السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Tampilkan postingan dengan label Refleksi Cinta # Halimi_Zuhdy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi Cinta # Halimi_Zuhdy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2018

TAMPAK LUAR, GELOMBANG DALAM

(Dahir Seseorang, Gambaran Batinnya)

Halimi Zuhdy

Sejatinya, orang tidak bisa berbohong dengan keadaan dirinya; hatinya, pikirannya, perilakunya, dan apa yang dikenali dalam dirinya.

Ada ungkapan Arab yang menarik "Adhahiru ya dullu ala bathin", tampak luarnya itu, menunjukkan kondisi dalam dirinya (batinnya).

Setiap orang mampu dikenali akhlaqnya (pula, hatinya dan pikirannya), dari bagaimana ia;  bersikap, berucap, melihat (lirikan dan tatapan), bergerak, dan bagaimana pula mempola dirinya.

Seperti orang yang berbohong, ia akan tampak kaku, tampak salah tingkah, pandangan matanya kosong, dan ucapannya sering terkilir. Demikian pula orang jujur, walau ia mencoba membohongi sikap dirinya, ia kelihatan rinai wajahnya, senyum mulutnya, tatapan tajam wajahnya.

Tampak luar, sesugguhnya adalah cerminan batinnya. Bila suka marah-marah, maka mungkin ada keras batu dalam hatinya. Bila suka membincang orang (ghibah), mungkin ada iri dalam dirinya.

Cara mendeteksinya, "Bagaimana melihat seseorang, lihatlah bagaimana ia membicarakan orang lain, maka tidak akan jauh dari apa yang dibicarakan tentang orang lain, jika membicarakan kejelekan seseorang, maka dirinya tidak jauh dari yang dibicarakan, karena tidak mungkin air mengeluarkan bara, dan panas memuntahkan air. Pula, seperti orang menunjuk pada orang lain, maka jari jempolnya adalah dirinya".

Sepintar apapun orang menyembunyikan dengki,    senyum apapun yang dicipta akan terlihat menakutkan di sore hari, walau di paginya ia seperti mentari. Se-marah apapun ia, kalau untuk kebaikan, marahnya adalah mutiara yang membuat tambah senang, kan tahu marahnya adalah untuk kebaikan, tapi kalau amarahnya adalah bara diri, maka bagai neraka di pagi hari.

Kata peribahasa "Angkuh terbawa, tampan tinggal" Orang yang suka bersolek dan berlaga seperti orang cantik atau tampan padahal tidak sesuai dengan dirinya, maka ia akan terlihat bagaimana ia selalu menampakkan ke-indahan, walau buruk selalu meliputi; prasangka buruk, tingkah buruk, dan kejahilan yang selalu membuat terpuruk.

Seperti baliho di Bandara sebuah negara atau kota,  gambarnya adalah yang terbaik, yang paling sesuai dengan keberadaan dirinya, atau yang paling dibanggakan.   Bali dan lombok dengan pantainya, Jawa Tumur dengan Suramadunya, Yordania dengan Petranya. Demikian pula seseorang.

Walau ada Peribahasa "Busuk-busuk embacang" artinya orang yang tampak dari luar (lahiriah) seperti orang jahat/orang bodoh, namun ternyata hatinya baik/ilmu pengetahuannya tinggi. Demikian pula, tidak semua tampak luar itu adalah seperti yang berada di dalam (batin). Ini istitsnaiyyat (pengecualiaan), namun "kebanyakan" dahirnya adalah batinnya.
Allah 'alam bisshawab.

Senggigi Lombok, 21 Juli 2018

Jumat, 13 April 2018

NAPAK TILAS, ZIARAH CINTA

Halimi Zuhdy
Keringat mengalir dari wajah-wajah santri Pondok Fatimiyah Malang, kala menanjaki Pasarean Sunan Giri, kadang mereka berhenti tuk bernafas, menyela keringat, merunduk sebentar tuk menghela lagi nafas panjang. Giri yang berarti gunung, menjadi mercusuar Islam di masanya, dari ketinggian itulah, tersebar dakwah ke berbagai pelosok Jawa, Madura, Lombok, Kalimatan, Sulawesi dan Maluku.

Pencarian ilmu yang luar biasa, bertahun-tahun memungut ayat demi ayat, hadis demi hadis dan berbagai ilmu agama, beliau sampai ke negeri Pasai, negeri yang sangat jauh, dari tempat terhempasnya ombak yang membawanya. 

