السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 15 Juni 2009

BAKIR TAS’AD


Bersegeralah maka kamu akan bahagia

Halimi Zuhdy
Kilas Balik cerita Hikmah

Luar biasa…..! pelajaran yang dapat saya ambil hari ini, dan ini akan saya ingat selalu dalam hidupku, dan saya akan jadikan pedoman hidup saya dan pengalaman yang paling mendorong saya untuk menjadi manusia yang tidak ugal-ugalan dan main-main dengan kehidupan yang serba komplek dan penuh tantangan iini“Bakir Tas’ad”.
Saya mungkin termasuk sosok orang yang terkadang kurang peduli terhadap hal-hal yang tidak mungkin saya capai, atau barang kali saya bisa dikatakan “kurang optimis”. Pada hari ini, ketika saya jalan-jalan ke Pasca Sarjana, untuk menemui Prof. Dr. Abu Bakar, karena ada beberapa hal yang saya harus sampaikan pada beliu terkait dengan penulisan buku yang dipasrahkan sama saya. Setelah saya cari dikantor dan di perpus beliau tidak ada ditempat. Dan setelah saya tanya pada petugas kantor, ia bilang Prof tadi ada di depan kantor Fakultas Humanuiora dan Budaya, setelah saya lihat ke kantor tersebut ternyata tidak ada. Dan sebelum saya meninggalkan tempat saya menagkap ada informasi di depan Pasca Sarjana, yang sebelumnya saya tidak melihatnya. Setelah saya baca, ternyata para penerima beasiswa Pasca Sarjana. Kemudian saya lihat siapa saja yang memperoleh biasiswa tersebut, ternyata kebanyakan teman-teman sekelas dengan saya mendapatkan beasiswa tersebut, ya..!! tentunya mereka yang mengajukan beasiswa-saya memang waktu itu tidak mengajukan karena ada beberapa sebab-.

