajarilah hambamu disiplin, seperti Engkau ajari matahari untuk selalu bersinar tepat waktunya dari pagi sampai sore, ajari aku disiplin seperti rembulan yang tidak bosan-bosannya menyinari bumi di malam hari, ajari aku disiplin seperti bumi yang selalu rela diinjak-injak namun memberi makan orang banyak, ajari aku disiplin seperti langit yang tidak pernah lelah menaungi manusia, dan tidak pernah bosan memcurahkan hujan, dan tidak pernah malu memberikan awan.



Aku bermaksud mencari tulisan untuk bahan diskusi, yang dilaksakana oleh HMJ bahasa Arab fakultas Humaniora dan Budaya pada tanggal 09 Desember 2005. Pengurus HMJ menghubungiku sebagai nara sumber pada acara tersebut, mereka memberi tema “Prospek Sastrwan dalam era Modern”. judul itu mungkin tidak terlalu sulit bagiku, karena aku lulusan sastra tapi sastra Arab, sedangkan yang dimintak oleh mereka adalah Sastra Indonesia, aku dipercaya untuk menyampaikan itu, karena aku pernah diketahui oleh mereka pernah menulis puisi meskipun sampai saat ini bukuku belum terbit, yang saya beri judul “selapun Cinta yang robek”,. Meskipun aku bukan sastrawan beneran, tapi oleh mereka dianggap sudah sastrawan, ya tidak apalah yang penting aku selalu berani dan tidak menolak permintaan, toh kalau saya salah dalam penyampaian, di sana akan ada orang yang akan memeperbaiki, dan kalau dalam penyampaian kurang baik maka itu sebagai pelajaran, yang akan selalu aku benahi. Goog luck
Ketika dalam mencari bahan itulah, pikiranku melayang pada penulis yang menurutku cukup produktif, Bapak Hernowo Hasim, usianya memang sudah berkepala empat, tapi semakin tua ia semakin produkti, maka aku punya inisiatif untuk mengirim surat padanya, sebagai motivasi bagiku, agar aku menjadi penulis yang handal aau produktif. Isi surat saya untuk Pak Hernowo :

> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> salam ta'dhim saya haturkan semoga Bapak tetap dalam
> > lindungan Allah swt.
> to the poin aja ya karim
>
> setelah saya membaca buku Bapak seperti Self
> Disgenting,
> Vitamin T, Wraiting, dan lain-lain , dan beberapa
> artikel
> dan opini internet seperti Mizan.Com. maka kekaguman
>
> sayapun muncul, Bapak sungguh produktif dalam
> menulis.
> Bapak sungguh membuat saya termotivasi untuk menulis
> dan
> membaca . bapak luar biasa. namun sampai saat ini
> tulisan
> saya nilai tulisan saya masih belum baik dan belum pernah
>
> dimuat di mass media.
>
> saya kenal Bapak...!!! setelah saya baca
> tulisan-tulisan
> Bapak, dan saya ingin mengenal jauh diri Bapak.
> sebelumnya saya ceritakan diri saya, saya seorang
> mahasiswa pascasarjana, yang secara formal
> pendidikan saya
> tinggi . namun dalam kenyataannya saya tidak punya
> kelebihan apalagi menulis, sungguh saya ingin
> seperti
> Bapak dalam hal keproduktifan terutama soal tulis
> menulis, terus terang mulai saya kuliah belum
> satupun
> tulisan saya yang dimuat di mass media apalagi buat
> buku.
> kendala yang saya hadapi, ketika saya baca buku saya
> tidak
> paham, kemudian saya tidak bisa menuliskan, dan
> kalau
> menulis rasanya tulisan saya jelek banget, sehingga
> saya
> tidak pede untuk menulis. saudaraku fillah.
>
> saya mohon pada Bapak Hernowo , untuk memberikan
> saran
> pada saya, dan cara Bapak membaca dan menulis,
> serta apa
> motivasi Bapak sehingga Bapak mampu melejit
> sedemikian
> jauh :
> 1) bagaimana bisa menulis dengan baik?
> 2) bagaimana membaca dengan baik?
> 3) bagaimana agar saya selalu termotivasi untuk
> menulis?
> 4) saya sudah pasca bisakah saya menjadi penulis
> produktif?
> 5) apa yangs saya harus lakukan agar saya punya
> kebiasaan
> yang baik? terus terang saya orangnya tidak
> disiplin.
> 6) dan bisakah Bapak menjadi saudara saya, dan
> mungkin
> kalau saya menulis, Bapak sebagai komentator. atau
> memberikan kritik terhadap tulisan saya!!??
>
> Bapak Hernowo !!!! saya mohon pertanyaan diatas
> dijawab
> agar saya menjadi manusia yang bermanfaat, dengan
> menulis
> saya bisa berdakwah.
>
> terimakasih saudaraku.
>
>
> ilal liqo' fi amanillah
>
> assalamu'alaikum wr.wb
>
> Muhammad Ibnu Hamidi
> Malang