Minggu, 04 Maret 2018

MENCERMAHI DIRI

Halimi Zuhdy
IG :halimizuhdy3011

Ketika hadis Nabi menguap dari mulut ini, semisal,
Empat perkara yang jika dianugerahkan kepada seseorang, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, tubuh yang sabar atas cobaan dan istri salehah yang tidak berkeinginan mengkhianati suaminya baik terhadap dirinya maupun harta suaminya.” Begitu Sabda Nabi Muhammad (HR. Tirmidzi). 

Sungguh, tak terasa, tangisan menderai dari pelupuk mata, dan mengaca diri, pantaskan tubuh yang bergelimang dosa ini, berteriak-teriak, bersemangat, seakan-akan sudah benar-benar melakukan hadis itu. Betapa sulitnya, derai kata, berdekap langkah tubuh. Berucap dan melakukan.
"Berdzikirlah...!!", diungkap dengan lembut, menyapa jamaah, tapi kelu rasanya lisan tuk berdzikir, apalagi basah dengan lafal Allah, butuh lautan tuk ditelan, agar mulut benar-benar basah. Mulut jarang berucap, hati kering, pikiran yang jauh dari namaNya. 

Sabtu, 24 Februari 2018

NEGERI BERKAH

(Sepintas di Negeri Brunai Darussalam)
Halimi Zuhdy

"Raja Brunai Darussalam, Hasan Bolkiah menolak dengan tegas, ketika dimintai pendapat untuk menjual Bir bagi pelancong non muslim di negaranya, ia ingin negara Berkah bukan hanya kaya, tak ada gunanya kaya, kalau tidak berkah" Kata Dr. Ahmad Yani ketika menemani kami ke beberapa tempat di Brunai Darussalam. 

Keberkahan itu kunci kebahagiaan dunia akhirat. Banyak orang yang memiliki semuanya; harta, tahta, keluarga, sahabat, dan lainnya, tapi jika tidak berkah, ia hanya menambah keburukan, kerusakan, dan kehancuran, walau kelihatan indah dan membahagiakan, tapi sebenarnya adalah kekosongan. Keberkahan, tambahan kebaikan dalam setiap nafas dan geraknya.
Di Brunai Darussalam, walau saya hanya tinggal beberapa hari,  seperti dibalut selimut ketenangan dan keindahan, apakah itu sebuah keberkahan pada sebuah negara? Allah 'alman. 

MASJID

(Menghampar Sujud, Mencari Hakekat Wujud)

Halimi Zuhdy
IG : halimizuhdy3011

"Dan bumi bagimu adalah Masjid, maka dimana Saja kamu mendapatkan (waktu) shalat, maka shalat-lah" Hadis Nabi (An-Nasai)

Bumi yang menghampar, langit yang menjulang, udara yang berhembus, api yang menderai, air yang gemercik, bersujud wujud pada Sang Maha Wujud.

Jika bumi adalah masjid, adakah tempat berlari tak bersujud. Sajadah bumi yang menghampar, tempat kaki menginjakkan segala hawa nafsu, yang melangitkan pikir kepada Sang Maha Tinggi. Bumi dan langit, bentuk ketundukan dan pengagungan. Masjid, bagaimana menghimpun rindu padaNya, walau rindu sesungguhnya tidaklah bertempat. Masjid, penyatuan dari seluruh tanah di muka bumi, hamparannya bersambung, ditempatkan tuk menjadi paku langit.

Sujud adalah kewujudan diri, dari ketiadaan jasad yang sesungguhnya. Masjid, tempat menempatkan ruh,  menguasakan ruh, membungkuskan diri, tuk mengenalkan pada Penguasa Alam Semesta, maka bentuknya adalah sujud (merendahkan diri padaNya), Adzan mengingatkan bahwa waktu mensujudkan diri telah tiba. Yang terkadang manusia lupa, ia akan menghadap padaNya.

Bumi adalah masjid, sujud aktifitasnya, alam adalah sajadah panjangnya, maka pusatnya adalah Masjid Haram, Baituullah Makkah.

Baitullah, bukanlah rumah fisik Allah, karena Allah adalah dzat, ia tidak butuh tempat, tapi manusialah yang butuh untuk menempatkan dirinya, ketika ia bertempat, menempatkan diri pada sesugguhnya, sebagai hamba Allah, Masjid. Maka Qiblah (tempat menghadap) ke ka'bah untuk menyatukan dan memusatkan jiwanya, maka jika mampu ia berkeliling (berthawaf), bagi yang tidak, shalat Jum'at,  berkempul di masjid dekat dirinya.

Memakmurkan masjid, seperti mensejahterakan diri, _“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”_ (QS. At-Taubah [9]: 18). hamba, jika ia berada dekat Tuhannya, jika dekat Tuhannya, maka sifat-sifat ketuhanan ia kan mampu diraihnya, jika mampu meraihnya, maka kan meraih kesejahteraan (salamun), dan kebahagiaan (hasanah). Diantara penghambaannya, dengan memakmurkan masjid.

Masjid Ashr Hassanil Bulkiah Brunai Darussalam, 20/2/2018

https://www.instagram.com/p/Bfck9sABg94/

Jumat, 04 November 2016

Fatwa Cinta 3


Semua tentangmu aku simpan di hati, barangkali kau kan membenciku, kan kutirai semua file hati untukmu, bahwa aku tak pernah membencimu. Kalau kau menemukannya, barangkali itu perasaan yang bernafsu, bukan kata hatiku.

Halimi Zuhdy, 4/11/2016

#FatwaCinta

Kamis, 03 November 2016

Fatwa Cinta

Fatwa Cinta 2

Fatwa yang paling aku rindukan, adalah Fatwa Cinta.
Jika aku salah merindukannya, biarkan aku dihukum seberat-beratnya, asalkan Ia tetap masih bisa kurindukan.
Jika aku mencintainya, biarkan cinta itu tersesat selalu padanya, asalkan masih ada rasa untuk mencintainya.

Betapa gunung selalu merindukan kerikil untuk menjulang tinggi, seperti aku yang selalu membutuhkan senyummu, untuk hidup seribu tahun lagi.

Aku selalu ingin kau merindukanku, walau itu hanya dalam hayalku, tapi keindahan itu tidak harus dirindukan, tapi merindukan. maka cukuplah aku, merindukanmu.

Malang, 03-11-2016
Halimi Zuhdy

Rabu, 02 November 2016

Pertajam Cinta

Fatwa Cinta 1
 
Manusia tidak seharusnya  mempertajam pisau untuk membunuh, tetapi mempertajam hati untuk mencintai. Tidak memperkuat dan memperkokoh benteng untuk saling melindungi, tapi memperkuat ruh untuk saling memahami. Tidak menambah wawasan untuk saling menyerang, tapi menambah wawasan untuk saling sayang. Tuhan, Sang Pencipta selalu mencintai parapelaku dosa, yang kembali padaNya.

Rabu, 14 September 2016

Mengapa Air Mengalir

Mengapa air mengalir? Pasti, kamu memiliki jawaban yang berbeda-beda, sesuai dengan pengetahuan kamu.

Diantaranya;

1) karena air memiliki sifat menekan segala penjuru.
maka, agar kehidupan kita tidak statis, tidak kaku, tidak selalu mengeluh dengan berbagai persoalan hidup, dan agar kehidupan kita selalu mengalir seperti air, maka bagaimana kehidupan ini selalu memiliki arah dalam segala hal, memiliki tujuan, memasuki ruang-ruang yang masih diisi lamunan, selalu mencoba beristraksi denga semua orang, bersilaturahmi, dan membuat hidup selalu mencari celah untuk menuju Samudera. samudera inilah tujuan terakhir, Samudera Ilahi. 

2) Dan juga, air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Demikian pula kehidupan, jika seseorang selalu diliputi oleh kesombongan diri; kebanggaan harta, tahta, ilmu, ibadah, dan lainnya tidak akan pernah sampai pada semudera Ilahi, atau tidak akan mampu mengalirkan hidupanya dari hulu ke hilir, jika air ia selalu merasa tinggi. berbeda dengan orang yang tawadhuk, maka air itu akan selalu datang menemui, berjibun di sumur, di kolam, dan tempat-tempat yang lebih renda.


Kamis, 18 Agustus 2016

PUNCAK IBADAH, MENUJU SEBUAH PERTEMUAN BESAR





Betapa indah, Allah swt menciptakan berbagai macam ritual Ibadah, seperti; Shalat, Puasa, Zakat, haji dan ibadah lainnya. Keidahannya, bisa kita lihat dan rasakan dari setiap awal dan akhir dari ibadah itu sendiri, demikian juga proses dari awal menuju akhir.
Akhir dari perjalanan ritual ibadah di atas, menuju sebuah titik besar, yaitu; pertemuan besar, perkumpulan agung, perhelatan indah, dan bertemunya ruh dan diri antar manusia dalam satu tempat, satu waktu dan satu rindu. 

Sebuah kerinduan antar manusia yang kemudian diberikan wadah oleh Allah swt dengan berbagai macam ibadah, ada kerinduan cinta atas nama kemanusiaan, “zakat”. Ada kerinduan harian yang selalu dipupuk, yang kemudian memberikan hakekat cinta yang sebenarnya, “shalat dengan Jamaah”. Rindu yang tidak berhenti dan terus mengalir bagai sungai niil, yang terus berkarnaval dan bertemu di samudera cinta, “Haji”. Dengan mengasah diri, membangun keindahan, mentirakatkan diri dan jiwa agar bertemu dengan sesama ruh yang bersih “puasa”, yang ditutup dengan perhelatan besar di tanah lapang, dengan satu gerakan dan satu ungkapan takbir membahana dalam prosesi “Shalat Iid Fitri”. 

Senin, 15 Agustus 2016

Badai Datang, Bergembiralah!



Jika badai itu menghantam, bergembiralah, barangkali ia akan menghantarkan perahu kita ke dermaga.

Atau mungkin, perahu kita hancur, kita tenggelam di dalam dasar laut, tetapi kita menemukan kemilau mutiara.

Atau, kita tidak sampai ke dermaga, tidak pula menemukan mutiara, barangkali kita mampu memetik pengalaman, betapa lautan yang Allah ciptakan "menyimpan banyak rahasia", kita mendapatkan ilmu.

Atau, kita tak menemukan apa pun dalam rahasia badai, kita benar-benar menghilang dan nafas pun menemui Allah, insyallah kita syahid, sorga yang kita temukan.

selalu berfikir indah dalam situasi apa pun, karena Allah swt selalu memberikan kejutan dalam badai kehidupan, maka tersenyumlah selalu.

Kamis, 04 Agustus 2016

ISTAFTI QOLBAK, Mintalah Fatwa pada Hatimu

Halimi Zuhdy

Banyak orang merasa kesepian ketika ditinggal oleh tunangan, keluarga, orang tua, saudara dan teman-temannya. Kesepian karena merasa tidak ada yang menemani, bahkan apapun yang ia miliki; Hp, Televisi, buku, juga tidak mampu diajak berdialog apalagi menghibur dirinya. Semua menjadi sepi, senyap.....dunia seperti kehilangan keindahan, kemolekannya, kemesraannya, ia hanya menemukan kegersangan, kejumudah, kegelisahan tanpa henti, Apalagi di tengah malam yang sepi, hanya temaram lampu yang menghias, ia hanya berteman dengan kegalauan dan kegelisahannya....tak pernah ada solusi, menangis sekuat diri.

Saya jadi teringan hadis Nabi “istafti qalbak”, mintalah fatwa pada hatimu, ini sebuah pesan yang luar bisa, yang mampu membongkar kebekuan, kesepian, bahkan kegelisahan. Pesan yang sering dilupakan ini akan menjadi jawaban dari sebuah kesepian, kegelisahan dan kebekuan. Seseorang yang selalu ingat pesan tadi, tidak akan pernah merasa kesepian. Ia hanya akan merasakan bahwa ada sesuatu yang paling akrab dalam dirinya, menamani dalam setiap geraknya, bahkan lebih dekat dan lebih setia dari yang lainnya, yaitu HATI.
 
Hati bisa diajak untuk berdialog, hati juga bisa dimintai pendapat, dari pesan teks di atas (istafti qolbak), ia lebih bisa memberikan solusi, bahkan lebih tepat, lebih bisa memberikan solusi dari orang-orang yang berada di sisi kita. Pertanyaannya, "Hati yang bagaimana yang mempu memberikan solusi"?

 

Senin, 27 Juni 2016

Memiliki Derajat yang Sama

Mahasiswa dan Dosen ada pada derajat yang sama, mencari Ridha Allah. Maka seorang dosen harus memiliki kesabaran untuk mengabdikan, memberikan, menghiklaskan, memperjuangkan, walau angin fitnah, kemalasan, selalu menerpanya.

Demikian pula mahasiswa, harus selalu sabar menerima tugas, menerima ilmu, bertirakat sekuatnya, dan meminta kepada Allah agar ilmunya bermanfaat.

keduanya, akan berada pada tempat yang sama "sorga" jika melakukan dengan penuh tanggungjawab. Tangjawab keilmuan yang dimiliki oleh dosen, dan tanggungjawab mencari oleh mahasiswa. 

Malang, 14/06/2016

Orang Mulia

Orang mulia, bukan orang yang dimuliakan,
tetapi orang yang bisa memuliakan orang lain.

orang terhormat bukan orang yang dihormati,
tetapi orang yang bisa menghormati orang lain

orang baik, bukan orang yang tidak bernah berdosa,
tetapi ia selalu sadar akan dosa-dosanya, dan bertaubat.

Jumat, 24 Juli 2015

Siramlah bunga, bunga akan memberikan cinta




Ketika meliwati taman bunga yang indah, kusaksikan beberapa orang yang menyirami bunga dan pepohonan, beberapa hari berikutnya bunga yang disiram semakin menampakkan keindahannya, dan pepohonan menampakkan buahnya, dan keindahannya saya saksikan sendiri, dan saya yakin orang yang menyiram dan orang yang ada disekitarnya merayakan keindahan bunga-bunga yang indah itu. Dan tidak pernah ada ruginya ia menyiram, walau tidak dibayar.



Demikian tidak pernah ada ruginya memuji orang, mengunggulkan orang, meninggikan orang,  memuliakan orang, bahkan menghargai orang. Jika ia menghargai orang, ia akan berharga. Namun, masih banyak orang takut menghargai, memuji dan meninggikan orang lain, karena takut menjadi pesaing bahkan takut kehilangan harga dirinya, karena ada competitor baru. Tapi hasil penglihatan saya, tidak ada orang yang terjerembab kelubang yang lebih rendah gara-gara ia menghargai orang lain atau mengungulkan orang lain. Bahkan, semakin yang menghargai orang lain, kedudukannya

Rabu, 20 Mei 2015

SEMUANYA AKAN BERLALU



“Sayang, cobaan yang mendera akan segera sirna”
hanya kata-kata itu yang mampu kusandingkan di telinganya, walau istriku tidak pernah mengeluh, tetapi kata-kata akan mampu membangkitkannya, menenangkannya, dan memberikan sejuta harapan.

Pagi itu, air matanya mengalir deras, senyum yang biasa menghias bibirnya  tenggelam bersama isak tangisnya yang begitu mendera prasaan. 

“sayang, ada apa” sapaku dengan gugup.
air mata itu, kuusap dengan segera, agar air matanya yang begitu indah tidak berderai di lantai, biarkan semua kesedihannya mengalir di tanganku.

Kamis, 09 April 2015

Hanya Kepada Allah

Memang tidak bisa berharap penuh pada manusia, karena ia hanya sebatas antara.
Berharap hanya kepada Tuhan semata, karena apapun yang terjadi hanya kehendakNya.
Wallahul mustaan wailahi tuklan (kepada Allah tempat minta pertolongan dan kepadaNya berserah diri)

Rabu, 08 April 2015

Allah yang membuat TERKENAL



kalau ingin terkenal mintalah sama Allah, atau tidak usah diminta, kalau sudah waktunya terkenal, pasti nantinya juga terkenal, dan tidak usah menebar pesona, bersikap munafik, apalagi mencari wajah dihadapan wajah yang tidak abadi, karena yang membuat terkenal hanyalah Allah, sebagaimana dalam ayat, "warafa'na laka dzikrok : dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu". cukuplah mencari wajah dihadapan Allah, suatu saat tidak hanya terkenal di Bumi, langitpun juga mengenalnya. atau tidak terkenal di bumi, tapi langit sangat mengenalnya. Allahu a'lam bishawab.

Selasa, 07 April 2015

Masalah, Jangan cari di Akarnya




Kalau kau  punya masalah, jangan kemudian cari sumbernya, nanti kau akan kesulitan memulihkan keindahan masalah di dalamnya, tapi carilah disemak-semak hatimu, mungkin ada jejaring yang lagi diganggu virus, baik virus amarah, dengki, hasad, atau kemaksiatan lainnya. Karena, pepohonan yang tak berbunga, atau sulit berbuah, atau kadang pepohonan yang selalu kehilangan dedaunan, maka carilah ulat yang melekat, bukan kemudian mencabutnya dan dicari diakarnya. Karena, ulat adalah bagian dari keindahan kehidupan pepohon, walau ia dianggap hama, demikian dengan masalah adalah bagian yang dari kehidupan manusia.

Rabu, 01 April 2015

Bawalah Dia Padaku


Aku hanya berharap kau datang kepadaku membawa rindu, tak lebih
Aku hanya ingin, kau mengangguk di depanku, ketika kubertanya "apakah kau mencintaiku?"
Aku hanya ingin kau berkata jujur padaku, tentangku dan tentang dirimu, tak ada rahasia
Aku juga hanya ingin kau benar-benar menjadi Sajadah dalam sujudku padaNya.