Setelah saya membaca lebih lanjut pengumumna itu ternyata jumlah beasiswa yang diperoleh perorang sebanyak 6.000.000,- luar biasa menurut ukuran saya. Sepontas bulu-bulu saya berdiri dan badanku dingin, disamping ada penyesalan dan disamping itu saya akan menangkap hikmah dibalik itu. bayangkan…SPP saya semester 3 (tiga) belum lunas, belum semester depan yang saya sendiri belum punya bayangan mau dapat dari mana untuk membayar SPP semester 4 (empat).Apalagi saya tidak punya pekerjaan tetap, ada sih tapi kalu dikalkulasi mungkin hanya cukup untuk menghidupi saya selama satu bulan, mengharap dari rumah ya gak mungkin lagi, disamping sumber pendapatan saya sudah tidak ada –sebelumnya ayah saya yang membiayai, sekarang ayah sudah meninggal- sedangkan ibu juga tidak mungkin memberikan dana pada saya karena beliau tidak bekerja.
Pikiran saya bergolak, di mana saya belum bayar SPP, tunggakan SPP, Masih ada hutang, dan masih banyak keperluan saya yang belum saya lunasi disamping yang dapat besiswa-yang mengajukan- mereka teman-teman saya yang mungkin kalau dinilai indek prestasi saya masih lebih tinggi dari mereka, namun bukan itu yang menjadi permasalah, ya..karena saya tidak mengajukan saja.
Dalam keadaaan bingung itulah saya menemukan diri saya, HALIMI dan hikmah dibalik itu. sebelum saya menjelaskan penemuan diri saya meskipun tidak utuh dan hikmah dibalik itu semua, mungkin perlu saya sampaikan, sebab-sebab saya tidak memperoleh beasiswa. Mungkin pertama, saya malas mengurus beberapa persyaratan yang diajukan. Kedua, saya pesimis mendapatkan beasiswa itu, karena saya menganggap yang dapat pasti mereka yang pegawai negeri, sedangkan saya bukan dosen pegawai neegri. Ketiga, saya urusan beasiswa memang tidak terlalu antusias untuk menerimanya, dikarenakan terlalu mudah untuk menerima tanpa harus bekerja giat, beda dengan penelitian, menulis buku, mengajar, dan lainnya yang mendapatkan dana dengan bekerja. Keempat, malas mencoba. Kelima, Terlalu sombong untuk mendapatkan uang –todak rendah hati.keenam, terlalu yakin bahwa itu bukan jalansatu-satunya untuk melunasi SPP dan Thesis.
Tapi setelah itu, saya tidak mau pusing, apa lagi harus menyesali atas tidak mengajukannnya –kemudian tidak memperoleh beasiswa- saya untuk mendapatkan beasiswa, namun ini menjadi catatan penting yang saya harus selalu mengaingatnya, agar kesempatan apapun tidak disia-siakan dan harus semaksimal mungkin untuk memperoleh hikmah dan pengalaman, minimal mencoba karena awal dari keberhasilan dalah mencoba setiap sesuatu yang baru, tampa punya keinginan untuk mencoba maka mustahil ia menjadi cerdas, pintar, apalagi sukses.
Selain itu, hikmah yang dapat saya petik adalah kerendahan hati adalah kunci untuk memperoleh segalanya, tanpa kerendahan hati maka ia sulit meraih sukses, akrena orang yang sombong selalu menganggap dirinya sudah sukses, sempurna dan tidak membutuhkan apa-apa, karena meresa dirinya mampu. Maka, tanda orang yang mempunyai ilmu adalah orang yang rendah hati. Kata Prof. Dr Abi Bakr “Rendah hatilah, karena rendah hati separuh dari ilmu”.
Sekarang apa yang saya harus lakukan untuk kehidupan yang lebih maju dan tidak menyesali apa yang telah berlalu (tidak mendapatkan beasiswa dikarenakan malas untuk mengajukannya).
1. Hidup ini hanya sekali, demikian juga kesempatan, maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin, kesempatan apapun, karena kamu tidak tahu apa yang akan Allah berikan dalam kesempatan itu. tidak ada salahnya mencoba, toh kamu manusia yang memang harus selalu mencoba, karena dengan mencoba pengetahuan kamu selalu bertambah. Ingat..!!! jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, kesempatan hanya sekali, bisa saja besok adalah kesempitan. Bersegeralah maka kamu akan bahagia.
2. “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan memperolehnya”, demikian kata pepatah Arab, barang siapa yang melakukan sesutu pekerjaan dengan sungguh-sungguh atau melakukan sebuah keinginan dengan kesungguhan maka ia akan memperolehnya, minimal memperoleh pengalam apa yang ia telah lakukan meskipun tidak mendapatkan dengan apa yang kita inginkan. Namun, dengan pengalamn itu dapat memperbaiki kegagalan atau kekurang sempurnaan pekerjaan sebelumnya, tidak ada kesungguhan yang sia-sia.
3. Optislah dalam hal apapun, jangan selalu ikut perasaan “penakut” yang dapat menghalangi untuk meraih kesuksesan.
4. Silaturrahmi, inilah mungkin kunci keberhasilan. Karena dengan memperbanya silaturrahmi, maka ia semakin kenal dengan banyak orang, apabila kenal dengan banyak orang maka ia akan diperhatikan, apabila ia diperhatikan maka ia akn mempunyai peluang jika seseorang punya peluang, karena orang akan diperhatikan jika ia memperhatikan, itulah silaturrahmi. Benar, sungguh benar sabda rasulullah, “dengan silaturrahmi dapat memperluas rizki”, bagaimana tidak? Karena ia akan terus memperoleh peluang, karena peluang itu datang pada orang yang selalu mencari peluang, meskipun tujuan silaturrahmi bukanlah mendapatkan pekerjaan, namun lebih dari itu, adalah memperara batin dan pikiran, agar hati dan pikiran selalu mendapat ketenangan.
5. Jangan mudah menyerah, ini penyakit lama yang harus dihancurkan. Karena tidak ada keberhasilan bagi orang yang mudah menyerah pada keadaan. Jika seseorang sudah menyerah terhadap keinginannya maka ia tidak akan mungkisn sampai pada tujuaannya, mengapa? Karena ia sebenarnya tidak tahu bahwa jalannya masih panjang dan berliku, ia berhenti dipertengahan jalan, karena takut capek, takun kehausan, takut kelparan, tapi tidak bertekan untuk sampai menantang kelaparan dan kehausan. Wong kadang, kita menyerah sedangkan keberhasilan tinggal selangkah, eman kan?.
6. Bakir Tas’ad, itulah judul tulisan ini. mengapa? Bakir Tas’ad. Kerana orang yang sering molor dia akan selalu mendapatkan sisa, kalau masih dapat kalau tidak maka ia akan menyesal dan penyesalan itu tidak akan berguna, bahkan dapat menghancurkan, kecuali penyesalan untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi dan memperbaikinya. Dalam banyak hal, seseorang yang terlebih dahulu atau cepat (progresi) menggapi sesuatu atau mersponnya, maka ia akan terlebih dahulu mengetahuinya. Atau orang yang sering ingin tahu terlebih dahulu dan melakukannya , maka ia akan lebih banyak mendapatkan peluang untuk mendapatkan hasil atau kesuksesan. Baik dalam dunia akademek, bisnis, dan lainnya. Bakir tas’ad, progresip adalah sangat dibutuhkan. Tanpa sikap progresip maka pekerjaan tidak akan sempurna, bisa sempurna tapi akan ketinggalan. Barbara Sher mengatakan “ kau bisa belajar hal baru kapan pun dalam hidupmu, jika kau bersedia menjadi pemula. Jika kau belajar menyukai menjadi pemula, seluruh dunia akan membuka diri kepadamu.
7. Percayalah bahwa kamu akan mendapatkan rezeki sesuai dengan beban yang kamu tanggung, namun tidak hanya sekedar percaya kemudian diam, akan tetapi terus berikhtiyar, karena Allah sangat memahami keadaan hambanya, maka percayalah…dan lakukanlah….!!!.
8. Profesional dalam bekerja, bahasa ini saya dapatkan dari bapak Imam Suprayogo, meskipun ia tidak menggunakan kata profesinal tapi Sholeh. Menurutnya, Allah dalam banyak firmannya sering mengaitkan kata amal dengan sholeh bukan dengan wasi’. Mengapa? Karena amal (pekerjaan) apapun baik jadi tukang sapu, tukang batu, tukang sayur, dosen, pelajar, hakim, rector bahkan preside. Pekerjaan dituntut sholeh, kalau pekerjaan sholeh maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kemamfaatan dari pekerjaan itu. tukan sapu yang sholeh lebih baik dari presiden yang korup. Dan rakyat pasti lebih senang terhadap tukang sapu itu mekipun pekerjaannya hanya tukang sapu, ketimbang pada presiden yang memeras dan merampas hak-hak rakyat, maka ia akan dibenci. Artinya, pekerjaan apapun yang dilakukan dengan baik akan menimbulkan kebaikan pula dan akan disenangi. Dari kesholehan dalam bekerja itu, akan merangkak dengan sendirinya sebuah kepercayaan, jikalau sudah dipercaya maka ia akan mendapatkan sesuatu yang tidak pernah ia cita-citakan. Maka, bergeraklah untuk menjadi yang terbaik.
9. Jangat takut Resiko, karena resiko bagian dari keberhasilan. Siapa yang takut resiko maka jangan hidup, karena tiada kehidupan yang tanpa resiko, namun kadang kadar resiko itu memang berbeda. Maka, tergantung kita, apakah kita memilih resiko kecil dengan penghasilan atau keilamuan yang paspasan, atau memilih resiko yang besar dengan penghasilan atau ilmu yang luas. Iangat pepatah Arab Al-Ajru ‘ala qodri al-ta’ab.
10. Jangan lupa berdzikir, berdzikir dituntut dalam segala aspek dan dalam segala kesempatan dan keadaan. Sebagaimana dalam firman Allah, aldzi yarkurunaallaha qiyaman (berdiri) wa qu’udan (duduk) wa ‘ala junubihim (berbaring). Karena dengan berdzikir otot pikiran, badan, hati akan bergerak menuju dan akan terus memutovasi untuk melakukan yang terbaik, karena Allah suka yang baik, jikalau selalu berdzikir maka ia tidak mau untuk melakukan kejelekan, ketidakprofesionalan, maka ia pasti melakukan yang terbaik. Berdzikirlah…>>>
11. Selalu menambah Ilmu, niatkanlah dalam segala hal untuk selalu belajar atau mencari ilmu, maka kamu akan mendapatkannya. Ketika kamu duduk-duduk santai, berjalan-jalan, berdiskusi, berdebat, dikelas, dimasjid, di manapun targetlah bahwa kamu harus memperoleh ilmu. Apakah ilmu yang biak, adalah ilmu yang dapat merubah dirimu pada yang lebih baik, karena itulah memaang hakekat ilmu, jika kamu berilmu dan tidak membuat kamu baik apa guna kamu punya ilmu. Carilah ilmu demi kebaikan kamu, dan kebaikan itu jikalu hati nurani menjadi tenang dan damai.
12. Berbicara sedikit, memperbanyak baca dan merenung. Banyak bicara terkadang membawa kita pada keterlenaan tentang diri kita atau orang lain sehingga ujung-ujungnya adalah ujub, riya’, sombong, ghiba, dan sum’ah. Jika banyak berbicara maka kita benyak mentransfer, sedangkan baca baca dan merenung maka kita banyak menimba pengetahuan dan dapat memperbaiki diri dengan membaca dan merenung, asalkan membca sesuatu yang baik dan merenung tentang hal-hal yang positif.
13. Tidak ada sesuatu yang sulit, atau tidak terselesaikan, kalau masih punya kemauan. Seringkali saya mengeluh dan berat untuk melakukan pekerjaan yang diberikan pada saya, atau pekerjaan yang memang tanggung jawab saya. Ketika saya mengeluh dan memunculkan kata tidak mampu, maka sebenarnya ketika itulah kegagalan saya. Mengapa? Karena pesimis itu menghilangkan gairah berbuat, jika gairah untuk melakukan sudah hilang maka otomatis dia gagal. Namun, jika ia berusaha untuk sanggup dan optimis bahwa ia bisa, ia sukses sebelum melakukan karena ia sudah termutifasi dengan dengan keoptomisannya itu, dan pekerjaannya akan menjadi tuntas. Maka, Tidak ada sesuatu yang sulit, atau tidak terselesaikan, kalau masih punya kemauan dan melakukan dengan sunggu-sungguh. Kamu pasti bisa… Kamu pasti bisa.. Kamu pasti bisa.. Kamu pasti bias