From: hernowo hasim
Subject: Re: permohonan saran dan motivasi
Date: Wed, 7 Dec 2005 19:01:34 -0800 (PST)
To: halimi zuhdi

Salam,
Senang sekali dapat membaca kiriman email Anda ini.
Silakan klik http://www.mizanlc.com/ jika masih ingin
membaca tulisan saya yang lain.
Saya dapat melejitkan kemauan dan kemampuan saya
menulis secara teratur dan terarah itu ketika usia
saya melewati 41 tahun. Jika saat ini Anda belum
berusia 40 tahun, Anda pasti bisa seperti saya.
Saya perlu waktu 15 tahun untuk bisa seperti sekarang
ini. Saya yakin, jika Anda mengikuti saran-saran saya
di buku-buku saya, Anda tak perlu waktu yang sangat
lama. Mungkin setahun sudah bisa seperti saya.
Mulanya saya menulis untuk "penyembuhan". Saya menulis
untuk menata pikiran saya yang kadang kacau, untuk
membuat tekanan-tekanan hidup, dan untuk mengungkapkan
gagasan-gagasan saya secara bebas. Saya mengikuti
metode menulis "opening up"-nya psikolog Pennebaker,
freewriting-nya Bobbi De Porter, dan mind mapping-nya
Tony Buzan, dan banyak lagi yang sudah saya jelaskan
di buku-buku saya.
Lalu saya menemukan konsep "mengikat makna" yang
prinsipnya tak bisa kita hanya melakukan membaca saja
dan menulis saja. Dua kegiatan ini harus dipadukan agar
kita langsung dapat merasakan manfaat membaca dan
menulis. Itulah beberapa hal yang membuat saya dapat
melakukan kegiatan baca-tulis yang memberdayakan diri
saya.
Saya merasakan bahwa kampus-kampus kita kehilangan
gairah dalam mendorong para dosen dan mahasiswanya
untuk membaca dan menulis guna memberdayakan diri.
Saya tak tahu kenapa.

saya mohon pada Bapak Hernowo , untuk memberikan saran
pada saya, dan cara Bapak membaca dan menulis, serta
apa
motivasi Bapak sehingga Bapak mampu melejit
sedemikian
jauh :
1) bagaimana bisa menulis dengan baik?
SAYA menulis dengan bebas dan yang saya tulis adalah
pengalaman diri saya.
2) bagaimana membaca dengan baik?
PILIHLAH buku yang memang Anda sukai. Persepsikan
buku=makanan. Pilihlah buku sebagaimana Anda memilih
makanan yang Anda sukai.
3) bagaimana agar saya selalu termotivasi untuk
menulis?
BERTANYALAH kepada diri secara tajam: untuk apa aku
harus menulis?
4) saya sudah pasca bisakah saya menjadi penulis
produktif?
OH jelas bisa. Baca catatan saya di atas.
5) apa yangs saya harus lakukan agar saya punya
kebiasaan
yang baik? terus terang saya orangnya tidak disiplin.
YA, untuk bisa menjalankan kegiatan membaca dan
menulis yang dapat memberdayakan diri, Anda memang
harus disiplin membaca dan menulis (mengikat makna)
setiap hari. Baca buku terbaru saya: MENGIKAT MAKNA
SEHARI-HARI.
6) dan bisakah Bapak menjadi saudara saya, dan mungkin
kalau saya menulis, Bapak sebagai komentator. atau
memberikan kritik terhadap tulisan saya!!??
SAYA tak akan menilai tulisan Anda. Yang penting
cobalah untuk merumuskan lebih dahulu tujuan Anda
membaca dan menulis itu untuk apa. Lalu menulislah
secara bebas sehingga Anda merasakan manfaat menulis
tersebut. Itu saran saya.
Bapak Hernowo !!!! saya mohon pertanyaan diatas
dijawab
agar saya menjadi manusia yang bermanfaat, dengan
menulis
saya bisa berdakwah.

YA, saya merasakan sekali bahwa menulis dapat membuat
seseorang menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang
lain.
Semoga berguna.
HH
--- halimi zuhdi
wrote: