السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 11 April 2008

mengenali Hambatan dalam mewujudkan Impian

Beberapa waktu lalau saya menulis tentang impian, dan banyak dari sahabat yang bertanya tentang bagimana mengatasi hambatan dalam mencapai impian tersebut. Memang benar dalam mewujudkan mimpi, mimpi pasti banyak hambatan yang akan kita terima, banyak hambatan yang akan kita hadapi.Semakin besar halangan, semakin besar kesuksesaan yang menanti di belakangnya

Memang tak mudah mempunyai semangat dan harapan yang tinggi, untuk tetap selalu tertanam di dalam hati dalam menggapai mimpi atau mengejar sukses. Tak jarang sering kita merasa bingung dan gelisah, kehilangan arah sehingga tak lagi melihat tujuan sebenarnya. Tak melihat lagi, bahwa seolah itu merupakan proses pembelajaran dan peningkatan potensi diri,… dengan ilmu pengetahuan yang bertambah, cara berpikirpun menjadi luas dan dapat dengan bijak memutuskan sesuatu.

"Jangan terlalu dibawa sedih, jika inginmu hari ini tidak terwujud. Bukankah tidak ada yang perlu dicemaskan antara masalalu dan masadepan.dan kegagalan atu hambatan dalam meraih mimpi itu adalah wajar, malah cenderung keharusan" begitulah nasihat yang saya berikan kepada seorang sahabat yang bertanya kepada saya. kenapa kegagalan atau hambatan merupakan keharusan? kerena tanpa kegagalan dan hambatan mimpi atau kesuksesan akan kurang memberikan makna kepada kita. ketika kita berhasil mengatasi hambatan, dan kita berhasil meraih impian, yang akan kita dapat adalah kesuksesan sejati. namun sebaliknya bila sukses atau mimpi kita raih tanpa hambatan semua akan terasa hambar. karena itu saya adalah orang menyuki hambatan, karena hambatan adalah suatu tantangan. karena di balik tantangan ada kesuksesaan.

Hambatan dalam perjalanan menuju kesuksesan dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu, hambatan internal dan hambatan eksternal.

Hambatan Internal
Beberapa hambatan internal yang sering saya dapati dari hasil pribadi dan diskusi dengan beberapa sahabat adalah :

- Rasa Malas.

Orang yang malas adalah orang yang indisipliner, orang seperti ini mudah membuat komitmen namun sulit untuk menjalaninya dan tidak dievaluasi. Malas pikir, kerja, bertindak, bahkan berniat, maunya santai-santai saja dan tidak bertangung jawab. bagaimana bisa meraih mimpi jika kita malas untuk memulai, malas untuk bertahan, malas untuk melaksanakan.

-Rasa Takut

Adalah sesuatu yang manusiawi apabila seseorang memiliki perasaan takut, namun apabila rasa takut itu salah atau berlebihan, seperti takut gagal, takut ditolak dan sebagainya, maka perasaan tersebut akan menahan orang untuk melakukan sesuatu. Kalah sebelum bertanding mental
rasa takut sering menghambat seseorang untuk sukses. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden ?. Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan 'post-it' notes ?. Perasaan takut menyebabkan seseorang tertahan dari mengambil tindakan. Takut yang berlebihan merupakan salah satu dari dua titik ekstrem. Titik yang lain adalah tergesa-gesa, terburu-buru, over, sehingga malah jadi hambatan.

-Rasa malu

Rasa malu disebabkan rendahnya self esteem/harga diri. Manusia seringkali salah menempatkan rasa malu. Dia merasa malu apapbila memiliki kekurangan fisik, tidak percaya diri sehingga tidak bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Dia lupa atau pura-pura lupa bahwa banyak orang bisa sukses walaupun mereka tidak memiliki fisik yang sempurna seperti Helen Keller. Malu yang benar dianjurkan karena malu seperti itu sebagian iman. Dengan rasa malu yang benar, tindakan kita terarah terukur dan terjaga. Kita tidak akan berbuat curang, tidak jahil, tidak khianat. Semua kebaikan berawal dari rasa malu yang tepat. jadi tempatkan rasa malu secara tepat untuk meraih kesuksesaan

-Rasa Puas diri

Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru. untuk menuju sukses maka kita perlu memanage rasa cepat berpuas diri.

- Putus asa

Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif.

Rasa sombong atau puas diri dan Putus asa
Takabur dan putus asa seperti dua sisi mata uang. Bila terkena hambatan jenis ini, seseorang akan kehilangan keseimbangan. Apabila dia sukses, dia akan menjadi takabur dan apabila mengalami kegagalan di akan berputus asa.

- pesimis (merasa diri tidak mampu): banyak dari sahabat saya, saya melihat mereka sebelum merealisasikan mimpi, mereka merasa tidak mampu, atau tidak mempunyi kemapuan untuk menggapai sukses, bagaimana sukses atau impian dapat digapai, jika kita tidak percaya kita bisa mencapai suatu kesuksean tersebut.

- belum memahami kemampuan diri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan potensial (kecerdasan dan bakat) dan kemampuan nyata (prestasi akademik dan keterampilan khusus). Karena belum memahami kemampuan diri, akibatnyakita tidak bisa mengembangkan diri yang dapat dijadikan modal untuk menggapai sukses ataupun meraih mimi. Padahal, berdasarkan kemampuan diri tersebut,bisa menjadikan modal kita untuk mencapai sukses.

-mudah menyerah. Kadang-kadang kita tidak mau berusaha dengan keras dalam menggapai sukses sekali gagal langsung menyerah. Dengan kata lain, kurang agresif dalam mewujudkan impian. bagaimana bisa sukses bila halangan kecil terlhiat seperti gunung yang besar.

-miskin impian. Sesuatu ada dan tercipta karena diawali dengan impian. Begitu juga dengan kesuksesan Kita tidak akan mewujudkan mimpi kalau tidak diawali dengan impian atau cita-cita. kita yang tidak mempunyai impian akan kehilangan arah atau tujuan yang hendak dicapai, bagaimana bisa meraih impian, jika kita tidak memilikinya.

Hambatan eksternal

Hambatan ini adalah segala seuatu yang berada di luar jiwa kita seperti kondisi fisik, lingkungan, dan sebagainya. Apabila seseorang tidak berhasil megnatasi hambatan internalnya, maka dia tidak akan bisa mengatasi hambatan eksternal dan perjalanannya menuju kesuksesan akan terhambat bahkan terhenti. Namun, apabila seorang manusia berhasil mengatasi hambatan-hambatan internal, hambatan-hambatan eksternal justru akan semakin mendewasakan dirinya

- kurang memiliki keterampilan.
Sebagaimana kita maklumi untuk meraih mimpi atau sukses diperlukan keterampilan khusus. kita bisa sukses disuatu bidang jika kita menguasi ketrampilan yang menunjang bidang tersebut.

-kurang punya informasi.
bila kita ingin sukes atau meraih mimpi jika kita kurang memiliki informasi maka peluangnya akan sedikit apabila hanya mengandalkan satu sumber. Artinya, semakin sedikit informasi yang dimiliki, maka akan semakin sedikit pula kesempatan untuk meraih sukses. Seiring dengan itu, pilihan tindakanu untuk meraih sukses atau menggapai impian pun jadi terbatas.

- Kemampuan Belajar. Ketika anda menghadapi kesulitan maupun kemudahan.
Bukan kondisi atau keadaan yang menentukan kualitas hidup seseorang, melainkan kemampuan dia menghadapi kondisi tersebut. Karena orang sukses bukan kebetulan, akan tetapi merupakan rangkaian keputusan yang Continue. dangan kemampuan belajar dari kegagalan atau kesalahan maka kita akan dapat mengatasi hambatan dalam mewujudkan impian.

Jika kegagalan atau hambatan datang Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali diri Anda. Sering kita sendiri yang membuat "tembok penghalang" kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup

Banyak cara untuk tetap selalu bersemangat dan memiliki harapan. Jawaban sebenarnya adalah sudah ada pada diri kita masing-masing. Hanya saja masalahnya adalah apakah kita punya keberanian atau tidak untuk melihatnya, memahaminya, menerimanya dan menghadapi untuk mencapai sukses.

Sesungguhnya,… akan ada jalan jika kita tetap mau usaha mari kita Jadikan hambatan itu sebagai motivasi diri untuk segera menjadi lebih baik lagi.maka tetap lah berjuang dibalik hambatan terlihat suatu kesempatan untuk mewujudkan mimpi. Kita semua berharap, bahwa perjalanan panjang menuju sukses bukan sekedar memenuhi deadline rutinitas, akan tetapi suatu bentuk pemikiran kita untuk menggapai sukes atau impian dari apa yang kita yakini. karena di setiap hambatan pasti akan terdapat jalan keluar.(EA)

"Tidak akan ada kesuksesan, tanpa ada nya hambatan"

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. QS Ar Ra'd:11

Depok, 10 Maret 2008


DarErwin Arianto,SE