السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Tampilkan postingan dengan label Rihlah Ilmiah Yordania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rihlah Ilmiah Yordania. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2022

Petra, Gedung Putih dan Istana Merdeka

(Menelisik Gaya Arsitektur)

Halimi Zuhdy

Ketika saya jalan-jalan ke Petra, Yordania, ingatan saya langsung ke Istana Negara Republik Indonesia dan Gedung Putih Amerika. Kenapa tiga bangunan ini mirip sekali? Menurut saya ada kemiripan sih, walau tidak benar-benar sama. 
Apakah Petra yang terinspirasi dari Amerika, atau sebaliknya?😁. Tapi, tidak mungkin Petra yang terinspirasi dari Amerika, karena petra dan sekitarnya diperkiraan sudah ada sejak 7000 tahun SM. Amerika baru dibangun beberapa puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1792-1800 M. 

Gedung putih yang terletak di Pennsylvania Avenue di ibu kota federal Washington dirancang atau diarsiteki James Hoban, asal Irlandia. Gedung ini bergaya arsitektur Georgia. 
Apa itu Arsitektur Georgia?, yaitu bangunan klasik yang sederhana, menyenangkan, mudah dilihat dan menerapkan rasio emas. Arsitektur ini lahir pada pemerintahan Raja Georges I-IV (sekarang Inggris) dari 1714 hingga 1830, dan kemudian gaya ini dibawa ke Amerika Serikat oleh Penguasa Inggris. 

Dan dari mana arsitektur Georgia ini?, Dari beberapa bacaan, arsitektur ini berasal dari Italia, yang dipengaruhi oleh gaya bangunan Romawi dan Yunani. Dan yang saya temukan di beberapa daerah, seperti Jerast dan Amman, bekas-bekas istana kerjaan Romawi mirip dengan gaya Istana Amerika dan Istana Merdeka di Indonesia. Yang paling menonjol adalah pilar-pilarnya. 
Maka, gaya arsitektur Gedung Putih (The White House), mirip dengan gaya arsitektur Petra. Tepatnya gaya bangunan Al-Ghazneh (gambar bangunanya bisa dilirik di belakang foto saya😁). 

Dulu, sebelum berwisata ke Petra, saya kira, ini adalah sebuah istana, eh ternyata sebuah pekuburan atau makam. Tempat ini diyakini sebagai makam raja Nabatea Aretas IV, dan diperkirakan berkembang pada abad ke-1 M dan masyarakatnya mencapai sekitar 20.000 jiwa. Dan Petra inilah yang menggeser Candi Borobudur di Indonesia. Dulu, Candi Borobudur termasuk di antara 7 keajaiban dunia, kini tidak lagi. 

Sudah bisa ditebak, bahwa Istana Merdeka di Indonesia, ternyata juga mirip sekali dengan gaya Gedung Putih Amerika dan Petra. Walau tidak benar-benar mirip lo?!. Dalam buku sejarah, bahwa gaya arsitektur Istana Negara RI (Istana Merdeka) adalah bergaya Palladian. Palladian adalah gaya arsitektur Eropa. Gaya ini terinpirasai dari desain arsitek Andrea Palladio dari Venesia, yang juga teripirasi dari nilai-nilai arsitektur dari kuil klasik formal di zaman Yunani Kuno dan Romawi. Ternyata bisa dilacak ya?!. Semuanya berasal dari daerah yang sama, Arab kuno. 

Luar biasa kan Istana Negara Indonesia?!. Dan suatu saat nanti, dari Istana ini, pemimpin Nusantara akan memimpin dunia, seperti Romawi dan Persia dulu. Karena dari gaya bangunannya, sudah memberikan alamat atau tanda ada kekuatan di dalamnya. Tentunya, memimpin dunia dengan nilai-nilai luhur, bukan dengan keserakahan.  

*
Tulisan di atas hanyalah renungan ringan di sore hari, biasa lagi nganggur, tak ada kopi dan rokok yang menemani.

***
(Saya ingin mengulas, mengapa Tiongkok membongkar masjid-masjid yang bangunannya mirip dengan gaya Timur Tengah?) Kan eman, sejarah kemudian dihilangkan.😁

Selasa, 18 Desember 2018

Pintar Wisata, Pintar Berbahasa Arab

Halimi Zuhdy

TV-BSA: Anda akan mengenal berbagai uangkapan bahasa Arab dalam : perkenalan, pemesanan hotel dan tiket, menyewa kendaraan, kuliner di Indonesian (bahasa Arab) dan berbagai jenis pariwisata di Indoensia khususnya di Malang Raya. 

Vedio ini pas banget bagi kalian yang ingin menjadi pemandu wisata, maka silahkan simak dan nikmati  link berikut. He

#Ulasan wisata Bahasa Arab Tuk Turis Timur tengah di Indonesia
# Percakapan Di tempat wisata
# Tourism information .

Rabu, 07 Maret 2018

KAMPUNG AYER(Disapa Angin, Ombak Cemburu)

Halimi Zuhdy
Sulit dipercaya, tapi itulah nyata. Debur ombak bagai alunan musik klasik, yang menyapa telinga tuk mengkantuk. Gemercik airnya, dirindu si pecandu gerimis. Sapaan anginnya, membuat kepayang, tak ingin menghindar, lembut seperti berbisik. 

Di kampung Ayer inilah, keunikan kurasakan, manusia tidak mau didaratkan, walau darat adalah awal tumpah darah insan. Mereka, 30.000 penduduk, asyik masyuk, hidup mati, susah senang, berada di sebuah kampung air, di atas air, gelombang yang menyapa, seperti hanya desiran angin cinta.
Sudah 1.300 tahun, tempat ini dihuni, di sinilah peradaban Brunai menjadi gambarannya. Tempat ini, terluas se Asia Tenggara bahkan terbesar di dunia, sebuah tempat yang dihuni oleh manusia. Kini, kampung ini dilengkapi, masjid, restoran, warung, rumah sakit dan lainnya, anak-anak pun bermain begitu riang. Sungguh, unik dan nyata.

Sabtu, 24 Februari 2018

NEGERI BERKAH

(Sepintas di Negeri Brunai Darussalam)
Halimi Zuhdy

"Raja Brunai Darussalam, Hasan Bolkiah menolak dengan tegas, ketika dimintai pendapat untuk menjual Bir bagi pelancong non muslim di negaranya, ia ingin negara Berkah bukan hanya kaya, tak ada gunanya kaya, kalau tidak berkah" Kata Dr. Ahmad Yani ketika menemani kami ke beberapa tempat di Brunai Darussalam. 

Keberkahan itu kunci kebahagiaan dunia akhirat. Banyak orang yang memiliki semuanya; harta, tahta, keluarga, sahabat, dan lainnya, tapi jika tidak berkah, ia hanya menambah keburukan, kerusakan, dan kehancuran, walau kelihatan indah dan membahagiakan, tapi sebenarnya adalah kekosongan. Keberkahan, tambahan kebaikan dalam setiap nafas dan geraknya.
Di Brunai Darussalam, walau saya hanya tinggal beberapa hari,  seperti dibalut selimut ketenangan dan keindahan, apakah itu sebuah keberkahan pada sebuah negara? Allah 'alman. 

MASJID

(Menghampar Sujud, Mencari Hakekat Wujud)

Halimi Zuhdy
IG : halimizuhdy3011

"Dan bumi bagimu adalah Masjid, maka dimana Saja kamu mendapatkan (waktu) shalat, maka shalat-lah" Hadis Nabi (An-Nasai)

Bumi yang menghampar, langit yang menjulang, udara yang berhembus, api yang menderai, air yang gemercik, bersujud wujud pada Sang Maha Wujud.

Jika bumi adalah masjid, adakah tempat berlari tak bersujud. Sajadah bumi yang menghampar, tempat kaki menginjakkan segala hawa nafsu, yang melangitkan pikir kepada Sang Maha Tinggi. Bumi dan langit, bentuk ketundukan dan pengagungan. Masjid, bagaimana menghimpun rindu padaNya, walau rindu sesungguhnya tidaklah bertempat. Masjid, penyatuan dari seluruh tanah di muka bumi, hamparannya bersambung, ditempatkan tuk menjadi paku langit.

