السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 08 Desember 2023

Sastra Arab Perlawanan



Halimi Zuhdy

Membaca sastra Arab perlawanan, yang terngiang adalah nama Ghassan Kanafani. Ia  seorang sastrawan Arab Palestina yang sangat berpengaruh, dikenal luas sebagai pelopor sastra perlawanan Palestina ( Adab al-Muqawamah). Seperti ada deburan ombak dalam setiap baris puisinya. 

Ketika saya berkunjung ke rumah Prof. Dr. Muhammad Majid Al-Dakhil di Al Hasn, Guru Besar Sastra Arab di Universitas Al Balqa' Yordania (yang berasal dari Palestina), saya disuguhi banyak buku, bukan hanya buah-buah Zaitun yang segara. Saya mendapatkan banyak wawasan tentang "Adab Muqawamah". Beliau banyak meneliti tentang tentang "Muqowamah Falestinia" dan pergumulan sastra perlawanan di Timur Tengah. Dan saya lagi meneliti tentang "Tajalliyat Shira' fi Adab arabi al maashir wa al-harb al-araby",. yaitu tentang pergerakan, peperangan, perlawanan, kekacauan Timur Tengah  dan sastra Arab Modern. Tulisan ini sudah terbit dengan kata kunci Tajalliyata Shira' (bisa dibaca di jurnal). 

Pertemuan yang indah, setelah berkeliling di kebun Zaitun miliknya, ia memaparkan pemikirannya tentang perlawanan, kekacauan dan pergerakan di Syam (Palestina, Yordania, Suria dll) yang dikaitkan dengan teks sastra yang muncul. 

Sastra Arab perlawanan (Adab muqawamah) di Palestina adalah fenomena yang berkembang sejak tahun 1948, ketika Israel menduduki sebagian besar wilayah Palestina. Sastra ini digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan kemarahan, penderitaan, dan harapan rakyat Palestina. 

Sastra perlawanan Palestina mencakup berbagai genre, termasuk puisi, prosa, dan drama. Puisi adalah genre yang paling populer, dan banyak penyair Palestina terkemuka telah menulis puisi-puisi yang mengilhami perlawanan (muqawamah). Beberapa contoh puisi perlawanan Palestina yang terkenal adalah "Mautini" karya Ibrahim Tuqan dan "Palestina" karya Mahmud Darwish. Dan beberapa karya cerpen, novel dan drama dari Ghassan Kafani, seperti; mawt sarir raqm 12 (Ranjang Kematian No. 12) Beirut, 1961. Cerpen. 'ard alburtuqal alhazini (Negeri Jeruk Sedih). Beirut, 1963. Cerpen. rijal fi alshamsi (laki-laki di Bawah Sinar Matahari ). Beirut, 1963.  sebuah novel.  Novel; Umm Saad. Beirut, 1969. A'id ila Haifa (Kembali ke Haif). Beirut, 1970. Novel. Al-syai al-akhar (The Other Thing). Diterbitkan setelah kemartirannya, di Beirut, 1980. Cerpen.

Saya berbincang dengan Prof Khalil di Universitas Yordania, setelah berkunjung ke Yarmuk. Kata beliua, bahwa prosa juga merupakan genre yang penting dalam sastra perlawanan Palestina. Beberapa novel dan cerita pendek Palestina yang terkenal menggambarkan penderitaan dan perjuangan rakyat Palestina. Beberapa contoh prosa perlawanan Palestina yang terkenal adalah novel "Al-Quds" karya Ghassan Kanafani dan cerita pendek "Al-Kawakib al-Thalathat" karya Khalil al-Sakakini.

Sastra selalu menjadi perlawanan yang luar biasa untuk melawan tirani kekuasaan, teks bergerak dengan cepat, menghempas dan bahkan menjungkalkan penguasa dengan deretan bait-bait puisi revolusi, walau tidak ada bom untuk meledakkan kawasan tertentu, tapi ada sastra yang mampu menggerakkan manusia untuk mengacaukan kemapanan atau sebaliknya. 

Sastra bukan hanya deretan kata manis, setiap hurufnya adalah ruh, kalimatnya adalah kilatan petir. Bagaimana  penguasa terjungkal ke jurang karena puisi yang didegupkan setiap harinya, bagaimana kekuatan intifadah palestina dengan sihir puisi sebelum berangkat ke medan perlawanan. Seperti tiga penyair, yang terkenal dengan penyair perlawanan;  Taufiq Ziyad, dengan puisinya "Huna Baqun". Mahmud Darwis, " Sajjil Ana Arabi", dan "Khitab Fi Suqil Bathalah ya Adhuu Syamsi" oleh Sami Qosim. 

Teks sastra tentang; indahnya mati, pahala berperang, martir , nasionalisme, kebebasan, surga dengan syahid, adalah  tema penting dalam membangkitkan ruh perjuangan. Seperti mendapatkan penyut api, ia bergerak pasti, memukaukan setiap pejuang yang haus mati. 

Afan Fathukan, seorang penyair Palestina, menurut para pengamat, puisinya lebih militan dari 20 lebih penjuang yang paling militan, ruh puisinya membangkitkan para pemuda tuk berjuang membela agama dan tanah airnya. 

Di Palestina ada; Said al-Muzayin, Ibrahim Tauqan,  Samih Al-Qosim, Maurid Barghauti, Souad, Harun Hasyim Rashid, Afad Fatukan, said Abi Nahs, Ghassan Kanfani, Ishaq Musa, Ilyas Khauri. Di Suria  ada;  Nizar Qobbani, Dhahi Khulfan, Imaduddin Musa, Maha Bakr, Muhamamd Ulauddin, Tamam Talawi, Shalah Ibrahim Hasan.

Dan di setiap negara, para penyair mengobarkan pemberontakan pada penguasa tiran, revolusi dan kemerdekaan. Maka tidak heran, sastra adalah perlawanan ampuh, mereka tidak lagi mengenal waktu menulis, dikala api membara atau dikala salju mendera. Ia tetap melawan, semakin kuat intimidasi, semakin kuat pula aksi dan kreatifitas diri.

Dan selengkapnya dapat disimak di www.halimizujdy. com dan di Youtube Lil Jamik, ada di IG (halimizuhdy3011).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar