السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 14 Desember 2009

KANVAS KEHIDUPAN

Deru mobil membuat riuh desa sumber kalong semakin bising,para tukang gergaji menambah gemuruh desa itu,sang pengamin juga asyik memetik gitarnya dengan lagu-lagu cintanya.aku pun asyik menulis di atas kanvas kerinduan,tuk menggapai makna kehidupan.




Setelah satu jam berlalu,tangan tak lagi mampu memetik keyboard untuk menulis kata-kata yang sudah berdesak-desakan untuk keluar,memenuhi layar fatamorgana yang tak lagi mampu di baca dengan mata tapi dengan hati.

kehidupan yang semakin riuh, lebih riuh dari desa Sumber Kalong, menambah hati untuk selalu melalang buana menyusuri langit-langit ketabahan, terbang bersama burung-burung kesederhanaan, berlayar bersama ke optimisan, berkelana bersama ketenangan dan keberaniaan.

kehidupan seperti kanvas, yang terbuat dari kafan.
sehari-hari kita ukir hidup kita di atasnya, ketika sedih tinta hitam kita lukiskan, ketika bahagia tinta hijau kita lekatkan, ketika menangis tinta bening kita selibkan, ketika ketawa tinta kuning kita deklarasikan, ketika rindu tinta biru kita tem]pelkan, ketika marah tinta merah kita lemparkan.....tampaklah gampar yang cukup mengesankan sesuai dengan tinta yang kita tebarkan.

kanvas itu akan memberi gambaran seutuhnya akan keberadaan kita, jika tahu bahwa kanvas memang benar-benar ada, karena kehidupan yang kita bentuk adalah ukiran yang kita buat....!

kain kanvas itu terbuat dari kafan, semuanya manusia yang merasa hidup menjadi manusia ia akan pulang dengan kain kafan yang telah diukirnya, baik dan buruknya akan kembali kepada pemiliknya, kalau ukirannya bagus, maka ia akan laku sangat mahal ketika dijual, tapi sangat murah harganya jika ukirannya tidak terlalu bagus.

mari kita ukir kehidupan kita dengan tinta yang indah, agar lukisan di atas kanvas menjadi sebuah estetik kehidupan yang sarat dengan seni keabadian, menuju satu titik keluhuran menghadap Allah azzawajallah dengan memberi lukisan yang mengesankan dengan bingkan emas keimanan dan gantungan ketakwaan untuk ditempelak di sorga keabadian.

10 Desember 2009