Sujud adalah kewujudan diri, dari ketiadaan jasad yang sesungguhnya. Masjid, tempat menempatkan ruh,  menguasakan ruh, membungkuskan diri, tuk mengenalkan pada Penguasa Alam Semesta, maka bentuknya adalah sujud (merendahkan diri padaNya), Adzan mengingatkan bahwa waktu mensujudkan diri telah tiba. Yang terkadang manusia lupa, ia akan menghadap padaNya.

Bumi adalah masjid, sujud aktifitasnya, alam adalah sajadah panjangnya, maka pusatnya adalah Masjid Haram, Baituullah Makkah.

Baitullah, bukanlah rumah fisik Allah, karena Allah adalah dzat, ia tidak butuh tempat, tapi manusialah yang butuh untuk menempatkan dirinya, ketika ia bertempat, menempatkan diri pada sesugguhnya, sebagai hamba Allah, Masjid. Maka Qiblah (tempat menghadap) ke ka'bah untuk menyatukan dan memusatkan jiwanya, maka jika mampu ia berkeliling (berthawaf), bagi yang tidak, shalat Jum'at,  berkempul di masjid dekat dirinya.

Memakmurkan masjid, seperti mensejahterakan diri, _“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”_ (QS. At-Taubah [9]: 18). hamba, jika ia berada dekat Tuhannya, jika dekat Tuhannya, maka sifat-sifat ketuhanan ia kan mampu diraihnya, jika mampu meraihnya, maka kan meraih kesejahteraan (salamun), dan kebahagiaan (hasanah). Diantara penghambaannya, dengan memakmurkan masjid.

Masjid Ashr Hassanil Bulkiah Brunai Darussalam, 20/2/2018

https://www.instagram.com/p/Bfck9sABg94/

Minggu, 28 Januari 2018

TONGKAT DAN MATA AIR MUSA AS (10)


Halimi Zuhdy
Nabi Musa AS, memiliki banyak mu'jizat; membelah lautan, mengubah tongkatnya menjadi ular, memukulkannya kemudian memancarkan 12 mata air.
_"Apa yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa? Jawab Musa: Ini adalah tongkatku, untuk berpegangan, dan untuk menghalau kambingku dan bagiku ada keperluan lain. Allah swt berfirman: Lemparkanlah, wahai Musa! Maka dilemparkanlah tongkat itu, tiba-tiba menjadi ular yang merayap dengan cepat. Allah swt berfirman: peganglah ia, jangan takut! Aku akan mengembalikannya pada keadaannya yang semula"_(17-23, Thaha)
Tongkat, banyak menjadi simbol keagamaan, kenegaraan, organisasi, aliran, dan lainnya. Ia seperti; alat penakluk, bagi yang lemah. Penghalau, bagi yang tersesat. Penunjuk, dalam kegelapan. Pengancur, bagi musuh. Pegangan, bagi yang kan terjatuh. Bersandar, bagi yang letih.
Musa AS, sangat edentik dengan kekuatan melawan kejahatan, di tangan kanannya selalu ada tongkat tuk dipijakkan.

Sabtu, 13 Januari 2018

Pohon Nabi Muhammad (9)

Betapa cemburu hati ini, yang selalu bersamanya selalu indah. Yang kerap mengiringinya, menjadi sejarah. Yang  sering mencurah hidupnya, menjadi berkah. Yang selalu merindunya, menjadi dakwah. Yang menyebut namanya, menjadi pahala indah. Yang menaunginya, menjadi kisah. Yang semua tentangnya, kisah tak berbatas cerita, tapi bukti cinta. Seperti kisah Mihrab yang menangis, karena tak lagi digunakan Nabi. Seperti Riwayat Jabir RA dalam hadits Buhari, "Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma ketika melakukan khotbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya".

Senin, 01 Januari 2018

Sastra dan Perlawanan


Halimi Zuhdy 

Beberapa hari yang lalu (17/12/2017) saya berkunjung ke rumah Prof. Dr. Muhammad Majid Al-Dakhil di Al Hasn, Guru Besar Sastra Arab di Universitas Al Balqa' Yordania. Mengenal beliau 4 tahun yang lalu di grup Muhibbul Lughah Arabiyah wa Adabiha  . Konsentasi penelitian beliau tentang "Muqowamah Falestinia" dan pergumulan sastra perlawanan di Timur Tengah. Saya lagi meneliti tentang "Tajalliyat Shira' fi Adab arabi al maashir wa al-harb al-araby",. yaitu tentang pergerakan, peperangan, perlawanan, kekacauan Timur Tengah  dan sastra Arab Modern.
Pertemuan yang indah, setelah berkeliling di kebun Zaitun miliknya, ia memaparkan pemikirannya tentang perlawanan, kekacaun dan pergerakan di Syam (Palestina, Yordania, Suria dll) yang dikaitkan dengan teks sastra yang muncul. 

Sastra selalu menjadi perlawanan yang luar biasa untuk melawan tirani kekuasaan, teks bergerak dengan cepat, menghempas dan bahkan menjungkalkan penguasa dengan deretan bait-bait puisi revolusi, walau tidak ada bom untuk meledakkan kawasan tertentu, tapi ada sastra yang mampu menggerakkan manusia untuk mengacaukan kemapanan atau sebaliknya. 

Sabtu, 30 Desember 2017

LEMBAH MUSA (8)(Semakin Melembah hati, semakin meninggi jiwa)


Halimi Zuhdy 
IG @halimizuhdy3011

Nabi Musa AS menjadi nama paling banyak disebut dalam al-Qur'an,  136 kali. Kalimullah sebutannya, karena pernah berbicara dengan Allah. Ia simbol kekuatan melawan penindasan, kesewang-wenangan, dan kedhaliman. Fir'aun sosok antagonis dalam banyak cerita, ia sumber kesombongan dan kejahatan. .
.
Setiap ada Fir'aun disitulah ada Musa, di mana ada Namrud, Ibrahim mengemuka. Setiap kejahatan, selalu ada pahlawan. Dan setiap ada kebaikan di sana ada iri, dengki dan musuh yang siap mengobar peperangan. _Likulli Nikmatin Mahsudun_, setiap kenikmatan selalu diiri. Maka, tiadalah takut untuk berbuat baik dan kemudian dibenci, karena di sana keburukan siap mengiringi, tapi jika tidak siap, maka akan menjadi rajam pada diri, dan kan terperosok pada kesedihan hati. .

SURAT SANG NABI (7)(Kalimat yang mengilat)



IG @Halimi Zuhdy3011

Bardakwah tidak harus menguras darah, memoncong senapan, berteriak membakar kobar. Berdakwah seperti pahatan-pahatan batu, yang diukir lembut, ada yang menjadi kapaknya, menjadi tangannya, mengkhyal seninya, dan ada pula yang menjadi angin tuk mengkhabarnya "Pahatanku, ukiran terbaik dunia, lihatlah". 

Berdakwa, tidak harus sama; ada yang bisa orasi, bisa mencipta puisi, berprilaku akhalqi, menulis kata seksi,  bedialog penuh semangat diri, debat tuk mengurai arti, sampai pedang siap menulis darah sebuah harga mati. 

Surat Nabi Muhammad kepada Heraclius, Raja Romawi, adalah bukti, betapa hebatnya kaliamat-kalimat Nabi, seperti menusuk lembut hati sang Raja, membuat anyaman-anyaman rasa, terperangah dan sulit tuk berdusta. Kalimat, walau hanya kata, ia mampu memberi makna sejuta, surat yang hinggap di tangan Raja, menggetarkan seisi istana, bahkan mampu menggetarkan jagat kekuasaanya.

Selasa, 19 Desember 2017

LAUT MATI, MENGUKIR KENANGAN DI GARAM RINDU (6)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011
" Mati itu pasti, hidup itu pilihan, kedewasaan itu keniscayaan, mencintaiNya tujuan keabadian" Laut Mati, 2017
Laut mati, bukanlah matinya pesona. Ia indah, bersisik putih, seperti ikan-ikan lagi tersenyum. Lautnya berwarna biru, hijau,bening, seperti cat dengan adukan seksi. Dasarnya mutiara garam,  dengan pasir-pasir halus, di bawahnya lumpur lembut seperti sampo sang Cleopatra. Asinnya, seperti memijat setiap ruang-ruang kulit, perihnya rindu tak berkesudahan.
Laut mati, kisah panjang dari sebuah peradaban, menyimpan sisi mengerikan, kaum Luth yang membangkang perintah Tuhan. Remuk redam, bumi yang dijungkal balikkan. Kisah kelam itu, mengingatkan pada LBGT, tidak wajar dalam ajaran Tuhan, keluar dari fitrah kemanusiaan. Seperti laut mati, yang tidak berombak, tak ada ikan, dan tak ada kehidupan, demikianlah bagi orang yang tidak beriman, walau ia hidup, seperti wayang berjalan.

Minggu, 17 Desember 2017

PETRA; KEAJAIBAN RASA (5)(Megah Penuh Misterius)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Masuk 7 keajaiban dunia, semua mata terpaku, menyaksikan pahatan-pahatan batu, di punggung gunung yang beku. 

312 SM, kerajaan Nabatean menciptakan laku sejarah ini, entah bagaimana ukiran dicipta, rasa diolah, tangan menari dengan kyalan tinggi. Seperti Piramida dan Tajmahal, ia menyejarah. Jika piramida dibangun untuk tuhannya, ada kekuatan penyucian pada keghaibannya. Jika Tajmahal dicipta atas sebuah cinta pada kekasihnya, rindulah yang mengukirnya. Jika Petra dibangun atas  dewa-dewa dan keramat ruh raja-rajanya, ada keyakinan yang merasuknya. Jika Ka'bah dibangun atas perintah TuhanNya, maka ada rindu dan cinta, yang tidak hanya bangunan yang terpahat, tapi hati penuh harapan akan surgaNya, kebahagian yang merayunya.

Kekuatan apapun yang dibangun di Petra, dengan arsitektur terbaik dunia, dengan penguasa yang paling dihormat, berhala-berhala yang menjaga penuh setia, kaum yang penuh kebanggaan. Tapi Sang Maha Kuasa berkehendak, ia pun  kelam. 106 Masehi masa terbenamnya Kaum Nabatean, Romawi mensunami Petra, jalur perdagangannya melemah, mereka bangkrut, surut dan tenggelam. Sekitar tahun 700 M, sistem hidraulik dan beberapa gedung utamanya hancur menjadi puing. Petra tak lagi mementari, ia lanyap dalam sejarah dunia,  hanya menjadi dongeng dan mitos belaka.
Baru bersinar lagi, halayak terhenyak, ketika diungkap oleh Johann Bruckardt pada 1812, ada sebuah bangunan indah, "kota bunga" menyebutnya, bebatuan warna-warni, terpahat indah, dipeluk gunung, irigasi tertata rapi, seperti sengaja dibuat kerajaan raya. 

Sabtu, 16 Desember 2017

ASHABUL KAHFI (Membening Diri, di Gulita Gua) (4)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

"Pelarian hakiki, hanyalah Allah. Bersembunyi bukan karena takut, hanya untuk berdamai dengan nafsu, memurnikan hati, tuk melihat cinta abadi"

Pemuda perkasa, dengan sejuta cita, ketampanan yang mempesona,  kekayaan yang mengkilap dirinya, gemerlap pesta membahana, semuanya ditinggalkannya. 

Megah dunia yang mengitarinya, jabatan yang di proklamirkannya, tak lagi mampu merayunya.
Di sekelilingi biduan dunia, pesta angkara, kesyirikan yang dilestarikan,
Kemaksitan yang ditontonkan, Penguasa dituhankan. Disaat itulah, para pemuda itu lari,  bukan karena takut dan tidak mau merubah angkara. Tapi tuk membeningkan diri, walau ruang gelap gulita, tak ada cahaya duniawi, tapi mereka yakin, di sinalah ada cahaya ilahi.

" Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu".(Akahfi,16).

Mengasingkan diri, bukan takut dikebiri, bukan pula tidak menghargai, tapi demi harga diri dihadapan Ilahi, bukan hanya pemuas nafsu manusiawi. Mereka yakin, Allahlah yang akan mengangkat derajad mereka. Dan dibahagiakan olehNya.

Jumat, 15 Desember 2017

Laut Mati, Saksi Tenggelamnya Kaum Sodom (3)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011
 













(1)
Fajar memerah darah
Bebatuan berpendar
menggelinding, terbang,
menghancurkan setiap nyawa
Tubuh-tubuh terpelanting
tenggelam di dasar jurang kebiadaban

Bumi digoncang
Seperti langit di bumi bumi di langit membuncah teriakan
Kilat petir ikut perjamuan
Fajar memerah darah
"Luth, janganlah ada yang tersisa" Firman Tuhan

Matahari tak lagi menyapa
Kaum Sodomi mengerang
kerak bumi menelan
Batu-batu berpoles bara
Ikut pesta neraka
" Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi " (Ayat) 

Di sini, gempa dahsyat
jadi saksi
Rumah-rumah
tenggelam dalam
menyusuri retak bumi
Menyusup regang nafas
Fajar bara
Di laut ini,
jadi saksi 

Kaum sodomi lebur
Akhir, Jadi budak nafsu
kekasih jenis diri

BERWISATA DI YORDANIA (Perjalanan Enjoy, Asyik, mudah dan menyenangkan)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Yordania menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh negara-negara luar, juga dari negara Indonesia, ada beberapa destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh parawisatawan, seperti; Petra (Batra'), Laut Mati (al-Bahr al-Mayyit),  Lembah Rum (Wadi Rum), Teluk Aqabah, Kerajaan Jaras, Benteng Aljoun, Gua Kahfi,  Kuburan para sahabat  Nabi, Masjid Malik Husain (terbesar di Yodania), Hercules Temple, Masjid Umayyad, Benteng Al Karak, Masjid Kuno (yang dibangun oleh Umar setelah mengalahkan Romawi Timur), Masjid Kuno Husain, Musium Angkot Raja (Mathaf Sayyarat Malik), Lembah Syuaib, gunung Amman, Kuburan Nabi; Syuaib dan Yusya' bin Nun, dan masih banyak yang lainnya. 

Selasa, 12 Desember 2017

BENTENG AJLOUN (2)(Benteng Pertahanan dari Salibis)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

"Menahan, bukan karena takut, hanya tuk membeku diri, menyari nyali, menentukan strategi, siapa tahu musuh lari, tanpa darah dan luka diri" Ajloun 2017

Benteng Ajloun ini dikenal pula dengan benteng Shalahuddin Ayyubi dan Benteng Ribdhi. Berada di atas puncak bukit Bani Auf propinsi Ajloun Yordania, ia bertabur pohon zaitun, langitnya yang membiru bersisikkan putih, anginnya sepoi, membuat kisah perang yang dhasyat, menjadi taman surga bermutiara hijau dedaunan yang langka di padang sahara.

Benteng ini dibangun Tentara Salahuddin yang dipimpin oleh Izzuddin Usamah (1184 M/580 H) sebagai pusat pantau Wilayah dari gerak gerik tentara Salib,  penjagaan dan  pengawasan transportasi, dan pantauan lalu lalang pedagang Damsyik dan Siria Utara, dan juga sebagai pengirim sinyal armada laut, karena tingginya tempat ini.(Baladiyah Ajloun, 17)

Roman Theater (1)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Sejarah akan selalu menjadi kenangan dan refleksi, bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia, sebesar apapun kekuasaan itu, ia akan tenggelam oleh masa, kuasa lain, dan generasi berikutnya, tetapi asar/jejak itulah yang menjadi pelajaran bagi manusia yang hidup setelahnya. Apakah ia menyisakan api, batu, debu atau hanya angin sepoi. 

Madraj Rumani berupa Roman Theater, terletak di bagian timur kota Amman Yordania, di lereng Gunung Jaufah, yang berhadapan dengan bukit Qal'ah. Theater ini dibuat untuk penghormatan terhadap Kaisar Matrianus yang berkunjung ke Amman pada tahun 130 M.